Ini Pola Pikir yang Gak Ditemukan di Orang Miskin, tapi Ada di Orang Kaya

3 menit
Orang kaya (Shutterstock).

Emang benar orang kaya dengan orang miskin bedanya di berapa banyak banyak uang yang mereka punya. Rupanya gak cuma itu lho. Orang kaya dan orang miskin juga punya pola pikir yang berbeda.

Asal tahu aja nih, pola pikir itu memengaruhi apakah seseorang bisa sukses atau gagal. Misalnya aja kamu adalah seorang pengusaha. Kalau menganggap kegagalan sebagai akhir dari usahamu, udah jelas kamu gak bakal sukses jadi pengusaha.

Lain cerita kalau kamu menganggap kegagalan itu sebagai pembelajaran. Karena belajar dari kegagalan tersebut, kamu perlahan-lahan bangkit dan membangun kembali usaha. Dari pola pikir itulah, banyak orang yang pernah gagal kemudian sukses dan jadi orang kaya.

Selain pola pikir yang disebutkan tadi, masih ada beberapa lainnya yang menjadi pola pikir orang-orang kaya. Apa aja? Dikutip dari Medium, berikut ini ulasannya.

Baca juga: Mengenal Sosok Nilam Sari, Wanita Tangguh Dibalik Suksesnya Kebab Baba Rafi

1. Orang kaya percaya kalau mereka yang tentukan arah hidup mereka

Orang kaya (Shutterstock).

Ada anggapan kalau hidup yang dijalani itu sebaiknya diterima aja sebagai nasib. Namun, anggapan ini gak berlaku buat orang kaya.

Mereka justru percaya bahwa mereka lah yang tentukan kemana arah hidup mereka. Terdengar seperti orang yang punya rasa optimis yang tinggi ya? Namun, itulah kenyataannya.

Beberapa orang kaya dulunya juga menjalani hidup layaknya orang-orang biasa lho. Malah di antara mereka ada yang pernah merasakan jadi orang kere.

Di sinilah perbedaan antara orang kaya dengan orang miskin itu nampak. Orang-orang kaya ini menolak bahwa mereka harus terima kenyataan kalau mereka bakal selamanya hidup susah. Optimisme yang dibangun dan usaha yang tekun pada akhirnya bikin mereka sukses.

2. Orang kaya berani mempertaruhkan uang mereka buat dapatkan keuntungan yang lebih besar

Orang kaya berani mempertaruhkan uang mereka buat dapatkan keuntungan yang lebih besar (Shutterstock).

Karena berisiko tinggi, gak sedikit orang-orang yang enggan berinvestasi di pasar modal dengan membeli saham. Makanya orang-orang yang berinvestasi di pasar modal itu masih sedikit jumlahnya.

Orang kaya justru gak berpendapat demikian. Buat mereka, investasi di pasar modal dengan membeli saham dipandang sebagai peluang menciptakan untung lebih banyak.

Di sinilah mereka berani pertaruhkan uang yang mereka miliki demi keuntungan yang lebih besar. Padahal, mereka tahu bisa aja hal-hal buruk terjadi dan mereka kehilangan banyak uang.

Karena konsekuensi tersebut telah disadari dan diterima, mereka pada akhirnya tetap berinvestasi di pasar modal. Mereka menolak takut kehilangan banyak uang demi bisa meraih peluang besar. Itulah pola pikir yang bikin orang kaya semakin kaya.

Baca juga: Belajar Kesuksesan Berbisnis dari Sosok Rika Hardjosuwarno, Pemilik Kembang Kencur

3. Orang kaya itu bikin komitmen jadi kaya yang bukan sekadar keinginan

Orang kaya raya selalu miliki komitmen tegas (Shutterstock).

Banyak orang sekadar ingin menjadi kaya. Namun, pertanyaannya adalah berapa banyak sih yang berkomitmen buat mewujudkannya?

Itulah kenapa sedikit sekali yang dari awal terus konsisten bekerja keras agar bisa jadi kaya. Atau mengambil risiko yang besar demi mendapat hasil yang besar.

Pola pikir ini bisa dimulai dari target-target apa yang pengin dicapai selama satu tahun. Target-target tersebut tentunya punya nilai-nilai positif buat kemajuan karier dan diri kamu.

Bingung seperti apa targetnya? Simpel kok sebenarnya. Misalnya aja kamu tahun ini pengin kuasai kemampuan creative writing. Cari tahu di mana kamu bisa mempelajari kemampuan tersebut. Daftarkan diri dan ikuti kelasnya.

Lakukan dengan disiplin dan kamu bakal wujudkan target tersebut. Di situlah komitmennya yang harus dibangun.

4. Orang kaya itu punya visi dalam hidupnya

Orang kaya itu punya visi dalam hidupnya

Hidup itu harus punya visi. Itulah prinsip yang dipegang orang kaya. Kekayaan yang mereka nikmati saat ini adalah bukti dari visi hidup yang mereka jadikan pedoman.

Visi semisal kalau investasi saham bisa dapat keuntungan 20 persen per tahun, kenapa mesti investasi di deposito yang untungnya cuma 6 persen per tahun? Kemampuan dalam melihat hal-hal besar inilah yang menjadi pola pikir dari orang kaya.

Jadi, gimana? Apakah pola pikir-pola pikir yang disebutkan di atas tadi udah ada yang kamu miliki? Seperti yang udah disampaikan tadi, menjadi orang kaya itu perlu optimis, berani ambil risiko, komitmen, dan punya visi. Tanpa itu semua, mustahil jadi orang kaya. (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!