Resmi Jadi Menhan, Prabowo Subianto Pegang Anggaran Rp 127 Triliun

2 menit
Prabowo Subianto Jadi Menteri Pertahanan (Shutterstock)
Prabowo Subianto Jadi Menteri Pertahanan (Shutterstock)

Peta perpolitikan nasional kian sulit ditebak, Prabowo Subianto Mantan Jenderal TNI yang merupakan rival terkuat Joko Widodo dalam dua dekade terkahir kini menjadi pembantu pemerintah dalam bidang pertahanan.

Mantan menantu Soeharto ini, adalah seorang politisi, pengusaha, dan perwira tinggi militer Indonesia. Ia menempuh pendidikan dan jenjang karier militer selama 28 tahun sebelum berkecimpung dalam dunia bisnis dan politik.

Lahir di Jakarta, masa kecil Prabowo Subianto sebagai putra ekonom Soemitro Djojohadikoesoemo banyak dilewatkan di luar negeri bersama orang tuanya. Minatnya pada dunia militer dipengaruhi oleh pamannya, Soebianto Djojohadikusumo yang gugur dalam Pertempuran Lengkong.

Selepas lulus dari Akademi Militer di Magelang pada tahun 1974 sebagai seorang letnan dua, ia menjadi salah satu komandan operasi termuda dalam sejarah Angkatan Darat saat memimpin operasi Tim Nanggala di Timor Timur.

Kariernya melejit setelah menjabat sebagai Wakil Komandan Detasemen Penanggulangan Teror di Komando Pasukan Khusus pada tahun 1983. Pada tahun 1996, Prabowo diangkat sebagai sebagai Komandan Jenderal pada korps tersebut.

Saat menjabat, ia memimpin operasi pembebasan sandera di Mapenduma. Ketika jatuhnya Presiden Soeharto, ayah mertuanya, pada bulan Mei 1998, Prabowo sedang menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis.

Setelah diberhentikan dari dinas militer, Prabowo Subianto menghabiskan waktu di Yordania dan di beberapa negara Eropa. Sekembalinya ke Indonesia, ia menekuni dunia bisnis, mengikuti jejak adiknya Hashim Djojohadikusumo yang merupakan seorang konglomerat.

Bisnis Prabowo meliputi sedikitnya 27 perusahaan yang bergerak pada sektor-sektor yang berbeda. Pada tahun 2008, ia mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Selain itu, ia juga aktif sebagai ketua di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dan Ikatan Pencak Silat Indonesia.

Karir Pilpres Prabowo

Tercatat, pada 9 Mei 2008, Partai Gerindra menyatakan keinginannya untuk mencalonkan Prabowo menjadi calon presiden pada Pemilu 2009 saat mereka menyerahkan berkas pendaftaran untuk ikut Pemilu 2009 pada KPU.

Namun, setelah proses tawar menawar yang alot, akhirnya Prabowo bersedia menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri.

Kemudian, pada Partai Gerakan Indonesia Raya telah menyatakan mengusung Prabowo sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2014. Prabowo Subianto sendiri sudah menyatakan kesediaannya untuk dicalonkan sebagai presiden, jika mendapat dukungan dari rakyat.

Bersama Hatta Rajasa, ia maju sebagai calon Presiden Indonesia ke-7 dalam pemilihan umum 2014, namun diungguli oleh pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Ia kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Namun sayang upaya Prabowo dalam memimpin Indonesia kalah bersaing dengan pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin dengan persentase hasil final 55 persen dan 45 persen.

Jabat Menhan Kabinet Kerja Jilid II

Namun, kabar mengejutkan datang di saat penentuan formasi jabatan menteri pemerintahan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin. Kedekatan historis antara Gerindra dan PDIP dan juga Megawati dan Prabowo menjadi cerita manis masuknya Prabowo ke dalam koalisi pemerintahan saat ini.

Saat memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo, Prabowo Subianto mengaku diminta oleh presiden untuk membantu pemerintah dalam bidang pertahanan. Meski tak menyebutkan secara spesifik sebagai Menteri Pertahanan, namun dengan segala keahlian Prabowo dalam bidang militer dipastikan Prabowo akan menjabat sebagai Menhan.

Pegang Anggaran Tertinggi

Tercatat, dalam APBN 2020, anggaran Kementerian Pertahanan akan mencapai Rp 127,4 triliun pada 2020, lebih besar dibandingkan 2019 yang hanya Rp 109,6 triliun. Dengan anggaran itu, Kementerian Pertahanan akan menjadi kementerian dengan anggaran paling besar dibandingkan kementerian dan lembaga negara lainnya.

Anggaran kementerian atau lembaga yang bisa mendekati Kementerian Pertahanan hanya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rp 120,2 triliun. Sementara di posisi ketiga ada Polri dengan anggaran sebesar Rp 90,3 triliun.

Jika di rinci lebih lanjut, anggaran Kementerian Pertahanan pada 2020 akan digunakan untuk beberapa hal antara lain pengadaan alutsista dengan alokasi anggaran sebesar Rp14,5 triliun, pengembangan sarana dan prasarana matra darat sebesar Rp1,2 triliun.

Selain itu anggaran itu juga akan digunakam untuk pengembangan sarana dan prasarana matra laut sebesar Rp 2 triliun. pemeliharaan/perawatan Alpung, KRI, Kal dan Ranpur/Rantis untuk 143 unit sebesar Rp3,1 triliun.

Lainnya adalah pemeliharaan/perawatan pesawat udara, senjata dan almatsus lainnya untuk 228 pesawat sebesar Rp5.1 triliun.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.