Pepatah Suku Sunda Ini Udah Jadul Banget, Tapi Bikin Kamu Sukses di Zaman Now

4 menit
Raffi Ahmad, salah satu aktor dari suku sunda yang sukses (Instagram).

Suku Sunda terkenal dengan wataknya yang lembut. Hal inilah yang bikin kebanyakan dari mereka mampu berbaur dengan masyarakat. Bahkan, meskipun sekeliling mereka berbeda suku.

Gak heran kalau banyak orang Sunda gak cuma sukses di tanah kelahiran mereka tetapi juga saat merantau. Kamu bisa lihat sendiri teman-teman di kantor, sekolah, dan bahkan pesohor di Indonesia. Kamu pasti mudah banget bertemu sama orang suku Sunda, kan?

Sebut aja beberapa tokoh Indonesia, seperti misalnya komedian Aming, pejabat seperti Agum Gumelar, dan artis. Mulai dari Raffi Ahmad, Syahrini, dan sebagainya. Gak kalah hebat ada pengusaha bernama Eddy Kusnadi Sariaatmadja yang berdarah Sunda. Eddy adalah salah satu pengusaha terkaya di Indonesia yang masuk dalam daftar Forbes.

Keren!

Pengin jadi kayak orang suku Sunda yang sukses tersebut? Ternyata kebanyakan orang Sunda mengaplikasikan beberapa peribahasa Sunda berikut dalam kehidupan mereka.

Pepatah Sunda ini boleh aja udah baheula alias zaman dulu namun bisa jadi motivasi sukses bahkan di saat modern. Yuk, simak beberapa pepatah urang Sunda berikut ini.

1. Kudu silih asih, silih asah, jeung silih asuh

Ini adalah salah satu prinsip orang Sunda yang paling mendasar. Pepatah ini sering disebutkan oleh orang dari suku Sunda.

Pepatah ini sering diucapkan oleh orangtua pada anak-anak mereka agar mudah bergaul. Gak heran deh kalau banyak orang Sunda emang mudah bergaul. Dengan demikian, mereka pun lebih mudah buat sukses. Sebab, mereka tipikal orang yang bekerja sama dalam tim.

2. Kudu bisa kabulu kabale

Bersisian dengan pepatah sebelumnya, prinsip ini bikin orang Sunda mudah berbaur dengan masyarakat.

Kamu harus mengakui bahwa buat sukses, gak bisa melakukannya seorang diri. Kamu harus bisa bergaul dengan lingkungan. Bukan KKN namun networking itu penting guna meraih jenjang karier yang kamu inginkan.

3. Kalakuan keok memeh dipacok

Kamu pasti udah sering dengar pepatah ini dalam bahasa Indonesia. Ternyata prinsip ini dipakai juga oleh suku Sunda.

Saat kamu pengin sukses khususnya dengan memutuskan untuk merantau maka teruskan. Jangan menyerah dan merasa minder serta menganggap diri kamu gak bisa sukses kelak. Coba dulu sampai titik terakhir kamu.

4. Sacangreud pageuh sagolek pangkek

Kalimat di atas sebenarnya agak sulit diterjemahkan secara langsung ke bahasa Indonesia. Frasa “sacangreud pageuh” bisa berarti “terikat sangat kuat”. Secara bebas, terjemahannya adalah seperti di atas, yaitu kamu harus punya komitmen, menepati janji, dan konsisten.

Tiga hal tersebut sangat penting dalam dunia kerja maupun bisnis. Kalau pengin seperti Kang Eddy yang masuk Forbes misalnya, kamu harus bisa komitmen dan konsisten dengan usaha. Gitu juga saat kamu bekerja di kantor, mesti cukup loyal pada pekerjaan.

5. Bobot pangayun timbang taraju

Gimana caranya agar kamu bisa berkomitmen pada rencana yang udah dibuat? Pepatah suku Sunda ini jadi landasan buat kamu sebelum bikin rencana tertentu.

Saat kamu pengin berbisnis misalnya. Kamu mesti hitung untung-rugi, bikin strategi, dan sebagainya. Dari situlah, kamu bisa tentukan apakah bakal bisa menjalankan bisnis tersebut atau gak. Jadi, jangan asal semangat aja.

6. Neangan luang ti papada urang

Ini jadi salah satu prinsip paling penting bagi orang Sunda. Pepatah ini mengajarkan orang Sunda untuk mau belajar pada mereka yang lebih berpengalaman.

Gak perlu gengsi untuk mengakui bahwa kamu masih minim skill. Justru dengan sadar diri, kamu bakal lebih mudah buat menggerakkan diri untuk belajar dari orang lain. Baik di kampung halaman atau merantau, kamu bakal jadi lebih rendah hati untuk belajar banyak hal baru.

7. Kudu nyanghulu ka hukum, nunjang ka nagara, mupakat ka balaréa

Pepatah ini pun jadi bagian penting masyarakat Sunda. Pandangan hidup orang Sunda didasari oleh sikap menjunjung tinggi hukum, membela negara, serta berupaya buat menyuarakan suara rakyat.

Gak heran kalau banyak orang Sunda akhirnya memilih buat jadi pejabat negara. Sebab, salah satu untuk merealisasikan kehendak masyarakat adalah duduk di pemerintahan. Bukan begitu? Tentu dengan catatan, komitmen tinggi dari orang tersebut.

Gak cuma itu aja, dalam berbisnis pun demikian. Kamu mesti memegang prinsip buat taat hukum. Misalnya, kalau kamu punya usaha maka kamu wajib lapor pajak.

Sungguh mulia pepatah suku Sunda yang udah disebutkan di atas. Pepatah-pepatah di atas boleh jadi udah kolot namun ternyata masih bisa diterapkan buat masyarakat modern.

Dengan menerapkan prinsip mulia tersebut, bukan gak mungkin kamu jadi orang sukses dan kaya raya. Tuai yang baik pasti kamu hasilkan yang baik pula. (Editor: Winda Destiana Putri).

Helda
Helda

Tidak normal tapi spesial. Blogger merangkap content writer yang secara ajaib tersesat di bidang keuangan. Semua tulisan di sini tersedia berkat bantuan kopi tanpa gula.