Ini 5 Alasan Kenapa Anak Milenial Lebih Senang Kerja di Startup

4 menit
perusahaan startup
Kenapa milenial senang kerja di startup? (Unsplash)

Sebagian perusahaan startup di Indonesia lebih banyak diisi oleh para tenaga kerja muda alias milenial. Entah kenapa banyak milenial yang lebih tertarik bekerja di startup ketimbang di perusahaan-perusahaan bonafid dan telah memiliki nama besar.

Jumlah milenial di Indonesia sendiri termasuk sangat besar. Diperkirakan, dari 264 juta penduduk Indonesia, Bappenas menyebut bahwa jumlah milenial mencapai 90 juta jiwa. Artinya hampir sepertiga dari penduduk saat ini. Tentu gak bisa dianggap remeh angka tersebut, jika dimanfaatkan dengan sangat baik, mereka bisa menjadi tumpuan kemajuan bangsa kelak.

Tapi, pekerjaan yang terus berkembang dari tahun ke tahun, membuat tren lapangan kerja juga berubah. Jika dulu anak muda banyak yang mengincar bekerja di perusahaan top, bahkan ingin jadi PNS, kini gak sedikit yang justru memimpikan kerja di startup.

Meski startup merupakan sebuah perusahaan rintisan, tapi mereka menawarkan beragam keuntungan yang didambakan para milenial dibanding perusahaan resmi lainnya. Belum lagi, menjamurnya startup baru di Indonesia juga semakin mendorong mereka untuk terlibat di dalam dunia penuh ketidakpastian ini.

Kira-kira, apa sih yang membuat milenial lebih cenderung bekerja di perusahaan startup?

Baca juga: Cuannya Gede! Ini 6 Keuntungan Bisnis Startup Dibandingkan Usaha Konvensional

1. Fleksibilitas

perusahaan startup
Kerja di startup itu fleksibel. (Unsplash)

Pada umumnya, perusahaan startup menawarkan beragam fleksibilitas atau keleluasaan kepada karyawannya, mulai dari jam kerja, cara berpakaian, bergaul, hingga menuangkan ide.

Gaya kaku ala korporat kuno, seperti berpakaian rapi, kerja 8 jam, absensi, dan lain-lain dinilai hanya dapat menghambat kreativitas para karyawannya. Percaya atau tidak, gaya bekerja yang seperti itu sudah mulai ditinggalkan para milenial, meskipun masih saja ada milenial konservatif yang mempertahankan tradisi itu.

Baca juga: 4 Trik Gampang Dapatkan Dana Bank Buat Modal Startup

2. Keingintahuan yang tinggi

perusahaan startup
Cocok buat milenial yang memang punya keingintahuan tinggi. (Unsplash)

Idealisme para milenial juga terbilang tinggi. Saat lulus kuliah misalnya, mereka akan lebih senang untuk mengetahui hal-hal baru, mengeksplorasi hal yang tidak diketahui sebelumnya, dan mengaplikasikan apa yang mereka pikirkan. Kalau misalnya kerja di perusahaan formal, mungin ketiga hal tersebut sangat sulit untuk diwujudkan, meskipun bisa. Tapi mereka bisa memenuhi hasrat tersebut di perusahaan startup.

Dunia startup memungkinkan diri untuk berubah-ubah dan berkembang setiap saat. Pemikiran ide-ide baru sangat dibutuhkan untuk mengetahui formula terbaik mencapai kesuksesan sebuah bisnis. Cara kerja dan strategi ini sudah banyak diketahui kaum milenial, sehingga banyak dari mereka yang berambisi untuk bergabung dengan startup.

Baca juga: Penting Buat Generasi Milenial! Ini 6 Kunci Sukses Bekerja di Dunia Startup

3. Tergiur penghasilan yang besar

perusahaan startup
Biasanya memberikan gaji lebih tinggi dibanding korporasi pada umumnya. (Unsplash)

Bekerja di perusahaan-perusahaan besar memang bisa memberikan jaminan karier di masa depannya. Tapi soal gaji, jangan harap kamu langsung dapat gaji besar dalam waktu singkat, harus ada proses bertahap untuk bisa mencapainya, apalagi sainganmu di perusahaan tersebut banyak.

Nah bagi anak muda milenial, ogah berlama-lama untuk mendapatkan gaji yang mereka impikan. Salah satu jalan tercepatnya adalah dengan bergabung ke perusahaan startup. Kenapa begitu? Startup umumnya hanya memiliki sedikit orang, sekitar 50 – 100 orang, dengan jumlah yang sedikit itu, mereka bisa mengalokasikan anggaran gaji yang besar untuk karyawannya tanpa takut proses produksinya terganggu. Suntikan dana dari para pendonor biasanya juga sangat besar.

Tapi risikonya adalah, kamu gak bisa terus-terusan dapat gaji besar. Kalau misalnya pendanaan seret dan pencairannya terhambat, siap-siap saja gajimu jadi korbannya untuk nalangin operasional bisnis.

4. Mengikuti passion

perusahaan startup
Bisa memuaskan passion. (Unsplash)

Idealisme para milenial memang masih kuat, jadi wajar saja kalau mereka mengikuti apa yang mereka sukai. Beberapa milenial banyak yang memiliki gairah di dalam dunia startup terutama di dunia teknologi.

Golongan yang seperti ini biasanya sangat membenci pekerjaan-pekerjaan administratif seperti menyusun surat, menulis surat, mengurus perizinan, membuat perencanaan, menghitung pengeluaran dan lain-lain.

5. Membenci tradisi-tradisi lama di dunia kerja

perusahaan startup
Gak suka tradisi-tradisi lama di dunia kerja. (Unsplash)

Mungkin sama seperti poin pertama terkait fleksibilitas dalam bekerja. Sebagian milenial yang memilih bekerja di perusahaan startup adalah karena tidak menyukai sistem kerja perusahaan-perusahaan formal. Ada beberapa peraturan yang paling dibenci, misalnya, harus datang tepat waktu, bekerja harus di meja kerjanya, dan lain-lain.

Karena ketidaksenangan itu, akhirnya mereka memilih bekerja di startup yang menawarkan beragam keuntungan. Misalnya saja seperti pilihan untuk bekerja dari rumah, bekerja dari kafe, atau kerja di tempat lainnya tanpa harus memikirkan absensi, asal kerjaan selesai.

Itu tadi beberapa alasan mengapa milenial lebih senang bekerja di perusahaan startup. Intinya sih mereka lebih senang untuk mengeksplor kreativitas dengan caranya sendiri, dan hal itu bisa dilakukan di dunia startup. Siapa yang butuh kerja 8 jam, pakai kemeja rapi, sepatu mengkilap kalau misalnya berpakaian sederhana saja bisa mengerjakan tugas dengan lebih cepat dan efisien? (Editor: Ruben Setiawan)

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1