Karier Akademik dan Politik Amien Rais yang Patut Diacungi Jempol

4 menit
amien rais
Amien Rais dan Dahnil Anzar Simanjuntak. (Instagram/@amienraisofficial)

Sosok Amien Rais belakangan kerap memicu kontroversi. Pernyataan-pernyataannya dalam memberikan dukungan ke Prabowo selalu mendapat sorotan.

Bahkan, kini ia tengah tersandung kasus ucapan People Power yang dinilai polisi sebagai upaya makar terhadap pemerintahan yang sah. Jika melihat jauh ke belakang, posisi Amien amat berbeda dengan kini.

Di masa awal reformasi yang ditandai dengan lengsernya Presiden Soeharto pada tahun 1998, Amien amat berseberangan dengan rezim Orde Baru, yang notabene dipimpin ayah mertua Prabowo Subianto. Tapi sekarang, ia justru memilih untuk berkawan dengan Prabowo.  

amien rais
Amien Rais dan Prabowo. (Instagram/@amienraisofficial)

Tapi, di balik sisi kontroversialnya itu, ada banyak inspirasi yang bisa kita petik dari perjalanan kariernya. Ia merupakan salah satu cendekiawan muslim yang aktif di organisasi dan pintar dalam bidang akademis. Sebut saja, Amien Rais merupakan lulusan master dan doktor dari Amerika Serikat, sekaligus menyandang gelar guru besar di FIsipol UGM.

Baca juga: 3 Anak Keluarga Cendana Tercatat Orang Terkaya di Indonesia, Titiek Prabowo?

Sarjana UGM dan Doktor Amerika Serikat

amien rais
Amien Rais di masa mudanya saat berada di luar negeri. (Instagram/@amienraisofficial)

Di bidang akademik, tidak ada yang meragukan kompetensinya. Lahir di Surakarta, pria ini menyelesaikan pendidikan SD, SMP, SMA di Muhammadiyah. Keluarganya memang sudah dekat dengan organisasi Muhammadiyah. Ayah dan Ibunya merupakan seorang aktivis Muhammadiyah, jadi gak heran kalau Amien Rais mengeyam pendidikan di Muhammadiyah.

Setelah lulus pendidikan di Muhammadiyah, pria kelahiran 1944 ini kemudian melanjutkan studinya di Universitas Gadjah Mada mengambil jurusan Hubungan Internasional. Saat tengah berjuang lulus dari UGM, ia juga ternyata berjuang untuk menyelesaikan studi di Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Sunan Kalijaga. Hebatnya, keduanya bisa lulus dalam waktu berdekatan, yakni tahun 1968 lulus dari UGM dan tahun 1969 lulus dari UIN.

Fokus studinya adalah mempelajari kondisi politik di Timur Tengah dan Islam. Dikutip dari Merdeka, judul skripsinya waktu di UGM saja membahas tentang politik Israel, dan dapat nilai A.

Pascalulus, Amien Rais melanjutkan studinya ke Amerika Serikat pada saat umurnya yang masih terbilang muda yaitu 25 tahun. Ia mengambil gelar Master Ilmu Politik di University of Notre Dame, Indiana, dan lulus pada tahun 1974. Setelah itu ia melanjutkan lagi gelar doktoralnya di University of Chicago dengan spesialisasi politik Timur Tengah yang selesai pada tahun 1984.

Baca juga: Cerita Hidup Prabowo, Cucu Pendiri Bank BNI Berkekayaan Rp 1,9 Triliun!

Aktif organisasi mahasiswa  

amien rais
Amien Rais. (Instagram/@amienraisofficial)

Sikap kritisnya terhadap Orde Baru maupun pemerintah saat ini ternyata telah terasah sejak ia duduk di bangku kuliah. Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) ini diketahui aktif di beberapa organisasi mahasiswa kala itu.

Beberapa organisasi kemahasiswaan pernah ia ikuti. Yang pertama, ia aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, yaitu organisasi yang memfasilitasi cendekiawan muslim Muhammadiyah yang juga bertindak dengan patokan tujuan-tujuan Muhammadiyah. Amien juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Yogyakarta dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam.

Baca juga: Memiliki Harta Nyaris Rp 1 T, Ini 5 Mobil JK yang Harganya Gak Nyampe Rp 1 M

Jadi dosen dan guru besar di UGM

amien rais
Amien Rais. (Instagram/@amienraisofficial)

Selepas menempuh pendidikan Master dan Doktoralnya, Amien Rais kembali ke Tanah Air dan mengabdi ke almamaternya Universitas Gadjah Mada. Di UGM, ia menjadi dosen di studi Ilmu Politik Fisipol. Mata kuliah yang diajarkannya antara lain Teori Politik Internasional, Sejarah dan Diplomasi di Timur Tengah, dan Teori-Teori Sosial.

Selain dosen, ia juga sempat menjadi Kepala Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan (PPSK). Ini adalah sebuah lembaga yang mengkaji tentang kebijakan-kebijakan di Indonesia.

Karena kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan begitu besar, akhirnya UGM mengangkatnya sebagai guru besar dengan gelar profesor. Tapi, setelah ia memilih fokus ke politik, pensiun dan tidak lagi mengajar, gelar itu pun sudah gak lagi melekat di dirinya.

Baca juga: Sempat di KPK dan Kontras, Kekayaan Bambang Widjojanto Tembus Rp 12 Miliar Lho

Dari PAN sampai ke kursi MPR

amien rais
Amien Rais.(Instagram/@amienraisofficial)

Kala rezim Orde Baru ramai didesak untuk mundur pada tahun 1990an, Amien Rais terus melakukan kritik-kritiknya. Melalui organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan Muhammadiyah, ia menyuarakan tentang eksploitasi alam hingga praktek KKN di tubuh birokrasi pemerintahan Soeharto.

Alhasil pada tahun 1998, ia bergabung bersama para tokoh intelektual dan pergerakan mahasiswa untuk menumbangkan Presiden Soeharto. Gerakan reformasi itu pun berhasil dan menjadi langkah awal dirinya masuk ke dunia politik.

Ketika era demokrasi mulai bangkit, Amien Rais mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) dan menjadi Ketua Umum di tahun 1998. Pada tahun 1999, PAN ikut menjadi peserta pemilu namun perolehan suaranya hanya sedikit. Tapi, Amien justru terpilih sebagai ketua MPR RI periode 1999-2004.

Selama menjadi Ketua MPR, ia memiliki jasa besar dalam mengangkat Gus Dur sebagai Presiden ke-4. Namun, ia jugalah yang berkontribusi besar dalam melengserkan Gus Dur di tahun 2001 lewat Sidang Istimewa MPR.

Politisi senior PAN ini akhirnya maju ke Pilpres 2004, tapi sayang Amien Rais harus kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla. (Editor: Ruben Setiawan)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.