Punya Bisnis Homestay? Ini Cara Mudah Dapatkan Pinjaman Pemerintah

2 menit
Ilustrasi Homestay (Shutterstock)
Ilustrasi Homestay (Shutterstock)

Bisnis sewa properti berbasis homestay di lokasi destinasi wisata sedang populer, bisnis ini kian menjamur akibat dampak dari masifnya agregator sewa properti secara online.

Selain itu, tingginya minat wisatawan untuk menikmati layanan sewa properti yang terjangkau dan dekat dengan lokasi wisata turut menyuburkan bisnis ini.

Akan tetapi, perkembangan yang pesat tentu diperlukan pengembangan bisnis secara matang agar mampu menarik pengunjung. Terlebih Kementerian Pariwista Republik Indonesia telah menetapkan 10 destinasi sebagai Bali baru.

PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki program pembiayaan homestay di dua desa wisata pada 2019.

Direktur SMF, Trisnadi Yulrisman mengatakan, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata terkait program pembiayaan homestay pada tahun 2019.

“Kami berikan pembiayaan pada masyarakat setempat yang ingin mendirikan homestay untuk tujuan wisata,” ujarnya di Kantor Pusat SMF Jakarta.

Libatkan BUMDes dan Pokdarwis

Pada pelaksanaan program ini, SMF bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk penyaluran pembiayaannya langsung pada masyarakat dan juga kelompok sadar wisata (Pokdarwis) wilayah setempat. Pada tahun ini akan dilaksanakan di Desa Samiran, Boyolali dan Nglanggeran Gunung Kidul, Yogyakarta.

SMF akan mengucurkan Rp 1,6 miliar untuk Samiran Boyolali dan Rp 700 juta untuk Nglanggeran. Bunga pembiayaan homestay juga terjangkau yakni sebesar tiga persen dengan tenor maksimal 10 tahun.

Kedepan, SMF juga akan mengembangkan desa wisata di tiga destinasi lainnya, seperti Borobudur (Yogyakarta), Mandalika (Labuan Bajo), dan Danau Toba.

“Kita melihat program ini bahkan dapat menjadi bisnis kita, karena pengembangan pariwisata harus berkelanjutan,” katanya.

Tantangan Program

Sementara itu, SMF menilai ada beberpaa tantangan dalam menjalankan program pembiayaan homestay ini, diantaranya adalah sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, sebab umumnya masyarakat setempat belum teredukasi terhadap peluang bisnis ini.

“Bahkan untuk mengisi formulir saja masih agak kesulitan, meski internet sudah masuk tapi memang terbatas,” ujar Trisnadi. Dengan demikian SMF menurunkan tim guna melakukan pelatihan, sosialisasi, dan edukasi pada masyarakat.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.