Penjara Belanda Sepi Tahanan, Selnya Disewakan ke Norwegia dan Belgia

2 menit
penjara
Penjara. (Shutterstock)

Kalian mungkin sudah melihat betapa minimnya fasilitas penjara di Indonesia. Bahkan, ada lembaga pemasyarakatan di beberapa daerah yang mengisi satu sel dengan puluhan orang. Dikutip dari detikcom, bahkan Rutan Bagan Siapi-api mengalami over kapasitas mencapai 800 persenan. Rutan tersebut sejatinya hanya diperuntukan bagi 98 tahanan, tapi kemudian yang mendekam di situ ada 810 orang. Hal ini bisa terjadi karena memang angka kriminalitas di Indonesia tinggi, namun infrastruktur lembaga pemasyarakatannya gak memadai.

Tapi anehnya, keadaan yang kontras terjadi di negara mantan penjajah Indonesia, Belanda. Penjara di Negeri Kincir Angin sangat sepi dari tahanan. Bahkan, saking sepinya, beberapa hotel prodeo ditutup operasionalnya. Dikutip dari Kompas, sejak tahun 2013, sudah ada 24 lembaga pemasyarakatan yang tidak lagi beroperasi.

Namun setelah ditelisik, sepinya lembaga pemasyarakatan di Belanda gak selamanya murni karena angka kriminalitasnya rendah. Pergantian kebijakan hukum juga menjadi salah satu faktornya. Seperti dikutip dari Liputan6, Belanda telah menghapus hukuman kurungan bagi pengguna narkotika. Mereka justru mendapatkan penahanan rehabilitasi.

Berkat angka kriminalitas dan pergantian kebijakan hukum itu, akhirnya lembaga pemasyarakatan di Belanda sepi penghuni. Oleh karenanya, wajar bila satu penjahat mendapatkan satu kamar khusus. Untuk mencegah terjadinya pemecatan terhadap ribuan sipir, Pemerintah Belanda pun menyewakan sel-sel penjara ke negara-negara tetangga.

Baca juga: Menguak 5 Fakta Jennifer Dunn, Bebas dari Penjara hingga Diberi Apartemen Mewah

Disewakan ke negara tetangga

penjara
Sebuah kompleks lembaga pemasyarakatan di Schiphol, Belanda. (Shutterstock)

Jumlah tahanan di Belanda sendiri setiap tahunnya mengalami penurunan. Dikutip dari CNBC, pada tahun 2006 jumlah tahanan ada 20.463 orang, tapi di tahun 2016 menjadi 10.102 orang. Mungkin di tahun 2019 ini jumlahnya lebih sedikit lagi. Melihat tren penurunan jumlah tahanan itu, maka otomatis bui makin kosong dong. Untuk mengisi kekosongan itu, mereka akhirnya menyewakan sel-sel kosong ke negara tetangga seperti Belgia dan Norwegia.

Gak cuman itu saja, pada tahun 2018, mereka mulai menyulap bangunan-bangunan lembaga pemasyarakatan yang kosong menjadi ruang produktif lainnya. Misalnya, sebagai ruang kerja bagi startup lokal, kedai kopi, sekolah bahasa, rumah penampungan bagi pengungsi, serta pelatihan pengungsi agar lebih produktif lagi.

Satu lagi yang menjadi penyebab sepinya penjara di Belanda karena mereka lebih senang memberikan hukuman langsung kepada para pelaku kriminal. Hukuman bisa berupa denda hingga kerja sosial selama beberapa jam.

Baca juga: Kontras Sama Lapas Sukamiskin, 4 Hotel Ini Malah Usung Rasa Penjara

Angka kriminalitas di Belanda paling kecil di dunia

penjara
Lembaga pemasyarakatan tua di Belanda. (Shutterstock)

Beberapa kali Belanda menempati posisi teratas sebagai negara dengan angka kriminalitas terendah. Dikutip dari Merdeka, peringkat pertama tahun 2018 ditempati oleh Singapura. Kriminalitas di negara tetangga Indonesia itu sangat kecil. Kedua ditempati oleh Luksemburg yang memiliki kasus perampokan dengan senjata terakhir tahun 2015 silam.

Nah untuk urutan ketiga di tahun 2018, ditempati oleh Belanda. Sejak tahun 2013 hingga kini, angka kriminalitas terus menurun. Sebanyak 24 penjara akhirnya ditutup dan dialihfungsikan. Sementara itu, lebih dari 2.000 sipir berhenti dipekerjakan. (Editor: Ruben Setiawan)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!