Performa Saham Antam yang Harganya Ikutan Naik Gara-Gara Harga Emas Naik

4 menit
Saham antam vs emas antam (Shutterstock)

Pergerakan harga saham Antam belakangan ini cenderung menanjak seiring naiknya harga emas. Saat ini, harga emas per 1 gram naik dari Rp 600 ribuan di bulan Juni menjadi Rp 700 ribuan.

Kenaikan harga emas beberapa waktu terakhir ini dipengaruhi sentimen lesunya ekonomi akibat perang dagang antara Amerika Serikat, dan China. Situasi tersebut mendorong para investor mengamankan dana (hedging) mereka dengan mengonversinya jadi emas.

PT Aneka Tambang (Persero), Tbk. yang diketahui memproduksi emas, turut terpengaruh kenaikan harga emas. Efek harga emas terhadap BUMN di sektor pertambangan ini tampak dari pergerakan harga sahamnya.

Memasuki bulan Juni 2019, harga saham Antam bergerak naik. Saat itu harga saham Antam berada di kisaran Rp 700 per lembar. Pada saat itu, harga emas mengalami peningkatan. 

Alhasil, peningkatan harga emas yang terus berlangsung menyebabkan harganya kini berada di kisaran Rp 700 ribuan per gram. Senada dengan harga emas, harga saham Antam yang juga ikutan meningkat kini berada di kisaran Rp 1.000 per lembar.

Tentu saja mereka yang mencermati sinyal-sinyal kenaikan harga emas lalu menginvestasikan uangnya di saham Antam mencetak untung dari margin untung (capital gain). 

Menarik buat diulas, seberapa baguskah saham BUMN pertambangan ini sejak IPO? Yuk, simak di sini:

1. Sejak IPO, harga saham Antam pernah di angka Rp 4.500, tapi lima tahun terakhir di bawah Rp 1.000

Saham antam
Saham antam

PT Aneka Tambang (Persero), Tbk. adalah perusahaan BUMN yang bergerak di sektor pertambangan yang cakupan produksinya meliputi bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit dan batu bara. Namun, masyarakat lebih mengenal BUMN ini karena komoditas emasnya.

Perusahaan BUMN yang berdiri tahun 1968 ini mulai membuka diri buat pasar modal pada tahun 1997. PT Antam mencatatkan sahamnya dengan kode ANTM pada 27 November 1997. Saat itu per lembar sahamnya dijual pada harga Rp 1.400.

Harga saham ANTM mengalami naik turun. Pada 2007, harganya pernah naik tajam di angka Rp 4.000-an per lembar. Namun, sepanjang 2008, harganya terjun hingga di angka Rp 1.000-an per lembar. 

Sejak itu harga berada di kisaran Rp 1.000-an dan pernah menyentuh level tertinggi di angka Rp 2.000-an. Sayangnya, lima tahun terakhir harganya berada di bawah level Rp 1.000.

Baca juga: Harganya Sejak IPO Terus Naik, Seberapa Kinclongkah Performa Saham Kimia Farma?

2. Pendapatan PT Antam di atas Rp 9 triliun, sedangkan profitnya pernah dua kali minus dalam lima tahun terakhir

Saham antam
Saham antam

Dalam lima tahun terakhir, PT Antam membukukan pendapatan (revenue) di atas Rp 9 triliun. Namun, angkanya bisa berbeda-beda di setiap tahun. 

Pada 2014, pendapatan PT Antam mencapai Rp 9,42 triliun. Pada 2015, angkanya naik menjadi Rp 10,53 triliun. Namun, pada 2016, pendapatannya turun menjadi Rp 9,1 triliun. Kemudian naik pada 2017 menjadi Rp 12,65 triliun dan pada 2018 sebesar Rp 25,24 triliun.

Sayangnya, BUMN ini mencetak kerugian di tahun 2014 dan 2015. Rugi Rp 775 miliar pada tahun 2014 dan rugi Rp 1,44 triliun pada tahun 2015. Namun, pada 2016, Antam mencetak utung sebesar Rp 64 miliar dan terus naik hingga 2018 mencapai Rp 874 miliar.

3. Nilai Antam mencapai Rp 25,83 triliun dan sahamnya tergolong blue chips

Saham antam
Saham antam

Nilai Antam dengan melihat kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 25,83 triliun. Itu berarti saham Antam masuk dalam golongan saham blue chips

Lalu, apa untungnya sebuah saham tergolong blue chips? Saham blue chips terbilang aman dimiliki. Sebab pergerakan harga sahamnya gak mudah diubah begitu saja dengan modal miliaran rupiah.

Ditambah lagi, saham Antam terbilang likuid diperdagangkan. Itu berarti saham ini mudah dibeli dan mudah juga dijual.

4. Mayoritas saham Antam dipegang Inalum

Saham antam
Saham antam

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) menjadi pemegang terbesar saham Antam. BUMN yang bergerak di industri peleburan aluminium ini diketahui memiliki saham Antam sebanyak 15.619.999.999 lembar atau 65 persen.

Sementara sebanyak 8.410.764.725 lembar atau sekitar 35 persen dimiliki publik. Pemerintah Indonesia diketahui memegang saham Antam sebanyak 1 lembar.

5. Punya 21 anak perusahaan

Saham antam
Saham antam

PT Antam tercatat menaungi banyak anak perusahaan. Tercatat, ada 21 anak perusahaan yang berada di bawah naungan PT Antam.

Anak-anak perusahaan tersebut bergerak di banyak jenis bisnis. Mulai dari investasi, pengolahan stainless steel, jasa, perdagangan, industri, eksplorasi, operator tambang, hingga jasa manajemen kawasan industri.

6. Pergerakan harganya cenderung stabil walaupun terkadang naik turun

Saham antam
Saham antam

Dengan melihat indikator moving average 200 hari, pergerakan harga saham Antam cenderung stabil. Namun, pergerakannya terkadang naik turun kalau melihat indikator 20 hari, 50 hari, dan 100 hari.

Belum bisa dipastikan apakah saham Antam cocok buat investasi dalam waktu tiga tahun atau lima tahun. Sementara buat trading, saham BUMN ini boleh jadi menguntungkan. Asalkan mencermati sinyal naik turun harganya.

Sebagai tambahan informasi, harga saham Antam erat dipengaruhi sentimen harga emas. Dengan kata lain, saat harga emas menunjukkan tanda bakal naik, itu berarti waktunya beli saham Antam.

Pertimbangkan apakah kenaikan harga emas bakal berlangsung lama atau gak. Pasalnya, untung dari capital gain dari saham Antam tergantung dari di harga berapa saham ini mau dijual. Semoga informasi di atas bermanfaat! (Editor: Chaerunnisa)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!