Mengagumkan! 5 Pembalap Indonesia Ini Sukses Berkarier Hingga Mancanegara

3 menit
Pembalap Indonesia (Instagram/@rharyantoracing)

Pembalap Indonesia sama halnya dengan selebriti yang sukses menoreh prestasi di dunia internasional seperti Agnez Mo, berhasil membawa nama Indonesia hingga mancanegara.

Meski tak sebanyak selebriti, pembalap Indonesia ini tetap membuat bangga karena berhasil menembus kejuaraan tak hanya di dalam, tapi juga luar negeri.

Jadi, bisa dibilang prestasi Indonesia di dunia otomotif internasional mengalami peningkatan cukup pesat. Terbukti, dengan banyaknya pembalap yang sukses mengharumkan nama bangsa.

Penasaran siapa saja pembalap Indonesia yang berhasil berkiprah di mancanegara? Berikut lima di antaranya seperti yang sudah dirangkum MoneySmart:

1. Doni Tata Pradita

Pembalap indonesia
Pembalap Indonesia (Instagram/@donitatapradita5)

Nama Doni Tata di dunia balap tentu sudah tak asing lagi. Pria kelahiran Sleman, Yogtakarta, 21 Januari 1991 ini juga merupakan pembalap pertama yang berhasil berpartisipasi dalam ajang balap Grand Prix (GP) sepeda motor kelas 250cc.

Tak hanya itu, Doni bahkan pernah mendapatkan wild card di kelas 125cc di ajang GP Malaysia bersama Yamaha di tahun 2005-2007.
Karier pria berusia 28 tahun ini pun terus bersinar hingga akhirnya berhasil melaju di sirkuit ajang Moto GP. Keren ya!

Baca juga: Cantik dan Menawan di Lintasan Sirkuit, 5 Pembalap Wanita Ini Dijamin Bikin Jatuh Cinta!

2. Alexandra Asmasoebrata

Pembalap Indonesia
Pembalap Indonesia (Instagram/@alexandra.asma)

Olahraga balap memang identik dengan kaum pria karena membutuhkan keberanian yang sangat luar biasa. Nyatanya, ada pembalap Indonesia wanita yang sukses menorehkan karier cemerlang di dunia balap, yakni Alexandra Asmasoebrata.

Wanita kelahiran 23 Mei 1988 ini diketahui pernah berlaga di lintasan sirkuit ajang internasional, khususnya Formula. Gak tanggung-tanggung, wanita cantik ini bahkan berhasil menyabet juara.

Salah satunya, Juara 1 di China Formula Campus Division dan Peringkat ke-13 di World Championship Junior Rotax MAX.

3. Rifat Sungkar

pembalap indonesia
Pembalap Indonesia (Instagram/@rifato)

Rifat Helmi Sungkar merupakan salah satu pembalap andalan Indonesia. Sudah tak terhitung seberapa banyak prestasi yang sudah ditorehkan di dunia otomotif.

Rifat memang dibesarkan di tengah keluarga pereli. Jadi gak heran kalau kemahirannya dalam balapan sudah tak perlu diragukan lagi. Salah satunya, berhasil meraih juara di posisi ke-3 dalam ajang Rally America Fastron World Rally Team, New England Forest Rally.

Bahkan, saking cintanya dengan dunia balap, suami dari artis cantik Sissy Prescillia ini mendirikan sekolah balap yang bernama Rifat Driving School.

4. Dimas Ekky Pratama

Pembalap Indonesia
Pembalap Indonesia (Instagram/@dimaspratama20)

Tak hanya Doni Tata, nama Dimas Ekky Pratama di kancah balap internasional juga tak perlu diragukan lagi. Pembalap asal Depok, Jawa Barat ini sudah mencetak segudang prestasi di kejuaraan balap nasional dan internasional.

Pria berusia 26 tahun ini bahkan mengawali kariernya di kancah Asia yaitu Asian Road Racing Champhionship (AARC).

Kariernya pun terus menanjak, hingga di tahun 2015, dia bersaing di FIM CEV Moto2 European Championship dan berhasil naik podium di posisi tiga sebanyak dua kali yaitu di balapan Catalunya 2017 dan Albacete 2018.

5. Rio Haryanto

Pembalap Indonesia
Pembalap Indonesia (Instagram/@rharyantoracing)

Siapa yang gak kenal dengan pembalap berwajah tampan Rio Haryanto. Ya, pembalap Indonesia kelahiran Solo, Jawa Tengah, 22 Januari 1993 ini juga berhasil berlaga di ajang Formula 1.

Rio bahkan berhasil memenangkan kejuaraan di ajang Formula BMW Pacific di posisi ke-1. Gak cuma itu, seperti dilansir dari Wikipedia, Rio sudah banyak sekali memenangkan kejuaraan balap.

Itulah lima pembalap Indonesia yang berhasil mengharumkan nama bangsa dengan sukses menyabet juara di ajang balap internasional. Sukses terus! (Editor: Chaerunnisa)

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.