Dipecat Perusahaan? Ini Besaran Pesangon yang Seharusnya Kamu Terima

4 menit
Besaran pesangon PHK yang didapat karyawan bila dipecat (Shutterstock)

Pesangon PHK tentu jumlahnya gak sedikit, bisa berkali-kali lipat dari gaji pokok per bulannya. Tapi, siapa sih yang senang dapat duit banyak dalam kondisi harus kehilangan pekerjaan?

Kena pemutusan hubungan kerja alias PHK tentu hal yang sangat menyakitkan. Artinya, kamu telah kehilangan salah satu sumber utama pendapatan untuk menghidupi biaya sehari-hari.

Kalau punya tabungan atau dana darurat dalam jumlah banyak sih mungkin masih aman untuk menutupi kebutuhan sehari-hari sampai dapat kerjaan yang baru, tapi kalau gak ada tabungan gimana?

Yang ada kamu malah clingak-clinguk bingung mau makan pakai apa. Duh, jangan sampai kamu salah satunya ya!

Tapi, beruntunglah wahai para pekerja di Indonesia, khususnya bagi kamu yang sudah berstatus karyawan tetap. Undang-Undang 1945 sudah mengatur tentang jaminan sosial tenaga kerja.

Gak cuma itu, sudah banyak Undang-Undang dan Peraturan Menteri yang telah menjamin kesejahteraanmu setelah di-PHK.

Di dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 juga dijelaskan bahwa jaminan sosial ditujukan untuk memenuhi kehidupan yang layak bagi para pekerja, baik yang buat pekerja, maupun yang kena pemutusan hubungan kerja.

Berdasarkan landasan hukum tersebut, semua pekerja berhak mendapatkan jaminan sosial, bagi yang sudah di PHK, maka dia berhak mendapatkan pesangon.

Tapi, kadang masih banyak juga yang bingung berapa sih memangnya pesangon PHK? Jumlah besaran pesangon itu juga turut diatur dalam beberapa peraturan. Nominalnya disesuaikan dengan berapa lama dia berkontribusi untuk perusahaan sebelum diberhentikan.

Nah, biar gak bingung berikut ini perhitungannya:

Perhitungan pesangon PHK sepihak

Pesangon PHK
Perhitungan pesangon PHK sepihak (Shutterstock)

Soal besaran nominal pesangon PHK yang diterima oleh para pekerja sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, pasal 156.

Di ayat 1, di situ tertulis saat pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.

Besarannya ditentukan berdasarkan masa kerja sebelum dipecat yang kemudian tercantum di ayat kedua:

  • Masa kerja kurang dari 1 tahun: 1 bulan upah
  • Masa kerja lebih dari 1 tahun tapi kurang dari 2 tahun: 2 bulan upah
  • Masa kerja lebih dari 2 tahun tapi kurang dari 3 tahun: 3 bulan upah
  • Masa kerja lebih dari 3 tahun tapi kurang dari 4 tahun: 4 bulan upah
  • Masa kerja lebih dari 4 tahun tapi kurang dari 5 tahun: 5 bulan upah
  • Masa kerja lebih dari 5 tahun tapi kurang dari 6 tahun: 6 bulan upah
  • Masa kerja lebih dari 6 tahun tapi kurang dari 7 tahun: 7 bulan upah
  • Masa kerja lebih dari 7 tahun tapi kurang dari 8 tahun: 8 bulan upah
  • Masa kerja lebih dari 8 tahun dan seterusnya dihitung 9 bulan upah

Baca juga: Dapat Uang Rp 2 Miliar Setahun! 7 Jenis Pekerjaan Ini Berani Kasih Gaji Gede

Besaran uang penghargaan

Pesangon PHK
Besaran uang penghargaan pesangon PHK (Shutterstock)

Ketika mengalami pemecatan, para pegawai gak cuma mendapatkan uang pesangon PHK, tetapi juga mendapatkan uang penghargaan. Besaran uang penghargaan juga didasarkan pada masa mengabdi terhadap perusahaan.

Berikut ini besarannya jika berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 156 Ayat 3:

  • Masa kerja lebih dari 3 tahun tapi kurang dari 6 tahun: 2 bulan upah
  • Masa kerja lebih dari 6 tahun tapi kurang dari 9 tahun: 3 bulan upah
  • Masa kerja lebih dari 9 tahun tapi kurang dari 12 tahun: 4 bulan upah
  • Masa kerja lebih dari 12 tahun tapi kurang dari 15 tahun: 5 bulan upah
  • Masa kerja lebih dari 15 tahun tapi kurang dari 18 tahun: 6 bulan upah
  • Masa kerja lebih dari 18 tahun tapi kurang dari 21 tahun: 7 bulan upah
  • Masa kerja lebih dari 21 tahun tapi kurang dari 24 tahun: 8 bulan upah
  • Masa kerja lebih dari 24 tahun: 10 bulan upah

Baca juga: Kena PHK? Ini Daftar Tunjangan yang Berhak Kamu Dapatkan!

Uang pengganti hak

Pesangon PHK
Uang pengganti hak pesangon PHK (Shutterstock)

Seperti yang telah tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 156 Ayat 1, perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja wajib memberikan uang pengganti hak yang dimiliki karyawan selama bekerja.

Soal kriteria pengganti hak tersebut tercatat di pasal yang sama ayat 4:

  • Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur
  • Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ke tempat di mana pekerja/buruh diterima bekerja
  • Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan 15 persen dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat
  • Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Kriteria karyawan yang gak wajib terima pesangon

 

Gak semua karyawan bisa mendapat pesangon. Itu tercantum di pasal 154, salah satunya pekerja yang masih dalam masa percobaan, mengundurkan diri atas kemauan sendiri, berakhirnya kontrak hubungan kerja, pekerja usia pensiun, dan meninggal dunia.

Perusahaan juga berhak untuk tidak memberikan uang pesangon PHK kepada pekerjanya yang telah melakukan pelanggaran berat, seperti berikuti ini:

  • Melakukan penipuan, pencurian, atau penggelapan barang dan/atau uang milik perusahaan
  • Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan perusahaan
  • Masuk, meminum minuman keras yang memabukkan, memakai dan/atau mengedarkan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di lingkungan kerja
  • Melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan kerja
  • Menyerang, menganiaya, mengancam, atau mengintimidasi teman sekerja atau pengusaha di lingkungan kerja
  • Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang bertentangan degnan peraturan perundang-undangan
  • Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan
  • Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam keadaan bahaya di tempat kerja
  • Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan perusahaan yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara
  • Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang diancam pidana penjara 5 tahun atau lebih.

Itulah sedikit selak-beluk tentang pesangon PHK. Mungkin kalau kalian lihat jumlahnya sangat banyak.

Tapi ingat, uang tersebut lebih baik dimanfaatkan sebaik-baiknya, jangan langsung dihambur-hamburkan. Kalau perlu dibuat untuk membuka usaha saja, biar kamu tetap ada pemasukan setiap harinya. (Editor: Chaerunnisa)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan