Biar Gak Gagal Paham, Ini Lho yang Perlu Dipahami dari Pertumbuhan Ekonomi

5 menit
pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Shutterstock)

Kita sering mendengar pernyataan, “Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini cukup baik” atau “Pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang stagnan”. Tentu aja pernyataan-pernyataan tersebut kamu temukan kalau menyimak berita-berita ekonomi.

Walaupun pertumbuhan ekonomi itu menjadi frasa yang hampir saban hari didengar banyak orang, bukan berarti semua orang memahami betul istilah ekonomi tersebut. Paling mentok nih, orang-orang tahunya kalau pertumbuhan itu bagus itu berarti kondisi ekonomi sehat.

Boleh-boleh aja sih memahami pertumbuhan ekonomi sebatas itu. Namun, ada baiknya kalau mengetahui lebih jauh tentang istilah yang satu ini. Sebab, dengan mengetahuinya secara utuh, kamu bisa benar-benar mengerti betapa pentingnya hal itu.

Jadi, gak usah berlama-lama lagi, langsung aja nih disimak ulasan Moneysmart seputar pertumbuhan ekonomi berikut ini.

Baca juga: Kondisi Ekonomi Indonesia Baik-Baik Aja, April Mop atau Fakta? Cari Tahu di Sini!

Apa itu pertumbuhan ekonomi?

pertumbuhan ekonomi
Apa sih artinya? (Shutterstock)

Cukup banyak yang belum tahu definisinya. Kalau merujuk pada Investopedia, pertumbuhan ekonomi adalah meningkatnya kapasitas ekonomi buat menghasilkan barang dan jasa dalam suatu waktu tertentu.

Simpelnya nih, pertumbuhan ekonomi bisa diartikan sebagai naiknya produksi barang dan jasa dalam suatu negara yang kemudian mendorong perubahan positif terhadap kondisi ekonomi. Makin tinggi pertumbuhannya, kondisi ekonomi makin baik jadinya.

Makanya dalam laporan soal perekonomian, Pemerintah itu selalu berpatokan pada pertumbuhan tiap tahunnya. Kalau persentasenya mencapai target yang ditetapkan, itu berarti kinerja Pemerintah terbukti dalam meningkatkan perekonomian.

Seandainya jauh dari target, seenggaknya pertumbuhan di tahun tersebut lebih besar dari pertumbuhan tahun sebelumnya.

Baca juga: Ini Lho Rahasia Ekonomi Indonesia Bakal Tumbuh di Tahun Politik

Teori-teori pertumbuhan ekonomi dari para begawan ekonomi dunia

pertumbuhan ekonomi
Patung Adam Smith di Edinburgh di Skotlandia. (Shutterstock)

Cukup banyak teori dari para begawan ekonomi dunia yang mendukung pentingnya mencapai pertumbuhan ekonomi walaupun berasal dari perspektif yang berbeda. Mengutip Economics Help, berikut ini teori-teori yang mendukung pentingnya pertumbuhan dalam ekonomi

1. Merkantilisme

Walaupun sesungguhnya bukan teori tentang pertumbuhan dalam arti sebenarnya, ada pendapat seputar pertumbuhan dalam teori ini. Merkantilisme berpendapat, kondisi ekonomi negara bisa lebih baik kalau mengakumulasi emas dan meningkatkan ekspor.

2. Teori klasik Adam Smith

Menurut Adam Smith, ekonomi bertumbuh karena beberapa faktor:

  • Peran pasar dalam menentukan penawaran dan permintaan
  • Produktivitas kerja.
  • Peran perdagangan.
  • Peningkatan produksi.

3. Teori neoklasik Solow-Swan

Teori ini dikembangkan Robert Solow dan Trevor Swan pada tahun 1956. Kedua begawan ekonomi tersebut berpendapat ekonomi bisa bertumbuh asalkan:

  • Adanya peningkatan dalam proporsi Produk Domestik Bruto atau PDB.
  • Pengembangan teknologi supaya produktivitas meningkat.

4. Teori pertumbuhan Endogen

Menurut teori ini, bertumbuhnya ekonomi sangat dipengaruhi sumber daya manusia dan inovasi teknologi. Kalau kedua faktor tersebut terpenuhi dengan baik, niscaya ekonomi bakal berkembang.

5. Teori model Harrod-Domar

Teori ini dikembangkan secara terpisah, yaitu pada tahun 1939 oleh Roy F. Harrod dan pada 1946 oleh Evsey Domar. Teori ini sendiri digolongkan sebagai teori model neoklasik.

Berdasarkan teori ini, pertumbuhan ekonomi bergantung pada tingkat tabungan. Sebab berkat tabungan, dana investasi menjadi tersedia.

Walaupun begitu, tingkat menabung yang tinggi juga gak baik. Sebab kondisi tersebut menandakan menurunnya tingkat konsumsi.

Baca juga: Wow! Potensi Ekonomi Digital Indonesia US$ 100 Miliar

Gimana cara mengukur pertumbuhan ekonomi?

pertumbuhan ekonomi
Gimana cara menghitungnya? (Shutterstock)

Informasi seputar pertumbuhan ekonomi biasanya disajikan dalam ukuran persentase. Katakanlah pertumbuhan yang dialami Indonesia tahun 2015 sebesar 4,88 persen, sedangkan tahun 2018 sebesar 5,17 persen. Itu berarti ekonomi Indonesia bertumbuh positif.

Lalu, gimana cara mengukur pertumbuhan itu 4,88 persen di tahun 2015 atau 5,17 persen di tahun 2018? Simpelnya, pertumbuhan itu diukur dengan melihat Produk Domestik Bruto atau PDB di setiap kuartal.

Apa itu Produk Domestik Bruto?

Seberapa sehat ekonomi suatu negara diketahui dengan mengukur Produk Domestik Bruto. Begitu juga ukuran keseluruhan ekonominya dilihat dari PDB negara tersebut. Inilah alasan kenapa PDB itu sangat penting buat para ahli ekonomi dan investor.

Menurut definisinya, Produk Domestik Bruto atau Gross Domestic Product adalah nilai moneter dari barang dan jasa di suatu negara dengan menghitung tingkat konsumsi, belanja Pemerintah, investasi Pemerintah, dan ekspor-impor.

Rumusnya, PDB = C + G + I + (N – X)

  • PDB: Produk Domestik Bruto
  • C: Tingkat konsumsi
  • G: Belanja Pemerintah
  • I: Investasi Pemerintah
  • N: Ekspor
  • X: Impor

Komponen-komponen penting dalam PDB

Seperti yang udah kamu baca sebelumnya, perhitungan PDB didasarkan pada sejumlah komponen, yaitu:

  • Tingkat konsumsi yang disumbang konsumsi rumah tangga yang mana pengeluaran atas barang dan jasa terjadi dalam rumah tangga. Komponen ini paling berpengaruh dalam PDB dan pertumbuhan ekonomi.
  • Belanja Pemerintah yang dapat tercermin dari alokasi pengeluaran di APBN dalam satu tahun.
  • Investasi Pemerintah yang menempatkan sejumlah dana atau barang buat pembelian surat berharga dan investasi langsung.
  • Selisih ekspor dan impor yang hasilnya bakal positif kalau kalau nilai ekspor lebih tinggi dari nilai impor.

Informasi seputar PDB beserta komponen-komponen yang membentuknya bisa diperoleh dari Badan Pusat Statistik atau BPS secara online. Lembaga tersebut selalu membuat laporan per kuartal ataupun satu tahun.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun

pertumbuhan ekonomi
Ilustrasi bertumbuhnya ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun. (Shutterstock)

Balik lagi ke soal pertumbuhan ekonomi, kamu udah tahu belum berapa persentase terakhirnya? Dari informasi terakhir yang telah diberitakan, ekonomi Indonesia pada tahun 2018 bertumbuh dengan persentase 5,17 persen.

Persentase ini jauh dari target yang ditetapkan yang besarannya mencapai 5,4 persen. Walaupun begitu, angka pertumbuhan kali ini seenggaknya lebih besar dibanding angka pertumbuhan tahun 2017 yang sebesar 5,07 persen.

Menarik buat diketahui, dibandingkan dengan sekarang, berapa sih besaran persentase pertumbuhan Indonesia dari tahun ke tahun? Bersumber dari BPS, berikut ini besarannya.

Di masa pemerintahan Soekarno
Tahun Persentase (%)
1961 5,74
1962 1,84
1963 -2,24
1964 3,53
1965 1,08
1966 2,79

 

Di masa pemerintahan Soeharto
Tahun Persentase (%)
1967 1,38
1968 10,92
1969 6,86
1970 7,53
1971 7,01
1972 7,04
1973 8,10
1974 7,63
1975 4,98
1976 6,89
1977 8,76
1978 7,84
1979 6,26
1980 9,88
1981 7,93
1982 2,25
1983 4,19
1984 6,98
1985 2,46
1986 5,87
1987 4,93
1988 5,78
1989 7,46
1990 7,24
1991 6,95
1992 6,46
1993 6,50
1994 7,54
1995 8,22
1996 7,82
1997 4,70
1998 -13,13

 

Di masa pemerintahan BJ Habibie
Tahun Persentase (%)
1999 0,79

 

Di masa pemerintahan Abdurrahman Wahid
Tahun Persentase (%)
2000 4,92
2001 3,64

 

Di masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri
Tahun Persentase (%)
2002 4,50
2003 4,78
2004 5,03

 

Di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono
Tahun Persentase (%)
2005 5,69
2006 5,50
2007 6,35
2008 6,01
2009 4,63
2010 6,22
2011 6,17
2012 6,03
2013 5,56
2014 5,01

 

Di masa pemerintahan Joko Widodo
Tahun Persentase (%)
2015 4,88
2016 5,03
2017 5,07
2018 5,17

Sampai sini udah paham kan sekarang apa itu pertumbuhan ekonomi, teori-teorinya, dan cara mengukurnya? Dengan mengetahui bertumbuhnya ekonomi Indonesia, kamu jadi tahu apakah kondisi ekonomi menggeliat atau lesu. Semoga informasi tadi bermanfaat ya! (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!