8 Negara di Asia Ini Justru Diuntungkan Apabila Perang Dagang Memanas!

3 menit
perang dagang
8 Negara di Asia Ini Justru Diuntungkan Apabila Perang Dagang Memanas!, (Ilustrasi/Shutterstock).

Hingga kini, perang dagang antara Amerika Serikat dengan China belum juga menemukan titik terang. Sudah lebih dari satu tahun kedua negara adidaya ini menerapkan kebijakan tarif yang gak masuk akal untuk ekspor-impor. 

Mengingat kedua negara tersebut memiliki peran penting dalam perekonomian dunia, pertikaian ini dikhawatirkan bisa mengganggu stabilitas negara-negara lainnya. Berbagai sektor bisnis pun ikutan buntung karena keegoisan Trump dan Jin Ping. 

Kedua kepala negara itu dengan sengaja meningkatkan bea impor beberapa produk. Misalnya saja seperti baja, peralatan elektronik, dan lain sebagainya. Alhasil, China harus berpikir dua kali untuk mengekspor baja ke AS, sementara AS juga harus menahan ekspor chip komputer ke Negara Tirai Bambu. 

Inilah yang menyebabkan industri sektor otomotif dan teknologi komputer menjadi korban. Perusahaan raksasa Apple misalnya, mereka sampai mengalami penurunan penjualan dan harga saham.

Selain Apple, perang dagang juga membuat Ford dan Harley Davidson harus rela menaikkan harga produknya karena meningkatnya biaya produksi. 

Baca juga: Ini 5 Negara Terkaya di Dunia, Upah Minimumnya Ada yang Rp 29 Juta!

Ternyata riset membuktikan kalau perang dagang juga mendatangkan keuntungan bagi negara lain 

perang dagang
AS dan China belum akur soal dagang, justru kedelapan negara ini diuntungkan, (Ilustrasi/Pixabay).

Sebuah bank investasi asal Jepang, Nomura pernah melakukan penelitian terkait dampak dari perang dagang. Hasilnya adalah, terdapat beberapa negara di Asia yang justru bisa ketiban untung apabila tensi AS dan China semakin memanas. Kenapa bisa begitu? 

Apabila perang tarif impor ekspor ini gak selesai-selesai, maka kecenderungannya, importir di negara AS maupun China bakal mencari negara-negara lain untuk mendapatkan bahan baku. Misalnya, China gak akan lagi meminta AS untuk mengirimkan chip komputer, atau AS juga gak bakal minta baja dari China. 

Nah, berdasarkan riset yang dilakukan Nomura, setidaknya ada 8 negara di Asia yang bakal kecipratan rejeki dari permusuhan dua negara adidaya ini. Bahkan pendapatan negara-negara tersebut bakalan naik, siapa aja ya kira-kira?

Baca juga: Pariwisata Indonesia Bisa Jadi Kunci Hadapi Dampak Perang Dagang AS-China

8 negara di Asia yang untung karena perang dagang

perang dagang
Kedelapan negara di Asia ini justru diuntungkan, (Ilustrasi/Pixabay).

Presiden Trump telah mempersiapkan langkah lain apabila perang dagang tak kunjung selesai, di antaranya adalah mencari alternatif negara lain untuk ekspor-impor sumber daya yang dibutuhkan. Gak cuma itu saja, politisi Partai Republik ini juga telah mewanti-wanti para pengusaha untuk memindahkan kantor mereka yang berada di China ke negara lain. 

Berdasarkan dari penelitian Nomura yang dikutip dari Business Insider, inilah negara di Asia yang benar-benar diuntungkan apabila AS dan China saling menghentikan hubungan perdagangan. 

1. Filipina 

Total ekspor untuk barang-barang semikonduktor dan peralatan komputer dari Filipina bisa meningkat sebesar 3,2 persen. Peningkatan jumlah ekspor itu membuat Filipina meraup 01 persen keuntungan dari produk domestik bruto mereka. 

2. Thailand 

Produk domestik bruto Thailand bisa meningkat 0,5 persen. Thailand bisa menjadi pengganti AS bagi China sebagai pemasok mesin kantor, peralatan elektronik, otomotif, emas, dan minyak. 

3. Singapura 

Negara kecil di dekat Selat Malaka ini juga ketiban untung. Produk domestik bruto Singapura bisa naik 0,7 persen dengan produk ekspor utamanya, emas. 

4. Korea Selatan 

Ekspor spare part elektronik, peralatan kantor, dan mesin pengolah data pabrikan Korea Selatan bakal meningkat akibat perang dagang. Peningkatan ini membuat produk domestik bruto mereka meningkat pula sebesar 0,7 persen. 

5. Hong Kong

Sama dengan Singapura, ekspor emas di Hong Kong juga diprediksi bakal meningkat. Produk dommestik brutonya juga ikut meningkat sebesar 1 persen. 

6. Malaysia 

Produk domestik bruto Malaysia bisa meningkat 1,5 persen akibat perang dagang. Karena Negeri Jiran bakal kebanjiran orderan alat-alat semikonduktor dan gas alam. 

7. Taiwan 

Taiwan bagi AS menjadi alternatif baru untuk mendapatkan sparepart untuk ponsel pintar. Apabila hubungan perdagangan AS dengan China resmi putus, AS diprediksi bakal menjadi mitra bisnis Taiwan terbesar. Apabila benar-benar terjadi, produk domestik bruto Taiwan bakal meningkat sebesar 2,1 persen. 

8. Vietnam 

Vietnam jadi negara di Asia yang paling diuntungkan dari perang dagang. Pasalnya, Nomura memprediksi kalau produk domestik bruto Vietnam bisa meningkat drastis sebesar 7,9 persen. Produk ekspor utamanya adalah sparepart untuk ponsel, suku cadang alat perkantoran, dan mesin pengolah data. 

Itulah delapan negara yang paling diuntungkan dari pertikaian perdagangan antara AS dan China.  Sebenarnya, Indonesia juga bisa diuntungkan kayak negara-negara lainnya. Karena Indonesia memiliki industri yang baik khususnya di dalam hal elektronik, garmen, alas kaki, hingga makanan dan minuman. 

Indonesia juga bisa terbebas dari dampak ekonomi perang dagang dengan memaksimalkan sektor pariwisata. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.