4 Perbedaan Karakter Orang Kaya dan Orang Miskin, Kamu Masuk yang Mana?

3 menit
Orang kaya
Perbedaan orang kaya vs orang miskin (Shutterstock)

Siapa sih yang gak pengin jadi orang kaya, punya banyak uang jadi bisa melakukan, bahkan membeli apapun yang mereka inginkan.

Karena itu, gak heran kalau banyak miliarder harus mengeluarkan bujet superfantastis hanya untuk memuaskan keinginan atau melakukan hobinya.

Salah satunya, miliarder Dennis Tito yang pernah berwisata ke luar negeri dan menghabiskan uang hingga US$ 20 juta atau sekitar Rp 280 miliar untuk terbang menggunakan Soyuz TM-32 milik Space Adventures pada 28 April 2001.

Kalau membayangkannya tentu saja menyenangkan banget kan. Tapi kekayaan yang mereka miliki bukan tanpa usaha dan perjuangan lho. Mereka bahkan rela mengesampingkan keinginannya hingga berpuluh-puluh tahun demi mencapai kesuksesan.

Sayangnya, hal tersebut tak berlaku untuk orang-orang yang tidak memiliki mental baja. Para orang kaya, sangat amat bisa menahan diri untuk tidak menghambur-hamburkan uang saat baru mendapatkan keuntungan sendiri.

Bahkan, banyak yang bilang kalau hal tersebut dipengaruhi oleh karakter yang memang dapat memberikan dampak besar untuk masa depan.

Seseorang yang memiliki karakter buruk dan tidak ada kemauan untuk berubah, masa depannya dipastikan akan suram, begitu pula sebaliknya.

Jadi bisa dibilang, sikap itu merupakan cerminan dari karakter seseorang dan hanya ada dua macam orang di dunia ini yaitu orang kaya dan orang miskin. Dan tentunya, kedua karakter tersebut sangatlah berbeda dan bertolak belakang.

Penasaran gak sih perbedaan karakter antara orang kaya dan orang miskin? Berikut, empat di antaranya:

Orang kaya rela berkorban dan sanggup menunda keinginan, orang miskin gak bisa menahan keinginan

Orang kaya
Orang kaya

Salah satu perbedaan antara orang kaya dan orang miskin adalah soal keinginan. Kalau orang kaya itu sangat amat bisa menunda keinginan mereka, dan mengeluarkan uang untuk membeli yang memang dibutuhkan.

Sementara orang miskin justru tidak bisa menahan keinginan mereka. Terutama soal memanfaatkan gaji.

Kalau orang kaya, saat gajian, ya biasa saja seperti biasanya. Tapi orang miskin, saat gajian langsung membelanjakan gajinya untuk membeli sesuatu yang dia inginkan. 

Itulah mengapa, mereka kerap tidak memiliki simpanan tabungan. Ya, gimana mau punya tabungan kalau uangnya selalu habis.

Baca juga: Ini Pola Pikir yang Gak Ditemukan di Orang Miskin, tapi Ada di Orang Kaya

Orang miskin doyannya hura-hura, orang kaya justru lebih bisa berhemat

Orang kaya
Orang kaya

Orang miskin sangat senang menghambur-hamburkan uang atau foya-foya. Saat punya banyak uang, mereka bahkan sangat gemar mentraktir teman-temannya demi pengakuan.

Sementara si kaya, tak perlu melakukan hal itu. Mereka justru lebih bisa berhemat karena memikirkan masa depan. Uangnya dialihkan untuk tabungan atau investasi. 

Jadi, gak masalah tuh buat mereka mengepres pengeluaran saat muda demi hidup nyaman saat tua.

Orang kaya tidak cepat merasa puas, kebalikan sama orang miskin

Orang kaya
Orang kaya

Sadar atau gak saat orang miskin mencapai apa yang ia inginkan, seperti naik gaji, naik jabatan dan apapun itu, mereka umumnya sudah tidak akan belajar lagi alias cepat puas. Jadi, bisa dibilang orang miskin itu sangat cepat terlena dengan apa yang dia dapatkan.

Hal itu, tentu saja berbeda dengan orang kaya yang akan terus meningkatkan diri dan belajar untuk menjadi lebih baik lagi.

Orang kaya rela bertindak meski takut, orang miskin membiarkan rasa takut menghentikan mereka

Orang kaya
Orang kaya

Karakter lainnya yang berseberangan antara si kaya dan miskin adalah menghadapi ketakutan. Orang kaya menghadapi rasa takut dengan segala konsekuensinya, meski harus mengorbankan banyak hal demi mencapai kesuksesan.

Sementara orang miskin, justru memilih mundur karena terbayang-bayang dengan rasa takut yang dimiliki. Itulah yang akhirnya menghentikan langkah mereka untuk sukses.

Itulah perbedaan karakter antara orang kaya dan orang miskin yang sangat bertolak belakang dalam menyikapi soal uang dan juga masa depan. Setuju? (Editor: Chaerunnisa)

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.