Mau Sukses Jualan Kayak Pisang Goreng Madu Bu Nanik? Ini Caranya

2 menit
Pisang Goreng Madu Bu Nanik (MoneySmart)
Pisang Goreng Madu Bu Nanik (MoneySmart)

Siapa sangka Nanik Soelistiowati pemilik bisnis Pisang Goreng Madu Bu Nanik yang kini viral dengan “pisang gosong” racikannya pernah mendapatkan cibiran banyak orang.

Panganan berbahan dasar pisang dengan madu dan diolah menjadi pisang goreng tersebut memiliki penampilan yang kurang meyakinkan dan selalu mendapat komentar sebagai pisang gosong.

Tak merasa malu atau bahkan minder, Nanik terus berusaha memperkenalkan cita rasa pisang gosongnya kepada semua orang.

Membuat selebaran yang ia buat dan menyebarkannya ke kantor-kantor, masjid-masjid dan gereja-gereja demi memperkenalkan si pisang gosong.

Nyatanya usaha Nanik belum menemui titik terang pada tahun 2006 silam, menggunakan gerobak dipinggir jalan kawasan kuliner Tanjung Duren, saat itu dagangannya tak laku terjual, bahkan 20 porsi pisang perhari tidak habis.

Harga Mulai Rp 2.000 per Buah

“Kalau tidak salah dulu persisnya hanya Rp 2.000 per biji, itu sebelum tahun 2007, saat 2007 itu saya buka di Jalan Tanjung Duren itu pakai gerobak. Saya taruh 20 biji pisang per hari aja nggak laku,” cerita Nanik kepada Moneysmart.id.

Tak mau menyerah dan menerima keadaan itu, Nanik pun tak segan-segan memberikan tester secara gratis kepada orang yang lewat gerobak dagangannya.

Dia pun terus berusaha dengan mengikuti bazzar dan pameran, kemanapun ada bazzar dan pameran uang selalu ikut dan menampilkan pisang gosongnya.

Seperti banyak orang berkata, usaha tidak akan lari dari hasil, Nanik pun mendapatkan jalan kesuksesan bersama pisang madu tersebut.

Kiat Sukses Bu Nanik

Saat ini, ratusan tukang ojek online silih berganti antre menunggu pesanan di outlet pisang madu miliknya setiap hari. Setiap jam yang akan diantar kepada pemesan.

Bahkan, kini bisnis pisang madu miliknya juga telah membuka lapangan pekerjaan bagi 80 karyawan.

Bisnisnya pun telah mendapatkan berbagai penghargaan dari operator ojek online hingga pemerintah.

Namun, dibalik kegigihan membangun bisnis pisang madu tersebut, apa kiat sukses Bu Nanik?

“Berbisnis itu janganlah ikut-ikutan tren musiman. Karena sebentar aja ke gulung habis. Cari peluang bisnis yang belum ada, yang ada di sekitarmu yang belum orang mulai membuka usaha itu,” ungkap Nanik.

Menurut Nanik, peluang bisnis yang paling menjanjikan adalah peluang yang ada disekitar diri sendiri dan belum banyak orang yang menjalankan hal itu.

“Yang ada di sekitar kita aja, yang belum orang bikin. Itu jadi peluang bisnis yang bagus nggak usah muluk-muluk ayam geprek lah. Nggak mungkinlah, yang dari scoop kecil aja yang di sekitar kamu,” kata Nanik.

Pantang Menyerah Jualan Pisang

Dengan melihat peluang bisnis terdekat maka, jalan untuk mengembangkan bisnis tersebut terbuka lebar. Sebab jika memikirkan bisnis terlalu jauh dan tidak memahami dikemudian hari akan menjadi hambatan dalam membangun bisnis.

“Yang penting itu ulet, tekun, jangan pantang menyerah. Jangan mencari bisnis yang muluk-muluk dulu. Sesuai dengan model kamu dulu sudah jalanin nanti pemerintah pasti turun tangan sendiri,” ujar Nanik.

Menurutnya, hal terpenting dalam bisnis adalah memulainya. Dengan memulai bisnis itu maka, si pemilik akan semakin terus belajar mengembangkannya dan verinibasi seiring perjalanan bisnis tersebut.

Selain itu, manfaatkan jaringan atau koneksi teman, sahabat, atau kerabat. Agar bisa saling berbagai pengalaman dan saling melatih diri.

“Saya kan ada di pembinaan UMKM saya bisa maju seperti sekarang ini. Karena saya juga aktif dalam organisasi itu,” papar Nanik.

Nah gimana? Kalian yang mau berbisnis jangan takut untuk memulai ya. Jalankan, belajar seiring waktu, kesuksesan tidak datang sendiri.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.