7 Perbedaan Karakter Antara Pengusaha Vs Pekerja, Kamu yang Mana?

4 menit
Perbedaan karakter pengusaha dan pekerja (Shutterstock)

Pernah merasa letih bekerja dan berpikir untuk menjadi pengusaha? Sebaiknya kamu ketahui dulu tujuh perbedaan karakter antara pekerja dan pengusaha supaya gak salah pilih ke depannya.

Setelah memasuki usia angkatan kerja, umunya para calon pekerja berbondong-bondong pergi ke event job fair untuk mencari pekerjaan.

Sebagian lainnya ada yang memilih melamar pekerjaan melalui portal lowongan pekerjaan. Semua itu dilakukan demi bisa membiayai kehidupan diri sendiri.

Untuk yang mau mencoba cara anti-mainstream, mereka bisa untuk langsung coba merintis usaha meski gak ada jaminan langsung berhasil. Tujuannya juga hampir sama, untuk menghidupi kebutuhan pribadi.

Dari kedua pilihan di atas, terlihat ada perbedaan dalam diri seseorang untuk mencapai kesuksesan. Selain sekadar jalan yang berbeda, terdapat hal lainnya yang membedakan dua karakter orang tersebut.

Yuk, simak tujuh perbedaan karakter antara pengusaha dan pekerja berikut ini:

1. Pekerja melatih kelemahan, pengusaha melatih kelebihan

Pengusaha
Pekerja melatih kelemahan, pengusaha melatih kelebihan (Shutterstock)

Dikutip dari Entrepreneur, dalam dunia kerja kita diarahkan untuk bisa melakukan berbagai macam tugas agar lebih efisien. Caranya, dengan melatih suatu hal yang sebelumnya kita kurang kuasai supaya bisa dikerjakan.

Sebaliknya, di dunia usaha para pelaku bisnis akan mengembangkan apa yang menjadi kelebihan dari diri mekeka sendiri. Dengan begitu produk atau jasa yang dijual bisa semakin berkembang.

Baca juga: Dulu 10 Pengusaha Sukses Indonesia Ini Merangkak dari Nol, Sekarang Jadi Menteri

2. Pekerja berusaha perfeksionis, pengusaha berusaha bangkit

Pengusaha
Pekerja berusaha perfeksionis, pengusaha berusaha bangkit (Shutterstock)

Karyawan yang bekerja di suatu perusahaan akan terus diawasi oleh atasan mereka untuk meminimalkan kesalah yang terjadi. Karena jika tidak, akan berpengaruh terhadap performa keseluruhan tim.

Sedangkan dalam diri seorang entrepreneur ditanamkan rasa untuk mau mencoba dan tidak takut buat gagal.

Pasalnya, lebih baik gagal dari pada gak mencoba sama sekali. Kita bisa melihat contoh pemilik Alibaba Group yakni Jack Ma yang sempat jatuh bangun sebelum berhasil menjadi salah satu orang terkaya di China.

3. Pekerja seorang multitasking, pengusaha monotasking

Pengusaha
Pekerja seorang multitasking, pengusaha monotasking (Shutterstock)

Jika dihadapkan pada suatu pilihan umumnya para karyawan akan mencoba ke hal yang lebih menarik. Karena mereka takut kesempatan tersebut gak akan datang kembali.

Bagi wirausahawan fokus pada yang sedang dikerjakan lebih penting di bandingkan mencoba hal yang belum tentu berhasil baginya.

CEO Amazon Warren Buffet pernah berkata, “Yang membedakan orang sukses dengan orang yang sukses banget adalah orang yang sukses banget hampir selalu berkata tidak pada segala hal.”

4. Pekerja merasa terancam dengan orang pintar, pengusaha merekrutnya

Pengusaha
Pekerja merasa terancam dengan orang pintar, pengusaha merekrutnya (Shutterstock)

Dalam sebuah korporasi yang ketat, sudah pasti seleksi alam akan terjadi pada suatu saat. Di mana yang pintar akan tergeser dengan yang lebih pintar. Tentu ini bakal menjadi ancaman bagi siapapun, termasuk yang pintar.

Jika karakternya dibubah menjadi seorang pebisnis, pasti kita akan mencari orang yang lebih pintar dari sebelumnya guna menghasilkan sesuatu secara lebih produktif. Buat apa udah menggaji mahal-mahal tapi hasilnya belum maksimal?

5. Pekerja mencari keseimbangan hidup, pengusaha menghindarinya

Pengusaha
Pekerja mencari keseimbangan hidup, pengusaha menghindarinya (Shutterstock)

Untuk beberapa orang keseimbangan hidup antara pekerjaan dan kehidupan pribadi adalah sesuatu yang gak bisa ditolerir lagi.

Pasalnya, jika waktu bekerja udah melampaui batas bisa menyebabkan produktivitas bekerja jadi berkurang. Lebih parahnya lagi bisa mengakibatkan stres bahkan depresi.

Tapi kalau kamu adalah seorang yang gak punya masalah dengan keseimbangan hidup mungkin menjadi seorang pebisnis adalah jawabannya.

Di bandingkan mencari keseimbangan, mereka justru percaya bahwa kesulitan yang dihadapi merupakan sebuah konsekuensi atas apa yang dipilih. Semua rasa sakit yang dirasakan akan terbayarkan suatu saat nanti.

6. Pekerja mengincar jenjang karier, pengusaha mengejar peningkatan bisnis

Mengutip dari Huffpost, untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik salah satu cara bagi seorang karyawan ialah dengan bekerja keras mendapatkan jenjang karier. Pola pikir seperti itu udah pasti akan tertanam dalam dirinya.

Sedangkan bagi pelaku usaha mereka akan mencari cara bagaimana bisnis yang dijalani mampu terus berkembang. Caranya bukan cuma dengan bekerja keras, tapi juga melahirkan ide yang kreatif dan inovatif.

7. Uang adalah segalanya, waktu adalah uang

Kamu pasti pernah mendengar istilah ‘Time is Money’? Nah, kata-kata ini sangat cocok menggambarkan karakter seorang pebisnis karena semua waktu yang mereka lakukan semata-mata untuk berinvestasi pada produk yang dikembangkan.

Bagi para pekerja, mereka hanya mengharapkan uang sebagai timbal balik tugas yang dikerjakan. Bisa tetap bermanfaat juga apabila sebagian uangnya digunakan untuk berinvestasi.

Itulah perbedaan karakter antara pengusaha dan pekerja. Kira-kira karakter mana yang  sesuai menggambarkan diri kamu saat ini, seorang pekerja atau pengusaha? (Editor: Chaerunnisa)

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1