Jangan Abaikan 4 Hal Ini Kalau Ingin Pengajuan Kartu Kreditmu Dikabulkan

3 menit
Jangan abaikan ini kalau ingin pengajuan kartu kredit dikabulkan. (Shutterstock)
Jangan abaikan ini kalau ingin pengajuan kartu kredit dikabulkan. (Shutterstock)

Apa sih yang bisa bikin pengajuan kartu kredit bisa sukses? Pertanyaan ini biasanya terlontar dari orang-orang yang gagal dalam mengajukan kartu kredit.

Padahal, mereka merasa semua persyaratan yang diminta telah dipenuhi. Namun, setelah menunggu dalam waktu yang cukup lama, rupanya pengajuan kartu kredit mereka ditolak.

Sebenarnya sih memang menjadi hak prerogatif bank buat menyetujui atau menolak pengajuan kartu kredit yang datang ke mereka. Boleh aja di bank itu aplikasi kartu kredit kamu ditolak. Namun, bukan berarti aplikasi kamu bakal ditolak di bank lain.

Asal tahu aja nih, ada beberapa faktor yang dapat bikin pengajuan kartu kredit itu diterima lho. Pengin tahu apa aja? Disimak yuk ulasannya berikut ini.

Baca Juga: Tagihan Tembus Rp 1 Miliar, Ini Suka Duka Artis Indonesia Pakai Kartu Kredit

1. Punya catatan kolektibilitas kredit yang bagus

Sukses tidaknya pengajuan kartu kredit dipengaruhi kolektibilitas produk. (Shutterstock)
Sukses tidaknya pengajuan kartu kredit dipengaruhi kolektibilitas kredit. (Shutterstock)

Setelah melakukan pengajuan kartu kredit, bank nantinya menganalisis aplikasi yang kamu serahkan. Hal yang pasti dilakukan bank dalam analisisnya adalah mengecek kolektibilitas kredit kamu.

Apa itu kolektibilitas kredit? Berdasarkan informasi dari Wikipedia, kolektibilitas kredit adalah klasifikasi status pembayaran angsuran atau pinjaman beserta bunganya.

Bisa dibilang kolektibilitas kredit ini merupakan catatan orang-orang selama melakukan pembayaran cicilan utang. Lancar dalam pembayaran cicilan utang itu artinya bagus, atau yang bisa disebut sebagai performing loan. Sementara kalau macet, itu artinya buruk alias non-performing loan.

Nah, pengajuan kartu kredit bisa diterima karena status kolektibilitas kredit kamu yang bagus. Sebaliknya, pengajuan ditolak karena status kolektibilitas yang buruk.

Baca Juga: Aplikasi Kartu Kredit Ditolak Melulu, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

2. Besaran gaji lebih dari yang disyaratkan

Dikabulkannya pengajuan kartu kredit juga tergantung besaran gaji. (Shutterstock)
Dikabulkannya pengajuan kartu kredit juga tergantung besaran gaji. (Shutterstock)

Melakukan pengajuan kartu kredit, lebih aman pilih kartu kredit dengan syarat besaran gaji lebih rendah dari gaji bulananmu. Misalnya aja, gaji kamu Rp 5 juta bersih. Ajukan aja kartu kredit yang syarat gaji minimalnya Rp 3 juta.

Soalnya bank melihat besaran gaji dalam mempertimbangkan apakah akan menyetujui atau menolak aplikasi kartu kredit. Mustahil deh bank mengabulkan permohonan kartu kredit dengan gaji yang besarannya di bawah ketentuan mereka.

Bank pun bukan cuma melihat gaji. Bank juga bakal mencari tahu mengenai status pekerjaan kamu, apakah kamu karyawan kontrak atau tetap. Status tersebut bakal memengaruhi keputusan bank.

Bank cenderung menolak pengajuan kartu kredit dari orang-orang yang berstatus sebagai karyawan kontrak. Berbeda dengan karyawan tetap yang berpeluang lebih besar.

Namun, jangan dianggap ketentuan ini udah final ya. Bisa aja aplikasi kartu kredit kamu diterima walaupun kamu berstatus karyawan kontrak. Balik lagi, semua keputusan adalah hak prerogatif bank.

3. Pastikan tempat tinggal kamu saat ini sesuai dengan KTP

Pastikan tempat tinggalmu sesuai alamat di KTP biar pengajuan kartu kredit diterima. (Shutterstock)
Pastikan tempat tinggalmu sesuai alamat di KTP biar pengajuan kartu kredit diterima. (Shutterstock)

Bank bakal menanyakan alamat tempat tinggal kamu sebagai bagian dari interview. Tujuan dari menanyakan ini adalah memverifikasi data-data yang kamu cantumkan dalam form aplikasi pengajuan.

Data-data seperti tempat tinggal, gaji, lama bekerja, hingga hubungan kamu dengan orang yang kamu cantumkan namanya di form. Nah dalam sesi tanya jawab ini, kamu harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan sebenar-benarnya.

Gak jarang lho, pengajuan kartu kredit gagal karena salah memberikan jawaban yang ditanyakan petugas bank. Makanya kamu pastikan benar-benar bahwa semua data bisa dipastikan kebenarannya. Misalnya aja alamat tempat tinggal yang sesuai dengan KTP.

4. Ajukan aplikasi di bank yang sama dengan bank rekening payroll

Pengajuan kartu kredit sebaiknya di bank tempat payroll gajimu. (Shutterstock)
Pengajuan kartu kredit sebaiknya di bank tempat payroll gajimu. (Shutterstock)

Lebih menjanjikan lagi nih kalau kamu melakukan pengajuan kartu kredit di bank yang sama dengan bank rekening payroll. Soalnya, hal ini memudahkan bank dalam melihat cash flow kamu.

Tentu aja, hal ini bisa mempersingkat waktu bank dalam menganalisis aplikasi kartu kredit kamu. Gak cuma itu, ada beberapa keuntungan lainnya yang bisa kamu nikmati sebagai nasabah payroll. Misalnya aja seperti gratis iuran tahunan atau penawaran promo-promo tertentu.

Sampai di sini udah tahu kan faktor-faktor apa yang bikin pengajuan kartu kredit kamu diterima? Karena itu, sebelum mengajukan, pastikan dulu deh faktor-faktor di atas udah kamu penuhi dengan baik. Dengan begitu, gak ada ceritanya kamu gagal dapatkan kartu kredit. (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong