Inflasi Bikin Harga Kebutuhan Naik, Ternyata Ini Lho Penyebabnya

4 menit

yang tinggi menandakan harga barang sedang naik. Ini terjadi bukan tanpa alasan lho. Ada beberapa penyebab inflasi yang memengaruhi tingginya inflasi itu sendiri.

Namun, perlu dicatat. Satu atau dua barang yang harganya naik gak bakal bikin inflasi ikutan naik. Kecuali, kalau beberapa barang harganya naik terus kemudian merembet ke harga-harga barang lainnya (multiplier effect), otomatis inflasi bakal naik dengan sendirinya.

Dari pengertiannya aja udah jelas, dikutip dari Bank Indonesia (BI), inflasi adalah naiknya seluruh harga dan berlangsung terus-menerus. Intinya, inflasi ini menjadi cerminan mahal atau murahnya harga-harga di suatu negara.

Namun, perlu diingat. Inflasi yang tinggi emang gak baik buat ekonomi suatu negara, termasuk ekonomi kita. Soalnya kemampuan belanja jadi terbatas yang otomatis bikin perdagangan lesu.

Inflasi yang terlalu rendah juga gak baik lho ternyata. Emang sih harga barang cenderung turun. Tapi kalau turunnya kebangetan, yang artinya inflasinya udah sangat rendah, bisa-bisa pelaku usaha kehilangan banyak untung. Ujung-ujungnya bisa terjadi PHK sebagai langkah efisiensi.

Berhubung lagi bicara inflasi, nih dua penyebab inflasi bisa tinggi. Apa aja? Yuk disimak.

1. Permintaan tinggi, suplai rendah (demand pull inflation)

Penyebab inflasi
Banyak permintaan sampai rebutan (ekumba)

Harga barang terus stabil seandainya permintaan dan suplainya juga seimbang. Permintaan dan suplai ini jadi penentu apakah inflasi naik atau turun.

Ambil contoh aja waktu menjelang hari Lebaran. Hampir pasti harga bahan pokok bakal naik begitu dekat hari raya. Banyaknya orang yang cari ayam buat opor gak diimbangi dengan ketersediaan pasokan ayam di pasar. Ujung-ujungnya harga jadi naik.

Penyebab inflasi yang disebut demand full inflation inilah yang picu kenaikan harga di pasar jelang hari raya ataupun tahun baru.

2. Ongkos produksi naik (cost push inflation)

Penyebab inflasi
Ongkos naik (netralnews)

Penyebab inflasi yang kedua adalah ongkos produksi yang naik. Kadang-kadang harga barang mesti naik. Bukan karena semata pengin cari untung banyak, melainkan ongkos produksinya naik.

Asal tahu aja nih. Dalam jalankan usaha, profit itu seenggaknya mesti terjaga. Naiknya ongkos produksi bisa bikin profit turun kalau harga jualnya tetap sama seperti sebelumnya. Makanya daripada profit terpotong, pengusaha memilih menaikkan harga saat ongkos produksi naik.

Misalnya aja kenaikan harga BBM yang dipengaruhi harga minyak dunia. Naiknya harga BBM bikin ongkos produksi ikutan naik. Jadi, gak usah heran saat BBM naik, ada harga barang yang ikutan naik.

Kenaikan ongkos produksi bisa juga dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Biasanya industri yang bakal terkena dampak langsung dari pergerakan dolar adalah ekspor- impor dan industri manufaktur.

Nih 4 komponen yang jadi bagian dari penyebab inflasi

Penyebab inflasi
Komponen penyebab inflasi (geotimes)

Dua penyebab inflasi di atas ternyata gak lepas dari beberapa komponen berikut.

1. Naik kebutuhan pokok (volatile foods)

Komponen yang juga jadi penentu inflasi adalah naiknya kebutuhan pokok atau volatile foods. Kamu pasti pernah dengar dong berita inflasi naik gara-gara harga harga sembako naik? Nah, pergerakan harga sembako inilah yang kadang-kadang menentukan tingkat inflasi.

Bersumber dari Indeks Harga Konsumen (IHK), ada tujuh kebutuhan yang adalah kebutuhan pokok di Indonesia.

  • Bahan makanan
  • Makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau
  • Perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar
  • Sandang
  • Kesehatan
  • Pendidikan, rekreasi, dan olahraga
  • Transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

2. Pengaturan harga oleh pemerintah (administered price)

Salah satu contoh kenapa komponen ini berpengaruh terhadap penyebab inflasi adalah kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Selain rumah tangga, pelaku usaha merasa paling diberatkan dengan naiknya TDL. Sebab, kenaikan TDL menyebabkan ongkos produksi naik.

Ujung-ujungnya seperti yang udah dijelaskan sebelumnya. Harga-harga barang dinaikkan. Sebab kalau bertahan di harga yang sama, pengusaha bisa tekor.

Makanya pemerintah sangat mempertimbangkan keputusan ini karena melihat dampaknya tersebut. Alasan yang dikemukakan pemerintah dengan menaikkan TDL, yaitu demi sehatnya keuangan negara.

3. Campur tangan Bank Indonesia (BI)

Bank Indonesia gak bakal tinggal diam melihat inflasi yang naik terus-terusan. Cara yang diambil BI agar inflasi turun dan menjadi stabil adalah menaikkan suku bunga acuan.

Dengan dinaikkannya suku bunga acuan, peredaran rupiah di masyarakat berkurang. Sebab masyarakat lebih memilih menyimpan uangnya dalam bentuk tabungan di bank daripada membelanjakannya.

4. Naiknya harga barang impor (imported inflation)

Gini nih gak enaknya dari nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar. Harga barang-barang impor jadi mahal. Kalau begitu ceritanya, inflasi di sini pun ikutan naik.

Buat mengatasi ini, pemerintah wajib campur tangan menstabilkan nilai tukar rupiah. Salah satu yang dilakukan BI adalah menaikkan suku bunga acuan. Harapannya, dana investor yang ada di Indonesia gak berpindah ke negara lain, semisal Amerika Serikat.

Berinvestasilah biar uang gak tergerus inflasi

Udah tahu kan sekarang kenapa inflasi bisa rendah ataupun tinggi? Intinya, inflasi itu gak selalu stabil. Karena itu, kita mesti bersiap seandainya aja inflasi naik.

Cara mengantisipasinya adalah dengan berinvestasi dalam bentuk deposito atau pun reksa dana agar nilainya gak tergerus inflasi. Jadi, sudahkah kamu berinvestasi?

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!