6 Ketentuan dalam Polis Asuransi Jiwa yang Wajib Dipahami agar Mudah Lakukan Klaim

4 menit
Polis Asuransi (Shutterstock).
Memilih asuransi jiwa terbaik (Shutterstock).

Memiliki asuransi jiwa berarti juga harus memahami isi polisnya. Sebab dalam polis asuransi jiwa, ada sejumlah hal penting yang wajib diketahui tertanggung.

Bakal repot nantinya kalau ada sengketa yang terjadi antara pembayar premi dan perusahaan asuransi. Karena dulunya abai dengan isi polis asuransi jiwa, posisi si pembayar premi jadi lemah di mata hukum.

Rugi kan jadinya gara-gara ada satu atau dua hal yang diketahui, kamu jadi kesulitan melakukan klaim premi yang telah dibayarkan. Makanya saat hendak ambil asuransi jiwa, dibaca baik-baik deh isinya biar nantinya kamu gak salah paham.

Bisa dimengerti sih kenapa banyak orang yang ogah-ogahan baca polis asuransi jiwa. Isinya yang berlembar-lembar cukup menyita banyak waktu buat membacanya.

Dari panjangnya isi polis asuransi jiwa, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu wajib tahu. Apa aja?

Baca juga: Usung Konsep Zero Waste, Ini 5 Hotel Ramah Lingkungan Terbaik di Indonesia

1. Ada periode mempelajari polis (cooling off period) yang menjadi hak pemegang polis asuransi jiwa

Polis Asuransi Jiwa
Asuransi Jiwa (Shutterstock).

Rupanya setiap pemegang polis asuransi jiwa punya hak buat mempelajari terlebih dahulu polis yang diterimanya. Kalau merasa keberatan dengan isi polis yang diterimanya, si pemegang polis berhak mengajukan pembatalan polis tanpa dikenakan denda.

Periode mempelajari polis (cooling off period) cuma berlangsung selama 14 hari sejak tanggal penerbitan polis. Dengan adanya periode ini, manfaatkan deh sebaik-baiknya, apakah isi polis telah memenuhi harapanmu atau jauh dari harapan?

2. Cek data polis non-finansial dan data polis finansial

Polis Asuransi Jiwa
Asuransi Jiwa (Shutterstock).

Pastikan seluruh data polis benar dan sesuai, mulai dari data polis non-finansial dan data polis finansial. Sebab keakuratan data yang terdapat di polis sangat dipertimbangkan dalam proses pengajuan klaim asuransi.

Apa aja data polis yang perlu dicek? Dari data polis, kamu bisa mengecek:

  • Nama pemegang polis
  • Nama tertanggung
  • Alamat tempat tinggal
  • Nomor telepon
  • Email
  • Alamat korespondensi
  • Nama pemilik rekening
  • Nama bank
  • Nomor rekening
  • NPWP
  • Tempat dan tanggal lahir
  • Dan sebagainya

3. Cek manfaat asuransi yang diterima

Polis Asuransi Jiwa
Asuransi Jiwa (Shutterstock).

Kemudian cek juga manfaat asuransi yang bakal kamu terima ketika terjadi risiko yang ditanggung. Pastikan manfaat asuransi yang tercantum dalam polis asuransi jiwa telah sesuai dengan keinginanmu.

Ada beberapa ketentuan yang perlu kamu tahu dari pemberian manfaat asuransi ini.

  • Uang Pertanggungan atau UP dibayarkan 100 persen oleh perusahaan asuransi yang besarannya tercantum dalam polis asuransi.
  • Masa pertanggungan berlaku hingga kapan.
  • Manfaat yang diterima dengan ambil asuransi tambahan.
  • Pelaporan meninggalnya tertanggung paling lambat 14 x 24 jam sejak waktu meninggalnya.
  • Manfaat bisa diterima dengan melengkapi dokumen-dokumen, seperti: formulir permohonan klaim, Surat Keterangan Kematian (asli dan legalisir), Surat Keterangan sebab meninggal dunia yang dikeluarkan dokter, Berita Acara Kecelakaan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang, fotokopi Tanda Bukti Diri dari ahli waris dan tertanggung, dan fotokopi legalisir Kartu Keluarga pemegang polis.

Baca juga: Hati-Hati! 5 Kata Sepele Ini Bisa Menghambat Karier Kamu Lho!

4. Berapa premi yang dibayarkan?

Polis Asuransi Jiwa
Asuransi Jiwa (Shutterstock).

Ini yang paling penting, kamu harus tahu berapa besar premi asuransi yang dibayarkan. Besaran premi yang kamu setor ditentukan berdasarkan:

  • Jenis asuransi yang diambil
  • Besaran uang pertanggungan
  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Merokok atau tidak merokok
  • Gaya hidup

Seandainya premi telat dibayarkan, kamu masih menerima perlindungan dari asuransi jiwa. Masa perlindungan inilah yang kemudian dikenal sebagai masa tenggang atau grace period.

Umumnya grace period ini cuma berlaku 1 bulan. Setelah itu, polis asuransi menjadi lapse yang artinya perlindungan udah gak aktif lagi.

5. Cari tahu apa aja yang menjadi pengecualian-pengecualian dalam asuransi jiwa

Polis Asuransi Jiwa
Asuransi Jiwa (Shutterstock).

Dalam polis asuransi, biasanya tercantum apa aja yang menjadi pengecualian-pengecualian yang bikin manfaat asuransi gak bisa diterima.

  • Penyakit termasuk kategori Pre-Existing Condition atau udah ada sebelumnya.
  • Meninggal karena hukuman mati menurut pengadilan.
  • Bunuh diri, percobaan bunuh diri atau pencederaan diri, baik sadar maupun tidak sadar.
  • Melakukan tindak kejahatan.
  • Terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam perang (baik dinyatakan ataupun gak oleh pemerintah), pemogokan, perkelahian, pemberontakan, revolusi, perang saudara, huru-hara, kerusuhan, pengambilalihan kekuasaan dengan kekerasan, hingga ikut dalam aksi militer.
  • Kecelakaan penerbangan.
  • Konsumsi obat bius, narkotika, psikotropika, dan minuman keras.
  • Bencana alam atau reaksi inti atom.
  • Ikut perlombaan atau olahraga beladiri, terjun payung, menyelam, mendaki gunung, kegiatan alam lainnya, balapan kendaraan bermotor, berkuda, berburu, perahu, pesawat udara, hingga olahraga berbahaya lainnya.
  • Kecelakaan yang terjadi sebelum tanggal berlakunya polis.
  • Gangguan mental atau kejiwaan.

6. Besaran biaya yang diberlakukan dalam polis asuransi jiwa

Polis Asuransi Jiwa
Asuransi Jiwa (Shutterstock).

Hal yang satu ini juga kudu kamu pahami keberadaannya dengan membaca polis asuransi. Asal tahu aja nih, perusahaan asuransi umumnya membebankan sejumlah biaya dalam asuransi yang kamu ambil.

Baca juga: Hindari Risiko Tinggi, Ini 5 Cara Jitu Pilih Reksa Dana Terbaik

Berikut ini biaya-biaya yang biasanya terdapat dalam asuransi jiwa.

  • Biaya akuisisi
  • Biaya administrasi
  • Biaya umum
  • Biaya duplikat polis
  • Biaya polis
  • Biaya pengelolaan
  • Biaya pembatalan
  • Biaya penerbitan polis

Sampai sini udah tahu kan sekarang apa aja yang mesti di cek dalam polis asuransi jiwa? Dengan mengerti isi polis asuransi, kamu bisa terhindar dari hal-hal yang merugikan nantinya, termasuk sulitnya klaim uang pertanggungan. Semoga informasi di atas bermanfaat ya! (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!