Jatuh Bangun George Lucas Membawa Star Wars Menembus Box Office

4 menit
George Lucas, dibalik kesuksesan Film Star Wars
Perjuangan George Lucas Membesarkan Star Wars Menembus Box Office gak sia-sia.

Siapa sih yang gak kenal dengan film Star Wars? Pertarungan serta teknologi peradaban luar angkasa yang ditampilkan bikin siapa saja terkesima.

Film yang pertama kali diproduksi tahun 1977 itu masuk dalam deretan karya terlaris sepanjang masa. Setidaknya ada 8 episode Star Wars yang telah dirilis sejak saat itu. Mulai dari grafis dan properti yang biasa saja, hingga yang terbaru Star Wars The Last Jedi yang menawarkan grafis super duper keren.

Film yang diciptakan dengan bujet murah pada saat itu pun kini sudah memiliki banyak penggemar. Bahkan tak jarang yang terobsesi dengan peran-peran di dalam film tersebut. Dengan bangga mereka membawa pedang merah menyala yang biasa disebut Lightsaber hanya untuk saling bercengkrama tentang film alien super aneh tersebut.

Semua kesuksesan dan kefanatikan fanbase itu muncul berkat kerja keras seorang sineas andal dan jenius, George Lucas. Sebelum menggarap film Star Wars, Lucas telah beberapa kali memproduksi film lainnya sejak tahun 1965. Salah satu filmnya yang dilirik oleh Hollywood adalah American Graffiti dan berhasil meraih lima nominasi penghargaan bergengsi.

Nah kesuksesan American Graffiti ternyata membawa Lucas untuk memproduksi film Star Wars. Tapi saat pembuatannya, ternyata banyak rintangan yang dihadapinya? Bahkan banyak penolakan pula yang sang jenius ini.

Baca juga: Hindari Risiko Tinggi, Ini 5 Cara Jitu Pilih Reksa Dana Terbaik

Star Wars lahir dari idealismenya terhadap dunia Sci-Fi

Film Star Wars lahir dari idealismenya terhadap dunia Sci-Fi
Star Wars lahir dari idealismenya terhadap dunia Sci-Fi

Sebelum film Star Wars, pada tahun 1973 Lucas telah sukses dengan film American Graffiti. Film tersebut termasuk yang diproduksi dengan bujet murah, tapi berhasil masuk ke beberapa nominasi penghargaan bergengsi untuk film Hollywood.

Dikutip dari Astrumpeople, Pihak produser hanya mengeluarkan US$ 1,2 juta atau Rp 16 miliran, tapi pendapatannya mencapai US$ 55 juta atau Rp 778 miliaran. American Graffiti pun berhasil meraih lima nominasi di Academy Awards pada tahun 1973.

Kesuksesannya itu membuat beberapa produser tertarik untuk menggunakan jasanya sebagai sineas. Lucas pun ditawari untuk menggarap film superhero Flash Gordon, yang kemudian ia tolak mentah-mentah. Hal itu karena ada idealisme dalam dirinya untuk menciptakan sebuah film bergenre Sci-Fi. Dan disinilah awal mula film fenomenal Star Wars tersebut lahir.

Naskah Star Wars berkali-kali mendapatkan penolakan dari produser

Film Star Wars
Naskah Star Wars berkali-kali mendapatkan penolakan dari produser

Setelah kesuksesan American Graffiti, hal-hal berkaitan dengan luar angkasa, galaksi, planet-planet, robot, alien, dan pesawat terbang canggih selalu bermunculan di pikiran George Lucas setiap hari. Ide gilanya itu kemudian ia tuliskan di selembar kertas dari meja apartemennya. Hingga akhirnya keliarannya itu diberi judul Star Wars.

Naskah film pertamanya bertema pertempuran antar galaksi itu diberi judul Star Wars: A New Hope. Lucas mulai sibuk mondar-mandir mendatangi rumah produksi, berharap karyanya tersebut bakal mendapatkan antusiasme dari para produser dan mau mendanainya dengan uang yang banyak.

Tapi sayang, dikutip dari Goalcast, Lucas justru mendapatkan penolakan berkali-kali. Banyak produser yang menyatakan film tersebut sulit untuk dipahami alias membingungkan. Bahkan, salah satu rumah produksi film fantasi anak-anak Disney juga menolaknya.

Penolakan itu tak mengecilkan hatinya, ia optimis bahwa karyanya ini bakal fenomenal di masa mendatang. Salah satu harapannya adalah produser yang membiayai film American Graffiti, yaitu 21st Century Fox. Kabar gembira menyelimuti hari-hari Lucas, Fox bersedia untuk berinvestasi di karyanya untuk merealisasikan hal-hal aneh dan gila tentang perang antar galaksi, robot berbicara, hingga alien yang jago bertarung dengan pedang sinar.

Baca juga: Hati-Hati! 5 Kata Sepele Ini Bisa Menghambat Karier Kamu Lho!

Minim bujet dan pakai barang-barang bekas sebagai properti  

Film Star Wars
Minim bujet dan pakai barang-barang bekas sebagai properti

Pada tahun 1974, Fox sepakat untuk berinvestasi di film Star Wars, Lucas pun mendapatkan nilai investasi pertama yaitu hanya sekitar US$ 50.000 atau Rp 708 miliar, dan ia kemudian menulis sendiri skenarionya.

Hingga pada tahun 1976, ia telah menyelesaikan pembuatan skenario tersebut. Gak cuman satu bagian, ia justru membaginya menjadi 9 bagian. Dengan harapan, Fox mau mendanainya untuk membuat lanjutan Star Wars.

Anggaran pembuatan film pertama pun akhirnya disepakati sebesar US$ 11 juta. Kalau untuk sekadar membuat film drama mungkin jumlah tersebut jauh dari kata cukup, tapi untuk mendanai film Sci-Fi luar angkasa yang harus menggunakan efek-efek dan peralatan canggih itu masih jauh dari kata cukup.

Kalau kamu pernah nonton film ini pasti tahu betapa banyaknya dan rumit properti yang ditayangkan dalam setiap adegannya. Nah properti-properti itu ternyata banyak yang dibuat menggunakan barang-barang bekas. Pernah juga saat ada badai, tempat crew menyimpan properti itu hancur dan banyak yang rusak. Bukannya membuat yang baru lagi, mereka justru sepakat untuk membetulkannya dengan peralatan-peralatan seadanya.

Meraih kesuksesan dengan penjualan mencapai Rp 7 triliunan

Film Star Wars
Meraih kesuksesan dengan penjualan mencapai Rp 7 triliunan

Pada tahun 1977 akhirnya film Star Wars: A New Hope tayang. Siapa sangka kalau film yang pernah dianggap tidak masuk akal dan aneh ini berhasil sukses. Diputar di 32 bioskop di Amerika Serikat dan semuanya menjadi Box Office.

Dikutip dari Goalcast, pendapatan episode I ini mencapai US$ 513 juta atau Rp 7 triliunan di seluruh dunia. Berkat kejeniusannya ini George Lucas mendapatkan banyak penghargaan, salah satunya adalah menjadi sineas terbaik tahun 1978. Penghargaan Best Editing Academy Award pun berhasil disabet di tahun yang sama.

Baca juga: Usung Konsep Zero Waste, Ini 5 Hotel Ramah Lingkungan Terbaik di Indonesia

Kesuksesannya ini membuat para produser berbondong-bondong meminangnya untuk menggarap lanjutan film Star Wars, dan inilah yang diidam-idamkan George Lucas. Beberapa dekade selanjutnya kemudian episode-episode Star Wars bermunculan dan terus-terusan masuk daftar Box Office. (Editor: Winda Destiana Putri).

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan