Banner ImageBanner Image

Jangan Harap Pinjaman Tanpa Agunan Bisa Cair Kalau Hal-Hal Ini Terjadi

3 menit
Pinjaman Tanpa Agunan

Pinjaman tanpa agunan menjadi pilihan yang paling bisa diandalkan saat membutuhkan banyak dana. Meski simpel karena gak perlu menjaminkan agunan, bukan berarti pengajuannya minim kendala. Terbukti, ada lho yang dana pinjamannya gagal cair.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab mengapa pinjaman tanpa agunan bisa gagal cair. Terkadang, ada hal-hal yang luput dari orang saat mengajukan pinjaman, dan ternyata membuat pengajuan mereka ditolak.

Bisa jadi karena terburu-buru mengajukan pinjaman atau sama sekali tidak tahu menjadi alasan mengapa orang gak menaruh perhatian kepada hal-hal tersebut. Emangnya apa aja sih hal-hal yang membuat kreditur gak mau kasih pinjaman tanpa agunan?

Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak pemaparan di bawah ini:

1. Kolektibilitas kredit di SLIK OJK dapat skor buruk

Pinjaman Tanpa Agunan
Pinjaman Tanpa Agunan

Dalam pengajuan pinjaman tanpa agunan, adanya kolektibilitas kredit menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan bank atau kreditur. Kolektibilitas kredit bisa dibilang sebagai status pembayaran cicilan serta bunganya oleh debitur.

Simpelnya, kolektibilitas kredit itu ibarat rapor di sekolah. Kalau nilainya bagus, kamu diluluskan. Sementara kalau buruk, kamu diminta melakukan perbaikan terlebih dahulu, agar nilainya bagus.

Nah, ada lima kualitas yang menjadi status dalam kolektibilitas kredit. Kualitas-kualitas tersebut ditentukan berdasarkan lancar atau macetnya pembayaran tagihan selama periode cicilan.

Apa aja kelima kualitas tersebut?

  • Kualitas 1 status Lancar karena debitur selalu bayar utang gak pernah telat atau kredit lancar (performing loan).
  • Kualitas 2 status Dalam Perhatian Khusus (DPK) terjadi karena cicilan macet selama 1 – 90 hari.
  • Kualitas 3 status Kredit Kurang Lancar terjadi karena cicilan macet selama 91 – 120 hari.
  • Kualitas 4 status Diragukan terjadi karena cicilan macet selama 121 – 180 hari.
  • Kualitas 5 status Macet terjadi karena cicilan macet lebih dari 180 hari.

Nah, kalau kamu berstatus 3 – 5, maklumi aja mengapa pinjaman tanpa agunan gak cair. Buat tahu kolektibilitas kredit, kamu bisa mengeceknya di SLIK OJK.

2. Punya utang berjalan yang cicilannya 30 persen gaji

Pinjaman Tanpa Agunan
Pinjaman Tanpa Agunan

Ini gak baiknya kalau punya banyak utang yang belum lunas. Apalagi, kalau utangnya dipakai buat kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya konsumtif. Dijamin rugi banget deh kalau punya banyak utang buat hal tersebut!

Sekadar diketahui, kamu punya batasan dalam berutang. Idealnya, kamu punya utang dengan maksimal cicilan 30 persen gaji.

Lebih dari itu, bisa membuat kondisi keuangan kamu jadi gak sehat. Nah, kalau kamu mengajukan pinjaman tanpa agunan, dijamin deh gak bakal disetujui.

Kenapa bisa begitu ya? Pasalnya, bank atau kreditur ogah mengambil risiko dengan meminjamkan uangnya ke kamu. Karena potensi gagal bayar lebih besar terjadi pada orang-orang punya cicilan kredit 30 persen gaji.

Karena itu, kamu yang pengin ajukan pinjaman tanpa agunan, sebaiknya ditunda dulu. Sebab, kecil banget kemungkinan kamu buat dapat dana pinjaman.

3. Palsukan penghasilan bulanan

Pinjaman Tanpa Agunan
Pinjaman Tanpa Agunan

Demi bisa mengajukan pinjaman tanpa agunan, gak sedikit yang memalsukan besaran penghasilan bulanan. Udah jelas ini perbuatan yang melanggar aturan, dan sangat berisiko.

Lagi pula, bank gak seceroboh seperti yang kamu bayangkan. Makanya, mengapa proses aplikasi pinjaman itu memakan waktu lama karena bertujuan untuk menganalisis data-data pengajuan aplikasi.

Kalau ketahuan, pengajuan gak cuma ditolak. Tapi, namamu juga udah di-blacklist sehingga akan membuatmu kesulitan mendapatkan pinjaman. Makanya, lebih baik menyerahkan data-data sebenarnya tanpa dimanipulasi sedikit pun.

4. Data yang diberikan gak bisa diverifikasi

Pinjaman Tanpa Agunan
Pinjaman Tanpa Agunan

Sampaikan informasi sebenar-benarnya, dan sejelas-jelasnya agar bank gak kesulitan melakukan verifikasi. Sering kali bank atau pemberi pinjaman gak bisa menghubungi kamu karena nomor telepon atau handphone yang tercantum gak aktif.

Coba deh pikirkan. Misalnya kamu jadi bank atau kreditur, emangnya mau memberi pinjaman ke orang yang susah banget dihubungi? Tentu aja gak kan!

Belum dapat pinjaman aja udah susah dihubungi, apalagi dapat pinjaman terus bayarnya macet. Bakal repot nantinya karena gak bisa ditelepon.

Karena itu, pastikan selalu mencantumkan nomor yang jelas dan bisa ditelepon ya! Dengan begitu, kamu berpeluang mendapat pinjaman.

Dari keempat hal di atas, ada gak yang salah satunya kamu alami? Atau jangan-jangan semuanya kamu alami. Mudah-mudahan jangan sampai deh!

Kalau ada, segera bereskan ya biar gak jadi kendala nantinya dalam pengajuan pinjaman tanpa agunan. (Editor: Chaerunnisa)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong