Dulunya Cuma Ratusan Perak, Harga Saham-Saham Konstruksi Ini Terus Menanjak!

3 menit
Saham perusahaan BUMN
Ilustrasi saham perusahaan BUMN (Shutterstock)

Saham-saham perusahaan konstruksi, khususnya perusahaan BUMN menjadi pihak yang kecipratan rezeki setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) begitu gencar mencanangkan pembangunan infrastruktur.

Kabarnya, pembangunan infrastruktur di Indonesia tetap terus berlanjut kalau Presiden Jokowi kembali terpilih. Itu yang dijanjikan calon presiden nomor urut satu ini.

Seandainya terpilih kembali, tentu hal tersebut bakal memberi dampak positif bagi perusahaan-perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi. Seperti yang kamu tahu, rata-rata perusahaan konstruksi yang kecipratan proyek adalah perusahaan BUMN.

Pastinya, saham-saham perusahaan BUMN di bidang konstruksi tersebut bakal jadi target para investor ataupun trader yang pengin cetak cuan.

Nah, pengin tahu apa aja saham-saham perusahaan konstruksi yang dikategorikan sebagai perusahaan BUMN? Cari tahu yuk di sini:

1. PT Waskita Karya Tbk (WSKT)

Saham PT Waskita Karya
Saham PT Waskita Karya

Perusahaan konstruksi yang satu ini menjadi salah satu perusahaan BUMN yang sahamnya dilego ke publik pada 19 Desember 2012. Perusahaan dengan kode saham WSKT dijual dengan harga Rp 380.

Kini harga saham WSKT bertengger di kisaran Rp 1.920. Bisa dibilang ada kenaikan yang cukup signifikan selama delapan tahun terakhir. Revenue WSKT tahun 2018 menunjukkan kenaikan dibanding tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp 48,7 triliun.

Sejarahnya, Waskita Karya adalah perusahaan Belanda yang dinasionalisasi pada tahun 1961. Sejak dinasionalisasi namanya kemudian berganti dari Volker Aannemings Maatschappij N.V. menjadi Waskita Karya.

Sewaktu masih jadi perusahaan Belanda, perusahaan ini pernah ambil bagian dalam pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok tahun 1914.

Sejak dipegang Pemerintah Indonesia, banyak proyek yang ditangani, seperti pembangunan BNI City hingga Kantor Bank Indonesia.

2. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)

Saham PT Wijaya Karya
Saham PT Wijaya Karya

Lalu, ada PT Wijaya Karya Tbk yang menjadi perusahaan konstruksi berstatus perusahaan BUMN. Perusahaan ini mulai go public pada 29 Oktober 2007 dengan kode WIKA. Harga saham ini ketika IPO dijual pada harga Rp 420 per lembar.

Dari pantauan terakhir harga saham WIKA bertengger di kisaran Rp 1.940 per lembar, harganya tersebut tentu menunjukkan pergerakan saham ini cukup menjanjikan. Dilihat dari revenue yang dilaporkan terakhir, angkanya cenderung naik dari tahun ke tahun.

Sama seperti Wijaya Karya, perusahaan BUMN ini dulunya merupakan perusahaan Belanda yang kemudian dinasionalisasi tahun 1960. Namanya yang semula NV Vis en Co. kemudian berganti menjadi Wijaya Karya.

Banyak proyek yang dikerjakan perusahaan ini. Mulai dari pembangunan jalur double-track Manggarai, PLTGU Grati, hingga Jembatan Suramadu.

3. PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP)

Saham PT Pembangunan Perumahan Tbk
Saham PT Pembangunan Perumahan Tbk

Perusahaan BUMN selanjutnya yang bergerak di bidang konstruksi adalah PT Pembangunan Perumahan Tbk. Perusahaan ini ditawarkan perdana di bursa pada harga Rp 560 per lembar pada 9 Februari 2010.

Harga saham ini terakhir berada di kisaran Rp 2.080 per lembar. Kenaikan yang cukup signifikan dalam sembilan tahun terakhir. Begitu pun kenaikan revenue perusahaan ini di bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang naik signifikan.

Dulunya perusahaan ini bernama NV Pembangunan Perumahan pada 1953. Kemudian namanya berubah menjadi Perusahaan Negara Pembangunan Perumahan tahun 1961.

Cukup banyak proyek pembangunan yang ditangani PTPP. Misalnya, pembangunan Hotel Indonesia tahun 1962. Kemudian pembangunan New Tanjung Priok dengan nilai kontrak Rp 8,2 triliun.

4. PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

Saham PT Adhi Karya Tbk
Saham PT Adhi Karya Tbk

Ada PT Adhi Karya yang menjadi perusahaan konstruksi dengan status perusahaan BUMN. Perusahaan ini mulai listing pada 3 Maret 2004 dengan kode saham ADHI. Saat IPO, harga perdana saham ini ditawarkan pada harga Rp 150 per lembar.

Di bandingkan baru pertama kali melantai, harga saham ADHI kini melesat di angka Rp 1.540 per lembar. Revenue terakhir yang dilaporkan tahun 2017 tercatat naik di bandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp 15,1 triliun.

PT Adhi Karya dahulu juga merupakan perusahaan Belanda yang dinasionalisasi. Waktu itu, namanya Assosiate N.V. yang kemudian berganti menjadi PN Adhi Karya pada 11 Maret 1960.

Beberapa proyek besar pernah dikerjakan PT Adhi Karya. Sebut aja renovasi Gelora Bung Karno, pembangunan Wisma Atlet Kemayoran, pembangunan pabrik Phapros, hingga pembangunan Tol Bakauheni – Terbangi Besar.

Itulah beberapa saham perusahaan konstruksi yang merupakan perusahaan-perusahaan BUMN. Buat kamu yang udah incar saham-saham tersebut, tinggal tunggu aja kapan pembangunan infrastruktur berjalan lagi.

Gak menutup kemungkinan harganya yang sekarang bisa melesat naik begitu kebagian proyek Pemerintah. Jadi, jangan sampai ketinggalan ya! (Editor: Chaerunnisa)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!