Untungnya Puluhan Miliar Rupiah Sehari, Saham-saham Ini Dikoleksi Lo Kheng Hong

3 menit
portfolio saham
Untungnya Puluhan Miliar Rupiah Sehari, Saham-saham Ini Dikoleksi Lo Kheng Hong, (Instagram/@pmbs_id).

Lo Kheng Hong dikenal karena kepiawaiannya dalam berinvestasi saham. Gara-gara mendapatkan banyak cuan dari saham, ia bisa memiliki aset hingga Rp 2,5 triliun lho. 

Buat kamu yang juga gemar berinvestasi, pastinya penasaran dengan portofolio saham milik Lo Kheng Hong, bukan? Siapa tahu nantinya bisa meraih cuan juga ketika ikutan memiliki portofolio saham seperti yang Lo Kheng Hong miliki. 

Asal tahu aja nih, pernah ada beritanya kalau Lo Kheng Hong meraih untung Rp 10 miliar dalam sehari dari saham yang ia miliki. Lalu ada kabar yang menyebutkan kalau dirinya dijuluki sebagai “Warren Buffet Indonesia” ini mendapat cuan sebesar Rp 16 miliar karena berinvestasi saham.

Emangnya apa aja saham-saham yang dipegangnya sehingga bisa untung sebanyak itu? Gak usah berlama-lama lagi, berikut ini adalah daftar portofolio saham yang dimiliki Lo Kheng Hong.

Baca juga: Ini Jenis Investasi Buat Milenial yang Baru Memasuki Dunia Kerja

1. Saham Petrosea, Tbk. (PTRO)

portfolio saham
Saham Petrosea juga dimiliki oleh Lo Kheng Hong, (www.petrosea.com).

Ada saham Petrosea dalam portofolio saham Lo Kheng Hong. Kepemilikannya sesuai dengan data di IDX mencapai 137.842.000 lembar atau sekitar 13,67 persen.

Berkat kepemilikannya atas saham Petrosea, dirinya berhak atas dividen sebesar Rp 16,5 miliar. Nilai dividen yang didapatnya tersebut lebih besar dari dividen yang diperoleh sebelumnya yang mencapai Rp 7,12 miliar.

Kalau melihat laporan keuangannya, Petrosea mencatatkan laba US$ 22,96 juta atau Rp 324,7 miliar pada 2018. Sementara pada 2017, profit yang dicetak sekitar US$ 11,63 juta atau Rp 164,5 miliar.

PT Petrosea, Tbk. merupakan perusahaan yang diketahui bergerak di sektor infrastruktur, pertambangan, dan transportasi. Petrosea sendiri tercatat sebagai anak perusahaan Indika Energy Group.

Kepemilikan Indika Energy Group atas saham Petrosea, Tbk. mencapai 704.014.200 lembar atau sekitar 69,80 persen. Dengan kata lain, Indika Energy Group masih menjadi pemegang saham mayoritas.

Petrosea, Tbk. tercatat di bursa efek sejak 21 Mei 1990. Saat itu harga per lembar saham PTRO dilepas senilai Rp 9.500. 

Kalau dibandingkan dengan sekarang, harga saham PTRO jelas lebih rendah dibandingkan IPO. Sementara kapitalisasi pasar saham ini buat saat ini sekitar Rp 1,64 triliun.

Baca juga: 5 Ciri Saham Gorengan ini Perlu Diketahui Sebelum Berinvestasi Biar Gak Rugi

2. Saham Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS)

portfolio saham
Saham Mitrabahtera Segara Sejati juga dimiliki oleh Lo Kheng Hong, (www.mbss.co.id).

Portofolio saham Lo Kheng Hong juga memuat kepemilikannya atas saham Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS). Ia punya saham MBSS sebanyak 97.102.800 lembar atau sekitar 5,549 persen.

Saham yang dimilikinya ini bikin dirinya bisa meraup Rp 10 miliar dalam sehari ketika harga per lembarnya naik. Itu berarti kalau mau, Pak Lo bisa mendapat untung puluhan miliar dalam waktu cepat dengan menjual seluruh saham MBSS yang dimilikinya.

Sama seperti PT Petrosea, Tbk., Mitrabahtera Segara Sejati merupakan bagian dari Indika Group alias berdiri sebagai anak perusahaannya. Porsi kepemilikan saham MBSS yang dipegang Indika Group melalui PT Indika Energy Infrastructure mencapai 51 persen.

Itu berarti Indika Group menguasai sebanyak 892.513.586. Dengan jumlah kepemilikan saham sebanyak itu, Indika Group masih menjadi pemegang saham mayoritas.

PT Mitrabahtera Segara Sejati, Tbk. sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur, utilities, dan transportasi. Bisa dibilang perusahaan ini menyediakan solusi logistik dan transportasi laut terpadu, terutama dalam pengangkutan batu bara.

Sejak kapan Lo Kheng Hong membeli saham MBSS? Dikutip dari Kontan, Pak Lo membeli saham MBSS di pertengahan 2016. Saat itu harga per lembarnya kisaran Rp 200-an.

Dibandingkan dengan sekarang, ada kenaikan yang membuat harga per lembar MBSS berada di kisaran Rp 600-an. Menariknya, saham yang IPO pada 6 April 2011 ini dijual dengan harga Rp 1.600 per lembarnya. Itu berarti harga jual sekarang lebih murah.

Gak beda jauh dengan Petrosea, Tbk., saham MBSS bukanlah saham blue chips. Sebab kapitalisasi pasarnya berada di kisaran Rp 1,17 triliun.

Nah, itu tadi saham-saham yang masuk dalam portofolio Lo Kheng Hong. Gimana menurutmu? Saham-saham tersebut menarik gak sebagai pilihan investasi? (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!