Selain Aksi 22 Mei, Ini Lho Penyebab-Penyebab Lain yang Bikin Rupiah Melemah

3 menit
penyebab rupiah melemah
Apa penyebab rupiah melemah? (Pixabay/Mohamad Trilaksono)

Aksi 22 Mei yang rencananya berlangsung damai ternyata berujung ricuh. Akibatnya, Sarinah hingga Pasar Tanah Abang harus tutup sementara waktu. Terus banyak pekerja di titik-titik rawan diliburkan. Gak ketinggalan, kericuhan tersebut jadi penyebab Rupiah melemah.

Nilai tukar Rupiah pada 22 Mei dilaporkan mengalami pelemahan. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar yang sempat Rp 14.456 bergerak naik menjadi Rp 14.525. Kabarnya nih kalau kericuhan terus berlanjut, bukan gak mungkin nilai Rupiah tembus Rp 15.000 per satu dolar.

Untungnya kericuhan kemarin itu akhirnya mereda dan Rupiah kembali menguat. Asal tahu aja nih, pelemahan Rupiah yang terjadi dan berlangsung terus-menerus bisa memicu terjadinya krisis ekonomi lho, seperti krisis ekonomi yang pernah terjadi pada tahun 1998.

Nah, selain kericuhan aksi 22 Mei kemarin, ada hal-hal lain yang jadi penyebab Rupiah melemah seperti yang dikutip dari Bank Indonesia. Apa aja? Yuk, disimak.

Baca juga: Pelemahan Rupiah sampai Lesunya Pariwisata, Ini 5 Dampak Kerusuhan 22 Mei

1. Impor banyak barang hingga penggunaan jasa dari luar negeri

penyebab rupiah melemah
Banyak impor barang maupun jasa. (Pixabay)

Pada dasarnya, melemah atau menguatnya Rupiah tergantung dari kebutuhan dan ketersediaan mata uang itu sendiri. Misalnya aja banyak orang yang membutuhkan Dolar ketimbang Rupiah maka nilai tukar Rupiah dipastikan melemah.

Dari situ bisa diketahui, impor barang dan penggunaan jasa dari luar negeri menjadi salah satu penyebab Rupiah melemah. Impor barang yang tinggi menyebabkan permintaan Dolar menjadi tinggi. Asal tahu aja nih, Dolar masih dipercaya dunia sebagai mata uang internasional.

Sebaliknya, minimnya permintaan barang dan jasa dari luar negeri bikin Rupiah stabil, bahkan cenderung menguat. Jadi, kalau kamu pengin Rupiah stabil dan menguat, kurang-kurangi deh pakai produk atau jasa impor.

Baca juga: Perang Dagang Memanas! Akibatnya Tiga Industri Ini Buntung

2. Memiliki banyak utang luar negeri jadi salah satu penyebab Rupiah melemah

penyebab rupiah melemah
Banyak utang luar negeri. (Pixabay)

Hal lain yang menjadi penyebab Rupiah melemah adalah banyaknya utang luar negeri yang dimiliki suatu negara. Buat membayar utang luar negeri tersebut, tentu aja dibutuhkan mata uang yang telah disepakati bersama dalam transaksi pembayaran utang.

Lagi-lagi Dolar Amerika Serikat menjadi mata uang yang selalu dipilih dalam pembayaran utang tersebut. Dengan kata lain, Rupiah yang dikumpulkan negara ditukarkan ke Dolar buat membayar utang berikut bunganya. Permintaan Dolar pun naik dan Rupiah melemah.

Sayangnya, pembayaran utang ini gak semudah ide mencetak Rupiah sebanyak-banyaknya lalu ditukar ke Dolar. Sebab mencetak Rupiah juga mempertimbangkan inflasi. Semakin banyak mata uang beredar mendorong naiknya barang-barang kebutuhan yang berarti naiknya inflasi.

Indonesia sendiri saat ini memiliki jumlah utang luar negeri yang masih terbilang aman, yaitu 36 persen rasionya terhadap Produk Domestik Bruto atau sebesar Rp US$ 383,3 miliar atau Rp 5.450 triliun. Utang tersebut terdiri dari utang Pemerintah dan utang swasta.

Baca juga: Dolar Hingga Rupiah, Jadi Begini Asal Usul Nama 8 Mata Uang di Dunia

3. Menguatnya ekonomi Amerika Serikat

penyebab rupiah melemah
Ekonomi AS menguat. (Pixabay)

Bangkitnya ekonomi Amerika Serikat dan beranjak menguat patut diwaspadai. Sebab penguatan ekonomi negeri Paman Sam ini menjadi penyebab melemahnya Rupiah.

Kok, bisa? Melihat ekonomi AS yang cenderung menguat bikin bank sentral AS atau Federal Reserve System (FED) menaikkan suku bunga acuan. Akibatnya, banyak investor atau pemilik modal menukarkan uangnya ke Dolar buat diinvetasikan di Amerika Serikat.

Rupiah pun dijual dan permintaan mata uang Dolar naik. Situasi ini kemudian mendorong pelemahan mata uang Rupiah. Sebab, banyak investor yang melepas kepemilikan Rupiahnya.

4. Melemahnya ekonomi China

penyebab rupiah melemah
Ekonomi China melemah. (Pixabay)

Indonesia termasuk salah satu mitra ekonomi China. Tingginya permintaan dari China terhadap barang-barang dari Indonesia berefek pada penguatan mata uang Rupiah.

Sayangnya, situasi yang menguntungkan tersebut bisa berubah kalau ekonomi China melemah. Negara dengan jumlah penduduk yang banyak tersebut menurunkan impor dari negara-negara lain, termasuk Indonesia. Akibatnya, penukaran Yuan China ke Rupiah menurun.

Sebagai tambahan informasi, pelemahan Rupiah mendorong munculnya dampak-dampak, seperti:

  • Barang-barang impor jadi mahal.
  • Berkurangnya minat investor berinvestasi di Indonesia.
  • Suku bunga acuan BI naik.
  • Cadangan devisa tergerus karena digunakan buat stabilkan Rupiah.
  • Nilai utang luar negeri meningkat.

Nah, itu tadi beberapa penyebab Rupiah melemah beserta dampak-dampak yang ditimbulkannya. Semoga informasi di atas bermanfaat ya! (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!