Pernah Hidup Susah, Ini 7 Miliuner yang Kaya Raya Berkat Terjun ke Investasi

6 menit
Carl Icahn, merupakan salah satu penasihat Presiden Donald Trump.

Mau tahu apa cerita orang sukses hari ini? Kita bakal ngebahas soal tujuh investor legendaris dunia yang tajir tujuh turunan!

Sektor finansial memang terbukti bisa membuat kita kaya raya. Bahkan, seorang yang bukan pebisnis pun bisa jadi kaya.

Warren Buffett tentu jadi salah satu di antara mereka karena berhasil menjadi orang terkaya di dunia berkat saham.

Namun pada kali ini, kita gak bakal memasukkan beliau dalam cerita orang sukses ini ya. Hal itu disebabkan karena kamu semua tentu sudah bosan mendengar cerita soal sepak terjang dan kiprah beliau. Kamu juga bisa baca di artikel lain yang ada di MoneySmart.

Pada kesempatan kali ini kita akan bahas tujuh orang-orang kaya selain Buffett yang kaya berkat investasi. Siapa saja mereka? Yuk simak di bawah ini.

Baca juga: Dari Perawat Hingga Penguji Kasur, Ini Pekerjaan Paling Membahagiakan bagi Wanita

1. Peter Lynch

Saat kuliah, Lynch pun sudah belajar menabung dengan membeli 100 lembar saham Flying Tiger Airline (Wikimedia Commons).

Cerita orang sukses kedua ini berasal dari pria yang dibesarkan oleh seorang ibunya yang gak lain adalah singleparent.

Saat kuliah, Lynch pun sudah belajar menabung dengan membeli 100 lembar saham Flying Tiger Airline di harga US$ 8 per lembar. Alhasil, harga saham mereka pun meroket jadi US$ 80 per lembar.

Setelah lulus, pria ini pun bekerja di Fidelity Investment, sebuah perusahaan investasi di Amerika Serikat sebagai pengelola reksadana. Saat ini, pria itu disinyalir memiliki total kekayaan US$ 352 juta atau Rp 4,7 triliun. Tapi ini adalah laporan tahun 2006 ya, bukan yang terbaru.

Dan di tahun 1980an, nama Peter Lynch memang sangat terkenal. Pasalnya, reksadana yang dia kelola, Fidelity Magellan Fund, sanggup menghasilkan returns 29,2 persen pertahun selama kurun waktu 1977 hingga 1990! Wuih mau dong beli reksadana kayak gitu.

2. John Bogle

Meski punya masa lalu yang cukup keras, Bogle sangat berprestasi dalam akademik (Wikipedia).

Nama John Bogle juga dicantumkan dalam cerita orang sukses kali ini. Siapa dia?

Pria ini lahir di era Depresi Besar-Besaran, lebih tepatnya pada tahun 1929 silam. Dan keluarganya terpaksa menjual rumah mereka karena kekurangan uang. Gak lama kemudian, orang tuanya bercerai karena ayah Bogle, stres dan menjadi pecandu alkohol akut.

Meski punya masa lalu yang cukup keras, Bogle sangat berprestasi dalam akademik. Dia berhasil melanjutkan studi di universitas bergengsi, Blair Academy, lewat beasiswa. Dan disitulah dia mulai mempelajari investasi.

Setelah lulus, dia bekerja di perusahaan investasi Wellington Fund sebelum akhirnya mendirikan Vanguard Group. Total kekayaannya pun disinyalir mencapai US$ 80 juta atau Rp 1,1 triliun.

Vanguard Group akhirnya dikenal masyarakat AS sebagai perusahaan manajer investasi dengan bujet rendah. Di tahun 1999 Majalah Fortune pun menyebut Bogle sebagai salah satu Raksasa Investasi Abad 20.

Baca juga: 4 Aktivitas Akhir Pekan yang Sering Dilakukan Tanpa Sadar dan Bikin Boros

3. Bill Gross

Pria kelahiran Ohio 1944 silam ini, adalah seorang mantan angkatan laut (CNBC).

William Hung Gross alias Bill Gross adalah seorang dengan kekayaan US$ 1,5 miliar atau setara dengan Rp 21 triliun. Dia merupakan pendiri Pacific Investment Management, co (PIMCO) salah satu perusahaan investasi terkemuka di dunia dengan aset US$ 1,77 triliun atau Rp 25 ribu triliun.

Pria kelahiran Ohio 1944 silam ini, adalah seorang mantan angkatan laut yang sempat aktif di Perang Vietnam. Pria ini juga dikenal gemar berjudi dan pernah tampil dalam ajang kejuaraan Black Jack di Las Vegas.

Konon kabarnya, pengalamannya di dunia judi kerap mengajarinya soal bagaimana meminimalisir risiko investasi.

Sebelum mendirikan PIMCO, dia bekerja sebagai manajer investasi Pacific Mutual Life. Dan kabarnya dia merupakan pengelola reksadana pendapatan tetap terbesar lho, hal itu pun dibenarkan oleh Surat Kabar New York Times.

4. Charlie Munger

Saat masih remaja, Munger bekerja di Buffett & Son yang gak lain adalah swalayan milik  Warren Buffett (Business Insider).

Charlie Munger juga masuk dalam cerita orang sukses kali ini, pasalnya dia adalah tangan kanan Warren Buffett. Pria ini memang sangat dekat dengan Buffett dan saat ini menduduki jabatan sebagai wakil Buffett di Berkshire Hathaway.

Saat masih remaja, Munger bekerja di Buffett & Son yang gak lain adalah swalayan milik  Warren Buffett. Dia sempat di drop out saat menjalani studi di Michigan dan akhirnya memutuskan untuk bergabung di dinas militer angkatan udara.

Namun usai dinas militer itu berakhir, dia bekerja di perusahaan real estate sebagai notaris. Alhasil, pekerjaan di bidang hukum itu dia tinggalkan karena Munger mulai tertarik di dunia investasi.

Dia pun memimpin perusahaan Wesco Financial Corporation yang saat ini juga sudah berada di bawah Berkshire, serta memimpin perusahaan media Daily Corp Journal. Total kekayaan pria kelahiran 1924 silam ini disinyalir mencapai US$ 1,7 miliar atau Rp 24 triliun.

Baca juga: 5 Ciri Pekerjaan yang Memuaskan, Salah Satunya Fleksibilitas Jam Kerja

5. Bill Miller

Bill Miller (CNBC).

Setelah menyelesaikan dinasnya di bidang intelijen militer, Miller melanjutkan studinya untuk meraih gelar Ph.D di John Hopkins University. Sementara itu, dia juga bekerja sebagai akuntan tapi itu kerja sambilan saja.

Usai lulus, dia pun bekerja di J.E. Baker Company di bidang keuangan. Namun dia resign dan memutuskan bergabung di perusahaan investasi Legg Mason.

Berawal dari analis, Miller akhirnya berhasil memimpin perusahaan itu setelah berhasil menambah total aset Legg Mason dari US$ 750 juta ke US$ 20 miliar. Akan tetapi pada 2016, dia pun mundur dari Legg Mason karena sejumlah masalah.

Miller diketahui sebagai investor awal dari Amazon yang didirikan oleh Jeff Bezos, orang terkaya di dunia. Selain itu, Miller juga ikut berinvestasi di Bitcoin.

Saat ini, pria ini dikabarkan mengantongi kekayaan sebesar US$ 2 miliar atau Rp 28 triliun pada 2017.

6. Carl Icahn

Saat ini, Ichan adalah salah satu penasihat Presiden Donald Trump (Fortune).

Saat ini, Ichan adalah salah satu penasihat Presiden Donald Trump. Namun sebelum jadi penasihat, dia adalah seorang konglomerat yang menguasai Icahn Enterprise dan American Real Estates Partner.

Putra dari pasangan guru sekolah ini memulai kariernya sebagai pialang saham di Wall Street tahun 1961. Namun gak lama kemudian, dia mendirikan Icahn & Co, sebuah perusahaan sekuritas.

Tepat pada 1978, Icahn dikenal oleh warga AS sebagai orang kaya yang doyan mengakuisisi saham mayoritas dari sebuah perusahaan yang sudah mau bangkrut. Sebut saja seperti Trans World Airlines pada 1985 silam. Setelah diakuisisi, Icahn akan memperbaiki strukturnya hingga valuasinya naik lagi.

Saat ini, Icahn pun duduk di urutan ke 38 sebagai orang terkaya di dunia versi Forbes dengan total kekayaan 16,7 miliar atau Rp 241 triliun.

7. Geraldine Weiss

Geraldine Weiss (CNBC).

Perempuan yang usianya sudah kepala sembilan ini dijuluki “Ratu Dividen Saham Blue Chip.” Dan memang benar, dia adalah perempuan satu-satunya yang ada di cerita orang sukses kita hari ini.

Asal usul mengenai Weiss memang gak diketahui, begitu pula dengan total asetnya. Namun Weiss memiliki strategi investasi yang sangat unik dalam membeli saham.

Dia hanya berfokus pada dividen alias keuntungan yang diberikan oleh perusahaan yang melantai di bursa saham. Oleh karena itu dia disebut sebagai Ratu Dividen.

Usut punya usut, Weiss ternyata terinspirasi oleh orang yang juga menginspirasi Buffett, siapa lagi kalau bukan Benjamin Graham. Siapakah dia? Mari simak poin selanjutnya.

8. Benjamin Graham

Benjamin Graham (Wikimedia Commons).

Pria ini kerap disebut sebagai “Bapak Investasi Modern.” Dan pria ini sejatinya sudah wafat pada 1976 silam.

Mengapa Graham masuk dalam cerita orang sukses kita pada hari ini? Tentu saja karena Graham adalah mentor Warren Buffett.

Graham adalah warga keturunan Yahudi yang bermukim di London. Di tahun 1895 atau lebih tepatnya saat dia masih satu tahun, dia sudah pindah ke New York. Ayahnya pun wafat saat dia masih kecil, namun disitulah Graham mulai berjuang hingga akhirnya jadi siswa berprestasi dan bekerja di Wall Street.

Setelah itu, dia pun mendirikan Graham-Newman Partnership. Di situlah akhirnya dia merekrut Buffett sebagai karyawannya.

Sebagai seorang investor, Graham menulis banyak karya yang akhirnya dijadikan pedoman bagi investor-investor sukses di dunia ini. Beberapa di antaranya adalah Security Analysis (1934), The Intelligent Investor 1949, The Interpretation of Financial Statements 1937, dan World Commodities and World Currency 1944.

Itulah delapan orang sukses di dunia yang kaya berkat investasi. Tertarik untuk jadi seperti salah satu di antara mereka? Tenang aja, kamu bisa kok. (Editor: Winda Destiana Putri).

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.