Para Aplikasi Digital Indonesia Ini Libas Pemain Asing

2 menit
Aplikasi Digital Marak (Shutterstock)
Aplikasi Digital Marak (Shutterstock)

Semakin ketatnya persaingan ekonomi digital saat ini, membuat para aplikator atau pengembang aplikasi digital dalam negeri harus berlomba-lomba dengan pemain asing. Mulai dari aplikasi belanja online, online travel, transportasi online, hingga food delivery terus menjadi sasaran para pengembang aplikator  asing.

CEO dan Founder Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan, aplikasi buatan anak Indonesia harua menjadi tuan rumah di negara sendiri.

Dengan itu pihaknya agar pemerintah mampu mendorong masyarakat agar menggunakan aplikasi digital dalam negeri.

“Pemerintah harus mendorong konsumen indonesia itu untuk lebih peduli lebih sadar untuk menggunakan produk nasional,” ujar Ali di Jakarta.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat yang menuntut serba praktis, cepat, mudah dan aman membuat perusahaan penyedia platform aplikasi digital baik dalam maupun luar semakin menjamur.

Pemain Lokal Kuasai Pasar

Tingginya peta persaingan, jika masyarakat tak sadar akan oentingnya menggunakan produk lokal. Secara perlahan pangsa pasar di Indonesia akan dikuasai oleh pihak luar.

“Jadi cita-cita untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri itu tercipta. Karena sektor-sektor yang lain sudah melakukan itu mayoritas adalah pemain nasional,” ujarnya.

Akan tetapi, hingga saat ini performa aplikasi digital asal Indonesia masih menguasai pasar dalam negeri.

Dari hasil penelitian Alvara yang dilakukan secara tatap muka dengan metode Cluster Random terhadap 1.204 responden di Jabodetabek, Bali, Padang, Yogyakarta dan Manado, aplikasi digital asal Indonesia masih menguasai.

Kategori Aplikasi Digital

Dengan membagi lima kategori aplikasi digital yang diminati generasi milenial mulai dari layanan transportasi, aplikasi pesan-antar makanan, aplikasi belanja, aplikasi pemesanan hotel dan tiket, dan pembayaran digital.

Beberapa aplikasi besutan dalam negeri memimpin pasar, seperti Gojek dengan layanan Go-Ride, Go-Food, dan Go-Pay.

Selain itu dari kategori online Travel, Traveloka, Blibli.com, dan Tiket.com juga masih mendominasi ketimbang pemain asing.

Hanya saja, pada kategori aplikasi belanja online masih dikuasai pemain asing seperti Lazada, Shopee, sedangkan Tokopedia dan Bukalapak yang berasal dari Indonesia menjadi layanan alternatif tetapi menjadi aplikasi paling direkomendasikan generasi milenial.

“Pemain digital yang memang tantangannya lebih besar karena saingnya secara global, ini tantangannya jadi lebih besar untuk para pemain nasional untuk berkembang lebih jauh,” paparnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.