Jelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019, Investor Asing Tarik Duit Rp 10,16 Triliun

2 menit
Ilustrasi Investor Pusing Karena Hasil Investasi Jelang Pengumuman Pemilu (Shutterstock)
Ilustrasi Investor Pusing Karena Hasil Investasi Jelang Pengumuman Pemilu (Shutterstock)

Investasi di Indonesia semakin suram jelang pengumuman hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, pada 22 Mei 2019 mendatang. Investor asing banyak menarik dananya yang menyebabkan pasar modal nasional anjlok.

Dalam tiga bulan terakhir, investor asing telah keluar dari pasar investasi Indonesia senilai Rp 10,16 triliun. Angka tersebut didominasi oleh nilai investor jual bersih dalam sebulan ke belakang yang mencapai Rp 8,45 triliun.

Selain hasil Pemilu 2019, perang dagang antara AS dan China juga menjadi penyebab utamanya. Terlebih lagi, ketika China memutuskan untuk membalas dendam ke AS. Investor semakin takut untuk mendekati aset berisiko berbasis keuangan dari Indonesia.

Sejak 6 Mei 2019 hingga 15 Mei 2019 pukul 10:30 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengalami penurunan sebesar 2,95 persen. Kabar baiknya, IHSG bukan satu-satunya korban penurunan.

Seluruh indeks saham Asia pun sama nestapanya. Indeks Hang Seng merosot sebesar 1,58 persen dan diikuti oleh indeks Strait Times sebesar 0,85 persen, Nikkei sebesar 0,67 persen, dan Shanghai sebesar 0,36 persen.

Investor Pegang Cash

Gejolak global dan dalam negeri tampaknya membuat para investor menahan diri dan lebih memilih pegang cash. Aksi ambil untung sendiri sudah terjadi sejak satu atau dua minggu terakhir, yang menyebabkan IHSG terkoreksi dalam.

Belum lagi hembusan isu kerusuhan jelang pengumuman hasil Pemilu 2019 yang membuat sebagian besar orang khawatir. Meskipun Pemerintah dan aparat keamanan telah menegaskan untuk mengamankan semua proses Pemilu dan akan menindak tegas siapapun yang berbuat makar atau kerusuhan.

Sebagai negara berkembang, Indonesia juga sangat terdampak dengan perang dagang yang dilakukan AS dan China. Banyak investor besar global yang menarik dananya dari negara emerging market karena adanya kekhawatiran efek panas dua negara besar dunia tersebut.

Gak hanya Indonesia, negara lain di Asia dan dunia juga mengalami dampak yang sama. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga perlahan terus melemah karena isu tersebut. Pemerintah sendiri masih yakin bahwa keadaan ekonomi Indonesia masih aman dan terkendali.

Mereka meminta investor dan masyarakat gak perlu khawatir, karena prospek pertumbuhan ekonomi dalam negeri masih sangat baik kedepannya.

 

Ayyi Hidayah
Ayyi Hidayah

Pecinta film yang senang berinvestasi. Menulis merupakan passion, menjadi perencana investasi merupakan panggilan hati