Buat Pemula, Pahami Perbedaan Saham dan Obligasi Biar Dapat Untung Maksimal

5 menit
perbedaan saham dan obligasi
Apa perbedaan saham dan obligasi? (Shutterstock)

Masih banyak orang, terutama para pemula yang belum mengetahui apa perbedaan saham dan obligasi. Meskipun sama-sama masuk ke dalam jajaran instrumen investasi yang menguntungkan, tapi kedua investasi itu berbeda lho.

Karena itu, kali ini MoneySmart.id ingin memberikan ulasan lengkap mengenai perbedaan antara saham dan obligasi, khususnya buat kamu yang baru atau akan terjun ke dunia investasi.

Tujuannya sih agar kamu bisa menghasilkan cuan alias keuntungan yang maksimal. Selain itu, sesuai juga dengan tujuan investasi kamu. Pasalnya, salah satu kunci sukses investasi adalah pemilihan instrumen investasinya sesuai dengan tujuan. Untuk itu, penting banget bagi kamu memilih jenis investasi yang tepat.

Gak usah berlama-lama, mending langsung aja yuk simak perbedaan saham dan obligasi di bawah ini.

Baca juga: Buat Pemula, Ini Panduan Investasi Saham dari Ahlinya

Apa itu saham dan obligasi?

perbedaan saham dan obligasi
Layar yang menampilkan perdagangan saham di pasar modal. (Tempo)

Secara umum, saham dan obligasi memiliki tujuan yang hampir sama yaitu menanamkan modal atau dana untuk meraih pundi-pundi kekayaan dari perusahaan.

Namun perbedaannya adalah, saat perusahaan menerbitkan saham berarti mereka menjual sebagian kepemilikannya kepada pihak lain. Nah, bedanya dengan obligasi, saat perusahaan mengeluarkan obligasi, itu artinya mereka menerbitkan surat utang yang bisa kamu beli. Kamu yang memiliki obligasi berhak mendapatkan pembayaran dari pokok utang ditambah dengan bunga.

Jadi, saham adalah bentuk kepemilikan suatu perusahaan yang biasanya berbentuk dokumen. Sang pemilik saham berhak mendapat keuntungan perusahaan atau yang kerap disebut dengan dividen.

perbedaan saham dan obligasi
Formulir pembelian obligasi di sebuah bank di Tanah Air. (Tempo)

Sementara obligasi itu adalah surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan maupun instansi pemerintah sebagai bentuk peminjaman uang yang kemudian akan dibayarkan kembali sebesar harga pokok utang beserta bunga atau istilahnya disebut kupon.

Baca juga: Bunganya Lebih Besar dari Deposito! Ini Keuntungan Investasi Obligasi

Persamaan saham dan obligasi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas kalau saham dan obligasi itu merupakan instrumen investasi yang sangat menguntungkan dan bisa menghasilkan banyak keuntungan. Berikut ini tiga persamaannya:

1. Memiliki klaim atas laba dan aktiva

Para pemilik saham dan obligasi memiliki klaim atas laba dan aktiva. Pasalnya, kedua instrumen investasi ini menjanjikan kepada para pemiliknya pendapatan yang berupa aset yaitu uang dan aset-aset lainnya.

Nah, klaim itu terjadi pada tanggal transaksi atau saat pembelian saham dan penandatanganan obligasi yang kemudian dapat dieksekusi saat jatuh tempo. Jadi, intinya saham dan obligasi itu menjanjikan pendapatan bagi para pemiliknya.

2. Memiliki hak tebus

Para pemilik saham dan obligasi juga memiliki hak tebus yaitu pilihan untuk menukar saham dan obligasi dengan uang.

3. Surat berharga

Persamaan lain antara saham dan obligasi adalah sebagai surat berharga. Jadi, keduanya merupakan bentuk perjanjian hitam di atas putih yang berupa perjanjian dan telah disetujui oleh kedua belah pihak. Nah, surat berharga tersebut sama-sama dapat diperjualbelikan di bursa efek maupun pasar modal.

Baca juga: Dengan 6 Trik Ini Kamu Berpeluang Untung Besar dari Main Saham Online

Jenis saham dan obligasi

Sebelum terjun mengalokasikan danamu ke salah satu instrumen investasi tersebut, ada beberapa jenis saham dan obligasi yang perlu kamu ketahui, seperti:

Jenis saham:

  • Saham biasa (common stocks) memiliki klaim pada pendapatan dan aset perusahaan. Namun, kewajibannya pun terbatas yang berarti saat perusahaan bangkrut, maka kerugian yang ditanggung pemegang saham adalah sebesar investasinya saja.
  • Saham preferen (preferred stock) memiliki karakteristik saham biasa dan obligasi. Jadi, pendapatan yang diperoleh adalah dividen yang rate-nya bersifat tetap layaknya bunga obligasi. Bahkan para pemilik saham preferen akan memperoleh hak utama dalam pada dividen saat perusahaan dilikuidasi.

Jenis obligasi:

  • Obligasi dengan jaminan (secured bonds), yaitu jenis obligasi yang dijamin dengan jaminan tertentu. Jenis obligasi ini berupa, obligasi dengan garansi (guaranteed bonds), obligasi dengan jaminan harta (mortgage bonds), obligasi dengan jaminan efek (collateral bonds) dan obligasi dengan jaminan peralatan (equipment bonds).
  • Obligasi tanpa jaminan (unsecured bonds), yaitu bentuk obligasi yang diberikan hanya dalam bentuk kepercayaan semata, seperti debenture bonds yakni obligasi yang diterbitkan pemerintah dan subordinate bonds.

Apa yang terjadi saat perusahaan bangkrut?

Selain sumber keuntungannya yang berbeda, ada perbedaan yang paling mencolok antara kedua instrumen investasi saham dan obligasi yaitu saat perusahaan pailit alias bangkrut.

Para investor saham akan menjadi pihak yang paling terakhir mendapatkan dana balik saat perusahaan mengalami kebangkrutan. Sedangkan para pemegang obligasi akan menjadi pihak yang didahulukan untuk mendapatkan hak saat perusahaan pailit.

Jadi, saat pemilik obligasi sudah mendapatkan hak mereka, barulah sisa uangnya dibagikan kepada para pemegang saham. Bahkan dalam kondisi terburuk, para pemilik saham bisa tidak mendapatkan apapun saat perusahaan bangkrut.

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Membeli Saham buat Investor Pemula

Tabel persamaan dan perbedaan saham dan obligasi

SAHAM OBLIGASI
Deskripsi singkat Surat kepemilikan perusahaan Surat hutang
Badan yang dapat mengeluarkan Perusahaan terbuka (Tbk.) Perusahaan dan pemerintah
Pembagian keuntungan Dividen, diambil dari keuntungan bersih perusahaan harga pokok dan bunga
Jangka waktu Tidak terbatas, selama perusahaan itu masih ada Terbatas, jangka waktu pembayaran telah ditentukan
Kewajiban badan untuk membayar Hanya jika perusahaan untung Sangat wajib untuk dibayar
Risiko investasi Besar, karena perusahaan bisa merugi maupun bangkrut Kecil, karena perusahaan wajib membayar, tidak memperdulikan keuntungan perusahaan
Keuntungan investasi High risk, high reward.

Jika untung, dapat menghasilkan uang dalam jumlah besar, lebih besar daripada obligasi.

Low risk, low reward.

Pemegang obligasi pasti mendapatkan sejumlah keuntungan setiap tahunnya.

Apa yang terjadi jika perusahaan bangkrut (likuidasi) Saham menjadi tidak berharga. Perusahaan membayar laba terakhir, jika ada. Pemegang obligasi diprioritaskan untuk dibayar. Aset perusahaan yang tersisa bisa digunakan untuk membayar pemegang obligasi.
Sisi perpajakan Dividen adalah bagian laba perusahaan setelah dikenai pajak Bunga obligasi terlebih dahulu dikeluarkan sebagai biaya (tidak kena pajak)
Fluktuasi harga Harga saham fluktuatif dan sensitif terhadap kondisi ekonomi makro dan mikro Harga obligasi relatif stabil dan sensitif terhadap tingkat bunga dan inflasi
Hak suara atas perusahaan Pemegang saham punya hak suara atas kebijakan perusahaan Pemegang obligasi tidak punya hak suara atas kebijakan perusahaan
Contoh Saham PT Sampoerna Tbk

Saham Bank Central Asia (BCA)

Surat Utang Negara (SUN)

Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

Lebih baik mana, investasi saham atau obligasi?

Gimana, sekarang udah tahu kan perbedaan saham dan obligasi? Jadi, meski sama-sama dapat memberikan cuan banyak, jelas kedua instrumen itu memiliki perbedaan yang cukup mencolok.

Selanjutnya, jenis investasi mana yang sebaiknya dipilih, saham atau obligasi?

Kalau bertanya seperti itu, jawabannya sudah pasti balik ke profil risiko kamu. Apa maksudnya? Ya, jadi kamu perlu mengetahui seberapa besar risiko yang berani kamu tanggung.

Kalau kamu termasuk dalam kategori yang siap menanggung risiko tinggi alias investor agresif, maka investasi saham bisa menjadi pilihan terbaik. Apalagi jika usiamu masih muda. Pasalnya, saham itu termasuk jenis investasi jangka panjang. Jadi, kamu bisa menikmati imbal hasil yang maksimal di atas waktu 10 tahun.

Sementara itu, kalau kamu termasuk ke dalam investor yang konservatif alias tidak bisa menanggung risiko tinggi, maka berinvestasilah di obligasi. Selain aman, obligasi juga menjadi pilihan yang tepat buat kamu yang mulai memasuki masa pensiun.

Itu dia ulasan lengkap perbedaan saham dan obligasi yang bisa jadi pertimbanganmu mengumpulkan uang dari investasi. Apapun pilihan investasinya, pastikan kalau sesuai dengan tujuanmu ya. Yuk, mulai investasi dari sekarang! (Editor: Ruben Setiawan)

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan