5 Hal Umum yang Bikin Kerja Sampinganmu Gak Menghasilkan Cuan

3 menit
Kerja sampingan
Penyebab kerja sampingan gak sukses (Shutterstock)

Tak sedikit para pekerja kantoran menjalani kerja sampingan. Tujuannya, untuk menambah pundi-pundi uang mereka.

Kesempatan untuk terjun ke dunia kerja sampingan kini sudah tidak sulit lagi. Banyak area yang bisa dijamah mereka yang menginginkan tambahan uang. Tentunya, kerja sampingan bisa dikerjakan di manapun dan kapanpun asal gak mengganggu pekerjaan utama.

Sebut saja desain grafis, penulis lepas, atau fotografer lepas. Semua profesi ini bisa dikerjakan kapanpun sesuai waktu senggang. Tapi, tetap harus menjaga komitmen yang kamu buat bersama klien.

Namun, untuk menuju sukses juga gak gampang, banyak dari mereka yang justru mengalami kegagalan, padahal sudah mengorbankan waktu istirahat.

Seperti dikutip dari susie-moore.com, setidaknya ada lima penyebab umum yang membuat mereka yang terjun ke kerja sampingan mengalami kegagalan. Apa saja? Simak di sini:

1. Memilih bidang yang gak disukai

Memilih bidang yang tak disukai
Memilih bidang yang tak disukai

Misalnya, kamu memutuskan untuk membuka bisnis online. Tapi, barang yang kamu jual adalah barang-barang yang justru kamu gak pahami.

Karena kamu mengambil kesempatan itu berdasarkan perhitungan peluang saja. Mungkin cara seperti ini bisa berhasil, namun dengan persentase sangat kecil.

Contoh, kamu adalah seorang pekerja kantoran biasa yang mencoba menjual alat-alat medis secara online.

Kalau background kamu bukan dari ilmu medis, mungkin kamu bakalan bingung ketika ada calon pembeli yang bertanya tentang produk tersebut. Alhasil, kamu gagal deh mendapatkan penghasilan tambahan.

Baca juga: 5 Pekerjaan Sampingan yang Gak Menguntungkan, Jangan Berani Coba-Coba!

2. Minta persetujuan orang lain

Minta persetujuan orang lain
Minta persetujuan orang lain

Kerja sampingan itu seharusnya disesuaikan dengan kemampuan yang kamu miliki. Tapi, banyak dari mereka yang meminta pendapat orang lain. Misalnya teman, soal kerja sampingan dan kamu mengamini perkataan mereka.

Karena kapasitas dan passion masing-masing orang berbeda. Jadi lebih baik percaya lah pada dirimu sendiri.

Baca juga: 6 Pekerjaan Sampingan yang Cocok buat Karyawan Sibuk

3. Menyepelekan kompetitor

Sepelekan kompetitor
Sepelekan kompetitor

Persaingan adalah hal yang bagus dalam bisnis. Ketika kamu membangun produk kerja sampinganmu, jangan sesekali menyepelekan keberadaan kompetitor.

Yang sering terjadi adalah seperti itu, kadang mereka melupakan pesaing dan berorientasi saja pada hasil, hingga akhirnya tertinggal jauh dari pesaingnya.

Padahal, banyak pelajaran dan inspirasi yang bisa kamu dapatkan dari kompetitor. Coba pelajari model bisnis dan sisi positif mereka. Tapi, jangan sesekali menjadikannya sebuah tekanan atau intimidasi terhadap bisnis sampinganmu ya!

4. Gak punya relasi

Gak punya relasi
Gak punya relasi

Namanya kerja sampingan, biasanya dimulai dengan modal minim. Dari modal minim ini tentunya kita gak memikirkan metode pemasaran dan lain-lainnya.

Nah, ada baiknya sebelum memulai kerja sampingan, kamu sudah memiliki jaringan pertemanan yang banyak. Bisa promosikan dari mulut ke mulut tentang pekerjaan yang sedang kamu jalankan ini.

Itulah strategi pemasaran ngirit yang bisa diterapkan oleh usaha dengan bujet minim seperti kerja sampingan.

Semakin luas relasimu, semakin besar pula kesempatan jasa/produk kerja sampinganmu dilirik orang. Coba bayangkan kalau kamu gak punya jaringan, bagaimana caranya dapat klien, mengandalkan media sosial saja gak cukup.

5.  Ragu-ragu memulainya

Ragu-ragu
Ragu-ragu

Beberapa orang lebih senang untuk hanya sekedar berbicara atau bahkan hanya jago merumuskan konsep. Tapi, dalam pelaksanaannya, mereka dipenuhi rasa keragu-raguan.

Hal ini justru yang menjadi penghambat kamu sukses dalam bisnis kerja sampingan. Jangan cuma jago berbicara dan membuat konsep, keberanian untuk mengeksekusi juga sangat diperlukan.

Kan jadi percuma kalau sudah memikirkan banyak hal dengan matang, tapi gak dilaksanakan juga.

Ketika berniat untuk menyemplung ke dunia kerja sampingan, yang artinya menambah kesibukanmu selain pekerjaan utama, harus memerhatikan beberapa hal.

Yang paling utama adalah soal waktu, apakah kamu yakin bisa menjalankannya berbarengan dengan pekerjaan utama kamu sebagai karyawan kantoran. Mengingat jam kerja karyawan pada umumnya dari pagi hingga malam hari.

Artinya, kamu hanya bisa mengerjakan proyek kerja sampingan ketika malam hari sehabis pulang kantor dan sebelum tidur. Hal itu tentu bisa memengaruhi kualitas istirahatmu.

Sekalinya dikerjakan pada saat weekend, kamu juga berarti harus merelakan masa-masa tenangmu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat atau berekreasi. (Editor: Chaerunnisa)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.