Diciptakan Pria Miskin, Ini Kisah Mainan Lego yang Legendaris dan Mendunia

5 menit
mainan lego
Diciptakan Pria Miskin, Ini Kisah Mainan Lego yang Legendaris dan Mendunia, (Instagram/@lego).

Mainan Lego menjadi salah satu permainan yang udah mewarnai banyak anak di dunia hingga saat ini. Patut diketahui lho, mainan ini gak cuma digemari oleh anak-anak, orang dewasa pun menyukai permainan balok-balok kecil terbuat dari plastik ini.

Saking populernya, gak sedikit mainan Lego yang akhirnya menjadi salah satu koleksi bagi kolektor di belahan dunia. Gak sedikit dari mereka pun rela mengeluarkan uang ratusan juta rupiah demi mengoleksi aneka seri permainan ini.

Sejatinya Lego memiliki banyak jenis dan sebagai sebuah mainan anak, harga Lego pun kini bisa dibilang gak murah-murah amat. Itu sebabnya, gak sedikit juga Lego-lego kw yang beredar di pasaran.

Bicara soal kesuksesan Lego, tentunya kamu yang pernah terhibur dan memiliki mainan ini harus kenal dong sama Ole Kirk Kristiansen gak lain adalah pendiri Lego. Ingin tahu sosok dan cerita Kristiansen gimana membangun mainan Lego yang akhirnya mendunia dan sangat legendaris? Berikut perjalanan pria asal Denmark ini.

Baca juga: Harganya Setara Rumah Mewah di Kemang! Ini 5 Mainan Termahal di Dunia

1. Terlahir dari keluarga miskin di Denmark

mainan lego
Sang kreator hanya lahir dari keluarga miskin yang tinggal di Denmark, (Instagram/@chesssifa).

Kristiansen lahir di Jutland dan ia merupakan anak ke-10 dari keluarga yang miskin di sana. Pria ini merupakan seorang yang cukup trampil dalam hal perkayuan.

Peristiwa tragis ia alami saat istrinya meninggal dunia. Kristiansen harus menghidupi empat anaknya sebagai orang tua tunggal dan kabarnya dirinya gak pernah memutuskan buat menikah lagi semasa hidupnya.

Berat juga ya perjuangannya seorang kreator Lego ini. Sebagian besar ibu memang bisa jadi ayah buat mencari nafkah. Tapi jarang sekali sosok seorang ayah yang bisa menjadi ibu, yang harus cari nafkah sekaligus mengurus pekerjaan rumah tangga serta mendidik anak sendirian. 

Baca juga: Produknya Pernah Kamu Miliki! 5 Perusahaan Mainan yang Mereknya Gak Ada Matinya

2. Buka usaha dan 10 tahun kemudian pabriknya mengalami kebakaran

mainan lego
Buka usaha dan 10 tahun kemudian pabriknya mengalami kebakaran, (Instagram/@brickglow).

Di tahun 1932, pria ini udahmemulai usahanya yakni dengan membuat mainan anak. Mata pencahariannya sebagai pengrajin mainan anak, terpaksa dilakoni lantaran Kristiansen kehilangan pekerjaan akibat mengalami depresi berat.

Nama mainan Lego ternyata berasal dari kata Leg Godt yang kalau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia artinya “Bermainlah dengan Baik”. 

Cikal bakal bisnis mainan ini dimulai ketika Kristiansen membuat mainan bebek dari kayu buat sang buah hatinya. Ia pun sadar bahwa putranya memang selalu menyukai ketika diberikan mainan baru. Alhasil ia pun memproduksi mainan bebek tersebut dengan menggunakan kayu dari limbah pabrik.

Awalnya Lego hanya memperkerjakan 10 orang pegawai dan akhirnya ia pun melibatkan putranya yaitu Godtfred Kirk Kristiansen yang kala itu genap 12 tahun.

Akan tetapi di tahun 1942, pabrik mereka sempat terbakar. Keluarga Kristiansen pun terpaksa melakukan pembangunan ulang. Namun mereka justru melakukan inovasi baru dan melanjutkan produksi secara massal.

Baca juga: Resmi Dibuka! Ribuan Penggila Mainan Serbu “The Jakarta 15th Toys & Comics Fair 2019”

3. Lego akhirnya terbuat dari plastik menggantikan material kayu

mainan lego
Lego akhirnya terbuat dari plastik menggantikan material kayu, (Instagram/@made_in_billund).

Singkat cerita tepat pada 1943 mereka udah memliki 40 pegawai demi memproduksi Lego ini. Nah, saat itu mulailah mereka membuat miniatur rumah yang terbuat dari kayu. Selain rumah tentu saja ada perabotan-perabotan mini yang terbuat dari material yang sama.

Ide penggunaan plastik muncul di tahun 1946, mereka pun membeli alat produksi mainan plastik yang cukup mahal. Akan tetapi, laba Lego udah lumayan besar saat itu gak jadi masalah besar deh buat berinvestasi di sektor bisnis ini.

Di tahun 1947, mereka mulai memproduksi mainan dari plastik hingga mainan bertema edukasi “Monypoli.” Dua tahun kemudian, Lego Group pun berhasil memproduksi 200 mainan dari plastik dan kayu gak cuma itu mereka juga udah memiliki lebih dari 50 karyawan.

Gak lama dari peristiwa ini, Godtfred Kirk Kristiansen diangkat jadi Junior Vice President saat itu usianya masih 30 tahun. Di tahun 1953, lahirlah sebuah mainan Lego Bricks (bata) yang fenomenal.Tentu kamu tahu dong Lego merupakan mainan yang berbentuk bata-bata kecil.

Jika disusun dan dibentuk, maka kamu bisa membangun sebuah rumah-rumahan. Awalnya, mainan ini gak langsung bisa diterima oleh publik karena mereka masih lebih menyukai mainan kayu. 

Ole Kristiansen akhirnya meninggal dunia di tahun 1958. Perusahaan ini pun diserahkan kepada putranya, Godfred.

4. Godtfred jadi bos dan inovasi kembali terjadi di perusahaan Lego

mainan lego
Miniatur Lego merupakan inovasi yang mendunia banget buat mainan ini, (Wikipedia).

Sepeninggal Ole Kristiansen, Godfred pun didapuk menjadi pimpinan perusahaan sang ayah. Salah satu masalah yang muncul dalam mainan Lego saat itu adalah material balok yang membuatnya gak menarik, belum lagi struktur mainan ini cukup rumit buat dimainkan oleh anak-anak.

Namun inovasi pun dilakukan dengan membuat bata atau balok Lego dengan silinder berlubang di bagian bawah, tujuannya agar struktur cengkramannya makin kuat. Di tahun 1960, mereka pun udah meninggalkan mainan kayu dan beralih ke mainan plastik. Namun nasib naas kembali terulang yakni terbakar pabrik Lego saat itu.

Di tahun 1962, roda Lego diciptakan dan mereka pun berhasil bikin sebuah mainan kendaraan dari balok-balok kecil itu. Lego juga menghadirkan mainan kereta api dengan motor 4,5 volt dan 12 volt, hingga membuka Taman Lego di Billund tahun 1968.

Bisa dibilang tahun 1960 merupakan tahun mainan Lego makin laris. Hal itu juga menjadi dampak positif pertumbuhan Lego di pangsa pasar mainan anak-anak.

5. Makin sukses dan mendunia berkat inovasinya

mainan lego
Makin sukses dan mendunia berkat inovasinya, (Instagram/@lego).

Gak cuma sampai kereta api, mainan Lego pun hadir dalam berbagai varian. Lego memperluas dunia mainan dengan melakukan penambahan seri seperti perahu dan kapal yang dilengkapi dengan lambung kapal dan benar-benar bisa mengapung. Seri mainan ini tercipta di tahun 1972.

Mereka juga membuat figur manusia dari Lego yang tangannya bisa diubah-ubah. Mereka menyebutnya dengan nama Lego Family dan saat itu menjadi tolak ukur kesuksesan perusahaan ini  dengan membuka pabrik baru di Amerika Serikat.

Intinya, bata Lego itu selalu bisa menciptakan apapun yang kita inginkan. Ketika orang yang membeli mainan ini kreatif, maka dia bisa membuat apa saja.

Lego pun sempat menggelar kontes di tahun 1988 yang melibatkan anak-anak dari berbagai negara. Di samping itu, varian Lego baru juga muncul yaitu Lego Bajak Laut.

Bahkan di tahun 1992, Guinness Book of World Records telah menetapkan sebuah rekor baru yaitu sebuah kastil yang terbuat dari 400.000 batu bata Lego dan berukuran 5,22 meter.

6. Keluarga Kristiansen jadi salah satu orang terkaya di dunia

mainan lego
Keluarga Kristiansen jadi salah satu orang terkaya di dunia, (Wikipedia).

Lego akhirnya dipimpin oleh Kjeld Kirk Kristiansen yang gak lain adalah putra dari Godfred. Di tahun 2013, ia menjadi salah satu orang terkaya di dunia versi Forbes dengan kekayaan mencapai US$ 7,3 miliar.

Walaupun Kjeld udah mundur dari kursi CEO tapi sampai sekarang, Lego Group dikuasai oleh Keluarga Kristiansen begitu pula dengan yayasan-yayasan yang ada di dalamnya. 

Mereka juga menguasai 30 persen saham dari Merlin Entertainment yang mengoperasikan Madame Tussauds, Alton Towers, dan The London Eye. 

Saat ini, saham Lego Group pun akhirnya dibagi ke beberapa pihak. Mereka adalah Kjeld Kirk Kristiansen, Sofie Kirk Kristiansen, Thomas Kirk Kristiansen and Agnete Kirk Thinggaard.

Itulah sekilas cerita tentang kesuksesan mainan Lego yang diciptakan oleh keluarga Kristiansen. Gak nyangka ya, pengrajin mainan tradisional aja akhirnya bisa mendirikan perusahaan yang mendunia dan legendari. Anak cucu mereka pun bisa sukses menjadi entrepreneur.

Tapi jangan salah, semua itu terjadi karena ada usaha dan perjuangan. Inovasi mereka pun gak langsung diterima begitu saja oleh masyarakat. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!