Gimana Cara Ajuin KTA? Ini Syarat dan Tanggung Jawab yang Perlu Dipahami

6 menit

Pinjaman KTA buat sebagian orang udah gak asing. Namun, ada juga yang belum paham seluk-beluk soal salah satu produk yang sebenarnya udah populer di perbankan ini.

Jika dulu KTA cuma jadi produk perbankan, kini produk ini juga dikeluarkan oleh layanan keuangan lainnya. Layanan keuangan lain yang mengeluarkan produk ini adalah fintech alias financial technology atau layanan pinjaman online.

Dari tadi kita menyebut kata “KTA” tapi belum tahu apa itu KTA. Nah, KTA adalah kredit tanpa agunan alias tanpa jaminan. Jadi, kamu bisa dapat kredit tanpa perlu sediakan jaminan berupa aset berharga, seperti surat tanah, rumah, ataupun kendaraan pribadi.

Buat sebagian besar orang, syarat tanpa jaminan ini tentu bantu banget. Apalagi buat mereka yang belum punya apa-apa buat dijaminkan namun sedang butuh dana. Bisa jadi buat keperluan mendadak atau malah buat bangun bisnis.

Keunggulan Pinjaman KTA Dibandingkan Pinjaman Lain

Pinjaman KTA
Ambil formulir dulu ya! (pixabay)

Buat kamu yang lagi butuh pinjaman, kamu bisa pertimbangkan produk kredit tanpa agunan ini ketimbang pinjaman lain. Kenapa? Berikut alasannya.

1. Gak perlu sediakan jaminan

Yang pasti sebagaimana udah disinggung sebelumnya, produk kredit tanpa agunan ini tentu aja gak butuh jaminan aset. Jadi, buat kamu yang belum punya kendaraan ataupun properti buat dijaminkan ke bank, kamu tetap bisa dapat pinjaman deh.

2. Persyaratannya pun cukup gampang

Kalau gak pakai jaminan, terus gimana bank bisa setujui pengajuan pinjaman? Cukup persyaratan ini aja yang perlu kamu lengkapi. Persyaratan tersebut pun cukup gampang buat kamu penuhi.

Kamu biasanya bakal dimintai kartu identitas, kartu kredit, slip gaji atau SIUP, dan NPWP. Bahkan buat KTA dari layanan non-perbankan tertentu, kamu malah gak perlu lampirkan data kartu kredit dan slip gaji. Kamu cukup lampirkan bukti kartu identitas aja. Asyik, kan?

3. Proses pengajuan sampai pencairan cukup singkat

Proses pengajuan pinjaman kredit tanpa agunan ini sendiri cukup praktis. Kamu cuma perlu datangi bank terkait dan isi formulirnya. Gak mau repot? Terdapat juga beberapa situs agregator produk perbankan yang bakal bantu kamu ajukan KTA ke bank secara online. Jadi, kamu gak perlu ke luar rumah atau kantor buat mengurus aplikasi kamu.

Kamu cukup isi formulir dan sertakan semua fotokopi dokumen yang diminta. Kemudian, kamu tunggu deh aplikasi kamu bakal disetor ke bank. Lalu, kamu bakal ditelepon oleh pihak bank buat proses verifikasi data.

Setelah bank menimbang aplikasi kamu, kamu bakal diberi tahu apakah pengajuan KTA kamu disetujui atau gak. Selama kamu penuhi syarat dan angkat telepon dari bank sih harusnya aplikasi kamu bakal dapat persetujuan. Oh ya, jangan lupa sesuaikan nominal pinjaman dengan penghasilan kamu.

Rentang waktu antara aplikasi diterima hingga kamu ditelepon biasanya sekitar tiga hari. Kemudian, sejak kamu ditelepon dan pemberitahuan persetujuan kredit tersebut biasanya butuh waktu seminggu sampai dua minggu. Nah, kalau aplikasi kamu disetujui, maka dana biasanya bakal masuk ke rekening cuma dalam hitungan hari.

Gak lama kan?

Ada juga beberapa pinjaman KTA yang menjanjikan pencairan cuma tiga hari, lho. Biasanya KTA ini berasal dari layanan non-perbankan.

4. Hampir setiap bank atau layanan pinjaman non-bank tawarkan KTA

Produk ini pun cukup mudah kamu temukan. Kamu bisa dapat produk kredit tanpa agunan ini melalui bank mana aja, karena hampir tiap bank menyediakan. Bahkan, layanan pinjaman non-bank pun banyak sediakan pinjaman tanpa agunan.

5. Penggunaan pinjaman yang fleksibel banget

Asal tahu aja bahwa produk kredit tanpa agunan ini malah sering kali ditujukan buat kebutuhan konsumtif. Makanya gak heran iklan-iklan bank mengenai produk kredit tanpa agunan ini malah lebih sering menampilkan penggunaan buat liburan, menikah, dan lainnya.

Tentu aja meski penggunaan uang dari kredit ini sangat fleksibel, namun ada baiknya gunakan buat yang benar-benar penting ya.

Tertarik buat ajuin pinjaman KTA? Berikut syarat dan proses pengajuannya.

Alur Pengajuan KTA dari Dikirim Sampai Pencairan

pinjaman kta online
Yey! Approved! (pixabay)

1. Pilih bank yang sesuai

Yang pertama, kamu bisa riset dulu bank yang sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Contoh, kamu bisa pertimbangkan suku bunga yang bank tersebut tawarkan. Kemudian, kamu perhatikan pula kredibilitas kreditur tersebut.

Buat pilih bank yang cocok, kamu bisa datangi banknya satu per satu. Atau, kamu sambangi aja marketing KTA atau bank yang ada di mal. Pengin lebih praktis? Coba deh kunjungi salah satu situs agregator produk perbankan, contohnya DuitPintar.

2. Pastikan kamu penuhi syarat dan dokumen

Perlu diingat banget kamu harus penuhi syarat dan penuhi dokumen yang diminta. Berikut persyaratan yang harus kamu penuhi:

  • Warga negara Indonesia
  • Usia minimal 21 tahun dan maksimal 50 atau 55 tahun, bergantung kebijakan bank.
  • Memiliki penghasilan tetap, sebagai karyawan atau wiraswasta

Sementara itu, dokumen yang biasanya kamu harus sertakan saat pengajuan, antara lain:

  • Fotokopi kartu identitas, berupa KTP.
  • Fotokopi NPWP.
  • Slip gaji buat karyawan, SIUP buat wiraswasta.
  • Lampiran arsiran kartu kredit.
  • Isi formulir pengajuan.

3. Berikan aplikasi berisi formulir dan dokumen ke bank

Setelah semua persyaratan kamu penuhi dan dokumen udah kamu lengkapi, kamu bisa berikan aplikasi tersebut ke bank.

Buat kamu yang ajukan pinjaman KTA via online, kamu gak perlu ke bank. Biasanya kurir layanan pinjaman tersebut yang bakal ambil dokumen kamu.

4. Tunggu verifikasi dari pihak bank

Aplikasi udah diterima oleh bank, nantinya kamu bakal ditelepon oleh mereka buat proses verifikasi. Pihak bank pengin memastikan bahwa benar kamu yang mengajukan aplikasi tersebut.

Selain itu, tujuan telepon ini juga bakal menentukan apakah kamu layak dapat pinjaman atau gak. Jadi, pastikan kamu meyakinkan saat ditelepon ya.

5. Tunggu kabar soal persetujuan aplikasi pinjaman KTA kamu

Udah selesai dengan proses verifikasi, kamu tinggal tunggu deh kabar dari bank mengenai status pengajuan pinjaman KTA kamu.

Biasanya bank bakal menelepon kamu lagi buat memberi tahu apakah aplikasi kamu disetujui atau gak. Namun, ada juga bank yang cuma bakal beri tahu lewat SMS. Biasanya waktu yang dibutuhkan dari verifikasi sampai persetujuan adalah sekitar seminggu sampai dua minggu.

Kamu dapat SMS atau telepon yang kasih tahu aplikasi KTA kamu disetujui? Selamat! Sebentar lagi, dana bakal masuk ke rekening kamu. Silakan digunakan dengan bijak dan sesuai tujuan awal kamu ya.

Mudah banget kan buat ajuin pinjaman KTA? Meski terlihat sangat mudah, kamu perlu pahami pula bahwa KTA ada minus-nya. Kekurangan tersebut bisa berasal dari produk itu sendiri maupun dari cara kamu menggunakannya.

Kekurangan dan Risiko yang Perlu Dipahami Sebelum dan Sesudah Ajukan KTA

Simak dulu beberapa kekurangan KTA yang perlu kamu pahami setelah tahu beberapa keunggulannya:

1. Jumlah pinjaman dan tenor cukup terbatas

Meski dalam flyer promo KTA dari bank menawarkan pinjaman sampai dengan Rp 200 juta, kamu harus tahu fakta ini: tetap aja bank bakal tentuin maksimal pinjaman sesuai penghasilan kamu.

Biasanya bank menerapkan plafon tiga sampai lima kali penghasilan debitur. Contoh, bila gaji kamu adalah Rp 7 juta maka bank cuma berani kasih pinjaman maksimal Rp 35 juta.

Buat tenor pun demikian, jangka waktu pinjaman buat produk ini berkisar antara setahun dan maksimal lima tahun. Beda sama kredit multiguna yang bisa mencapai delapan sampai sepuluh tahun.

Jumlah pinjaman KTA bisa dibilang lebih terbatas dibandingkan kamu ajukan pinjaman multiguna. Sebab multiguna biasanya butuh jaminan aset seperti kendaraan atau surat rumah, sehingga bank pun merasa lebih “aman”.

2. Suku bunga cukup tinggi

Karena syaratnya yang cukup mudah, tentu bank pengin dapat keuntungan lebih dong. Apalagi di sini bank lebih riskan kehilangan uang karena nasabah bisa aja menghilang (meskipun masih ada proses hukum).

Sudah mafhum bahwa suku bunga pinjaman KTA lebih tinggi dibandingkan kredit multiguna. Secara rata-rata, suku bunga KTA adalah sampai dengan 2 persen per bulan. Sementara itu, kredit multiguna ada yang satu persenan aja atau bahkan di bawah itu.

3. Debitur terbatas

Ini dia yang patut kamu perhatikan. Pinjaman ini biasanya cuma ditujukan buat kamu yang berstatus karyawan ataupun wiraswasta serta profesional. Jadi, buat yang kerja freelance, bakal sulit banget buat dapat approval. Bahkan, wiraswasta pun kadang masih sulit dapat pinjaman KTA dari perbankan, karena dianggap gak “settle”.

4. Harus punya kartu kredit

Satu dokumen paling krusial bila kamu pengin ajukan pinjaman tanpa agunan ini adalah kartu kredit. Ini karena bank bakal melihat kemampuan bayar kamu lewat histori kredit kamu di kartu kredit.

Gak semua karyawan atau wiraswasta udah punya kartu kredit kan? Tapi bila suatu saat kamu butuh KTA, ada baiknya dari sekarang kamu ajuin kepemilikan kartu kredit deh. Asal tahu aja, saat pengajuan KTA, kartu kredit kamu harus udah berusia minimal satu tahun, lho.

5. Biaya provisi dan biaya lainnya cukup tinggi

Biaya provisi adalah semacam biaya administrasi di awal yang bakal dipotong sebelum dana KTA ditransfer ke rekening kamu.

Dana tersebut bisa mencapai Rp 500 ribu, lho. Bayangin aja kalau kamu pinjam Rp 10 juta maka kamu cuma terima Rp 9 jutaan aja. Itu belum dihitung pula dengan biaya tahunan, biaya penalti bila lakukan percepatan pelunasan, dan biaya keterlambatan yang gak sedikit.

6. Riskan terlilit utang

Risiko ini berasal dari diri sendiri sih. Namun, beberapa kekurangan yang disebutkan sebelumnya jadi salah satu faktor pula.

Bila kamu gak hitung dengan matang, KTA bisa melilit kamu. Ini karena suku bunganya yang cukup tinggi disandingkan pula dengan tenornya yang singkat. Bisa-bisa jumlah cicilan kamu cukup memberatkan. Oleh sebab itu, pastikan total cicilan kamu (bukan cuma KTA) gak lebih dari 30 persen dari gaji.

Plus, jangan lupa buat bijak gunakan uang dari KTA ini sesuai tujuan awal. Jangan dipake buat jajan ya! Oh ya, setelah itu, pastikan buat mengencangkan ikat pinggang selama kamu punya cicilan pinjaman KTA.

Helda
Helda

Tidak normal tapi spesial. Blogger merangkap content writer yang secara ajaib tersesat di bidang keuangan. Semua tulisan di sini tersedia berkat bantuan kopi tanpa gula.