Ancam Usir BW di Sidang MK, Arief Hidayat Punya Karier Moncer dan Harta Rp 5 M

4 menit
Arief Hidayat
Hakim MK Arief Hidayat punya karier mentereng dan kekayaan Rp 5 miliar (mkri.id)

Aksi Hakim MK Arief Hidayat membentak dan mengancam usir Bambang Widjojanto (BW) viral. Itu terjadi lantaran BW memotong percakapan antara Arief dan saksi dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di MK.

Arief sudah cukup lama menjabat sebagai hakim konstitusi. Bahkan, sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tepatnya tahun 2013, Arief mengucap sumpah konstitusi menggantikan posisi Mahfud MD yang telah menjadi hakim sejak tahun 2008.

Pria kelahiran Semarang, tahun 1956 ini maju menjadi hakim konstitusi berdasarkan usulan DPR. Kariernya sebagai penjaga konstitusi moncer, dan pernah dipercaya bertugas sebagai Ketua MK.

Seperti apa perjalanan karier dan berapa kekayaan yang dimiliki Arief Hidayat? Yuk, ketahui di sini:

Guru Besar Hukum Undip

Arief Hidayat
Arief Hidayat (Instagram/@mahkamahkonstitusi)

Seorang hakim konstitusi tidak bisa diisi sembarangan orang. Tugas mereka yang mulia, bersikap adil untuk menjaga konstitusi, merupakan tugas sulit.

Perlu integritas tinggi agar keputusan yang diambil selalu netral, dan independen. Kriteria-kriteria tersebut sudah melekat di dalam diri Arief Hidayat.

Secara akademis, karier Arief tak perlu diragukan lagi. Pria berusia 63 tahun ini merupakan seorang Guru Besar di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang.

Baca juga: Disebut Sederhana, Hakim MK Suhartoyo Punya Harley dan Total Kekayaan Rp 8 Miliar

Dikutip dari laman resmi Mahkamah Konstitusi, menjadi pengajar merupakan cita-cita yang sudah didambakannya sejak kecil. Tapi, menjadi seorang ahli di bidang hukum, bukanlah dambaannya.

Sempat memiliki keinginan kuliah di ilmu politik, Arief justru terjerumus ke jurusan hukum karena terinspirasi dari pakar hukum dan pengacara kondang di era Orde Baru seperti Yap Thiam Hien, Suardi Tasrif, dan Adnan Buyung.

Gelar sarjana hukumnya didapat di Universitas Diponegoro pada tahun 1980. Setelah lulus, dia pun melanjutkan studi S2 di Universitas Airlangga pada tahun 1984, dan studi Doktor di Universitas Diponegoro tahun 2006.

Didorong para guru besar untuk menjadi hakim konstitusi

Arief Hidayat
Arief Hidayat (Instagram/@mahkamahkonstitusi)

Sebelum menjadi seorang hakim konstitusi, tenaganya sepenuhnya didedikasikan untuk mengabdi sebagai pengajar di Universitas Diponegoro.

Profesi sebagai dosen inilah yang membuatnya memiliki banyak jejaring sosial, mulai dari kalangan politisi, akademisi, hingga pejabat.

Dari jaringannya itu, banyak yang mendorong hakim MK Arief Hidayat untuk maju sebagai hakim konstitusi. Dorongan datang dari mantan Ketua MK Prof. Jimly Asshiddiqie, dan rekan sesama hakim Prof. Saldi Isra.

Usai masa jabatannya sebagai dekan Fakultas Hukum berakhir, Arief pun memberanikan diri maju sebagai kandidat hakim konstitusi melalui jalur Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Komisi III pun melakukan tes uji kelayakan. Hasilnya, Guru Besar Undip itu memperoleh suara terbanyak sebesar 42 suara dari 48 anggota Komisi III.

Dilantik menjadi ketua MK untuk periode 2014 – 2017

Arief Hidayat
Arief Hidayat (Instagram/@mahkamahkonstitusi)

Setelah dilantik pada tahun 2013 di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Arief Hidayat pun resmi menjaga dan mengawal konstitusi RI.

Tak lama menjadi hakim, pada tahun 2014 dia dipercaya mengemban posisi tertinggi yaitu sebagai Ketua MK pada periode 2014-2017. Dia menggantikan posisi ketua yang sebelumnya dipegang oleh Hamdan Zoelva yang habis masa jabatannya pada 2015.

Total kekayaannya mencapai Rp 5,7 miliaran

Seorang pejabat di lembaga negara tentu harus melaporkan harta kekayaannya ke KPK. Arief Hidayat telah melaporkan harta kekayaannya pada tahun 2018 silam.

Dilihat dari LHKPN, laporan tersebut berisi tentang harta kekayaannya selama periode 2017 saat dia masih menjabat sebagai Ketua MK yang jumlahnya mencapai Rp 5.759.580.000.

Harta sebesar itu ternyata paling besar berbentuk aset kendaraan. Sementara tanah dan bangunannya masih di bawah sedikit lebih murah di bawah tunggangan Arief.

Untuk lebih jelasnya, kita coba jabarkan satu per satu berdasarkan LHKPN:

Tanah dan bangunan

Nilai tanah dan bangunan yang dimiliki mantan Ketua MK ini masih lebih kecil dibanding tunggangannya, yaitu sebesar Rp 2.174.448.000.

  • Tanah dan bangunan seluas 192 m2/112 m2 di Semarang senilai Rp 436.416.000
  • Tanah dan bangunan seluas 192 m2/70 m2 di Semarang senilai Rp 386.016.000
  • Tanah seluas 192 m2 di Semarang senilai Rp 302.016.000
  • Tanah seluas 252 m2 di Semarang senilai Rp 1.050.000.000  

Kendaraan mewah

Arief Hidayat
Arief Hidayat mengoleksi sejumlah kendaraan mewah, salah satunya jeep Rubicon (Pixabay)

Nah, kendaraan yang dimiliki pria kelahiran Semarang ini terlihat mewah-mewah. Bahkan, kalau ditotal nilainya lebih besar ketimbang nilai tanah dan bangunanya, sebesar Rp 2.450.000.000.

  • Mercedes Benz sedan tahun 2015 senilai Rp 700.000.000
  • Jeep Wrangler Rubicon tahun 2013 senilai Rp 950.000.000
  • Toyota Alphard tahun 2015 senilai Rp 800.000.000

Semua keberhasilan memiliki karier moncer dan kekayaan itu gak didapat Arief Hidayat dengan mudah, butuh perjuangan dari bawah hingga akhirnya bisa sukses dan memiliki harta sampai Rp 5 miliaran.

Wajar saja kalau kekayaannya sebesar itu, karena tugas yang ia kerjakan selama lima tahun belakangan ini sangat berat, yaitu menjaga dan mengawasi konstitusi RI. (Editor: Chaerunnisa)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.