Psikotes Kerja dan Tips Mengerjakannya Biar Keterima Jadi Karyawan

6 menit
psikotes kerja
Psikotes kerja dan tips mengerjakannya supaya lolos (Shutterstock)

Tes psikotes menjadi salah satu cara perusahaan untuk menjaring calon karyawannya. Pasalnya, merekrut seorang pekerja gak cuma didasarkan kemampuan dan pengalamannya saja, tetapi juga kepribadiannya. 

Bayangkan saja, kalau seorang kandidat memiliki kecerdasan intelektual, tapi kecerdasan emosionalnya tidak ada, perusahaan juga bakal males mempekerjakan mereka. 

Untuk mencari yang benar-benar cocok, perusahaan harus menyesuaikan kepribadian kandidat dengan bisnis perusahaan. Tentunya demi menjalin hubungan kerja yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. 

Yuk, simak ulasan tentang tes psikologi atau yang biasa disebut dengan psikotes berikut ini: 

Pengertian psikotes 

Psikotes
Pengertian psikotes

Setiap perusahaan pasti menginginkan memiliki pegawai yang sesuai dengan segala proses bisnis mereka. 

Saat mereka perlu memproduksi banyak produk, karyawan yang pekerja keraslah yang dibutuhkan, atau ketika bisnis tersebut terlalu dipenuhi dengan banyak tekanan, mereka membutuhkan seorang karyawan yang kebal dan berinovasi tinggi untuk menghadapinya. 

Lantas, bagaimana cara mencari kandidat yang paling sesuai? Salah satu langkah pertama adalah dengan psikotes. Tes psikologis ini adalah sebuah rangkaian pertanyaan yang berhubungan dengan kondisi psikis seseorang. 

Dikutip dari healthofchildren.com, hasil dari tesnya berupa gambaran umum dan bisa diukur secara objektif tentang kondisi mental seseorang. 

Sebagai peserta yang mengikuti tes pun akan dipaksa menggunakan pikiran dan mentalnya menghadapi setiap soal yang mungkin bisa menguras emosi. Dari sini peserta juga bisa  menunjukkan sifat dan watak asli mereka.

Biasanya, tidak ada kata salah dan benar di tes psikologi ini. Masing-masing orang memiliki interpretasinya masing-masing dalam mengerjakan soal. 

Karena itu, hasil antara yang satu dengan yang lainnya mungkin saja berbeda secara drastis. Tinggal si pencari pekerja dalam hal ini perusahaan lah yang memilah mana kandidat yang memiliki kepribadian paling sesuai dengan bisnis perusahaan.

Tujuan psikotes 

Psikotes
Tujuan psikotes

Perusahaan tidak akan sembarangan merekrut karyawannya, kalau asal-asalan, khawatirnya justru bisa merusak bisnis perusahaan. Untuk itu, tes kepribadian secara mendalam perlu dilakukan salah satunya dengan psikotes. 

Secara umum, tes psikologi ini bertujuan untuk menilai kemampuan, mental, pencapaian, kepribadian dan juga fungsi neurologis seseorang kandidat. Hasil tes tersebut kemudian dijadikan sebagai rujukan untuk membuat keputusan perekrutan. 

Baca juga: Wajib Tahu! 6 Contoh Soal Psikotes dan Tips Mengerjakannya

Tapi gak cuma buat kandidat pekerja saja, biasanya perusahaan juga menggelar tes psikologi bagi karyawannya. Karena pengujian psikologis secara berkala penting untuk keberlangsungan bisnis. 

Salah satu tujuan utamanya untuk mengevaluasi kinerja karyawannya guna kepentingan penarikan keputusan, misalnya kenaikan gaji, atau kenaikan pangkat. 

Untuk kasus tes psikologi bagi karyawan yang sudah bekerja, biasanya perusahaan mengundang jasa psikolog eksternal perusahaan. Hal ini dilakukan demi menjaga independensi hasil dan transparansi ujian. 

Manfaat psikotes untuk calon karyawan 

Psikotes
Manfaat psikotes untuk calon karyawan

Psikotes ini diibaratkan seperti membedah kepribadian kita dan mengetahui bagaimana cara kita dalam menghadapi suatu situasi dan keluar dari masalah. 

Sebenarnya setiap orang bisa menilai diri mereka masing-masing, tanpa perlu melihat hasil psikotes kita juga sudah tahu seperti apa sifat-sifat kita. Tapi, dengan tes psikologi ini kalian bisa membedahnya dengan lebih dalam lagi, dan dari sudut pandang orang lain. 

Manfaatnya bagi calon karyawan, sudah jelas untuk mengetahui apakah kepribadian kita selama ini cocok dengan budaya-budaya perusahaan. 

Kalau hasil tesnya dikasih tahu, kamu jadi bisa mengetahui tentang ukuran kemampuan emosional dan intelegensia diri sendiri yang selama ini gak pernah kamu sadari. 

Sayang, biasanya tes psikologi gak pernah dikasih tahu hasilnya. Paling kita cuma dapat pengumuman lulus atau tidaknya. 

Sementara untuk perusahaan sudah pasti sangat bermanfaat dalam perkembangan bisnis. Mereka bisa mendapatkan karyawan yang sesuai dengan proses dan tujuan bisnis yang ingin dicapai. 

Seperti dikutip dari Chron, ada satu lagi manfaat yang didapat oleh perusahaan dari tes psikologi, yaitu terhindar dari risiko dituntut, maksudnya? 

Jadi perusahaan-perusahaan di luar negeri, termasuk di Indonesia gak bisa serta merta memecat karyawannya begitu saja, karena sudah ada undang-undang ketenagakerjaan yang melindungi hak-hak para pekerja dari risiko pemecatan. 

Tapi, pemecatan bisa dilakukan asalkan ada alasan yang jelas, nah di luar negeri sana alasan psikologi biasa dijadikan tameng perusahaan untuk memecat karyawan dengan tujuan terhindar dari tuntutan undang-undang itu. 

Jenis-jenis soal psikotes 

Psikotes
Jenis-jenis soal psikotes untuk calon karyawan

Berdasarkan beberapa sumber, sebenarnya ada banyak jenis tes psikologi yang sering diberikan dalam proses perekrutan karyawan perusahaan. 

Namun, hanya beberapa jenis psikotes saja yang paling sering muncul, seperti misalnya logika aritmatika, wartegg, analogi verbal, draw a man (DAM), EPPS, Kraeplin/Pauli. 

1. Logika aritmatika 

Sesuai namanya, tes psikologi ini akan menguji kemampuan analisamu. Umumnya terdiri dari deret angka yang memiliki pola, kemudian kamu diminta untuk mengisi angka yang kosong disesuaikan dengan pola. 

2. Wartegg 

Bukan Warung Tegal ya! Ini adalah jenis psikotes yang ditemukan oleh Ehrig Wartegg. Dalam soal ini, kamu bakal diberikan 8 kotak kosong yang memuat beragam pola abstrak. 

Tugasmu adalah berimajinasi untuk melengkapi pola itu menjadi gambar yang sempurna. Kemudian kamu diminta untuk memberikan nomor di setiap kotak itu, misalnya urutkan dari gambar yang paling mudah. 

3. Analogi verbal 

Mungkin lebih tepatnya dengan soal korelasi makna. Kamu akan dihadapkan dengan beberapa kata-kata, lalu logikamu akan diuji dengan mencari analogi antonim atau sinonim kata tersebut. 

4. Draw a man (DAM)

Saat tes ini, kamu bakal dikasih selembar kertas putih kosong yang harus kamu coret-coret. Tapi bukan sembarang coretan, karena kamu ditugaskan untuk menggambar seorang manusia. Setelah itu, kamu bisa menuliskan deskripsi orang tersebut sesuka hatimu.

5. EPPS 

EPPS merupakan kependekan dari Edwards Personal Preference Schedule. Biasanya format tes ini berupa pertanyaan dengan dua jawaban, dan kamu diminta untuk menjawabnya dengan jujur sesuai dengan kepribadianmu. 

Soal di EPPS juga sering diulang-ulang beberapa kali, jadi kalau jawabanmu berubah-ubah kepribadianmu dan kepercayaan dirimu bisa dipertanyakan. 

6. Kraeplin/Pauli 

Para pencari kerja mungkin lebih kenal tes ini dengan sebutan tes koran. Kamu bakal dihadapkan dengan lembaran kertas besar berisikan deretan angka dari atas sampai bawah. Tugas kamu adalah menjumlahkannya, tapi dengan waktu yang sangat terbatas. 

Kiat-kiat menjawab psikotes 

Psikotes
Kiat-kiat menjawab soal psikotes

Sekali lagi, soal psikotes ini tidak ada penilaian salah dan benarnya, jadi gak bakal ada deh tuh tips biar bisa lolos tes psikologi bagi calon karyawan. Tapi, di sini, kita bakal membagikan tips bagaimana supaya kamu bisa lebih mudah mengerjakannya. 

Pasalnya, bagaimana pun juga, soal psikotes ini ada banyak, dan dijamin bisa menguras tenagamu. 

Kalau tenaga sudah habis, tentu mengerjakannya juga bakalan gak serius malah asal-asalan yang penting selesai. Berikut ini tipsnya seperti dikutip dari laman website Career Development Center FT UI

1. Tips mengerjakan soal logika aritmatika 

Jangan hanya terpaku pada pola perhitungan satu atau dua angka saja, tapi lihatlah secara menyeluruh sederet. Karena biasanya polanya bisa berubah-ubah antara satu angka dengan angka yang lainnya. 

2. Tips mengerjakan soal Wartegg

Sebenarnya tidak ada tips untuk menggambar yang baik, tapi ada tips dalam memberikan penomoran kotak. 

Kamu bisa memberikan penomoran berurutan, tapi acak. Misalnya, kan ada 8 kota, nah nomor atas kamu beri nomor 1,2,3,4 kemudian yang bawah 8,7,6,5. Seperti dikutip dalam sumber ini, penomoran seperti ini merupakan ciri orang yang kreatif. 

3. Tips mengerjakan analogi verbal 

Untuk bisa mengerjakan soal ini, yang kamu perlukan hanya konsentrasi tingkat tinggi. Coba latih konsentrasimu dengan mengerjakan berbagai jenis soal analogi verbal. Selain melatih konsentrasi, kamu juga bisa melatih kecepatan dalam menjawabnya. 

4. Tips mengerjakan tes draw a man (DAM)

Usahakan mengerjakan gambar orang dengan bagian tubuh yang utuh tanpa terpotong-potong. Selain itu, buatlah orang tersebut memiliki aktivitas tertentu dengan cara menambahkan pernak-pernik di gambarmu. 

Misalnya, kalau dia seorang guru, tambahkan buku di genggamannya, atau kalau dokter, tambahkan stetoskop di lehernya. 

5. Tips mengerjakan tes EPPS 

Untuk menjawab soal ini, tipsnya hanya menjawab dengan jujur. Kalau jawabannya dibuat-buat kamu pasti bakal ketahuan juga bohongnya. Soalnya pertanyaannya bakal diulang-ulang beberapa kali. 

6. Tips mengerjakan tes Kraeplin/Pauli 

Seperti halnya mengerjakan soal analogi verbal, mengerjakan soal ini juga membutuhkan konsentrasi tinggi. Latihlah dirimu mengerjakan contoh soal Kraeplin/Pauli agar kamu terbiasa mengisinya. 

Tips mengerjakan tanpa grogi 

Psikotes
Tips mengerjakan psikotes tanpa grogi

Mengerjakan soal psikotes memang menguras pikiran banget, karena saking banyaknya soal dan jawaban yang mengecoh. Akibatnya banyak para kandidat calon karyawan yang mengerjakan tes ini asal-asalan. Itulah yang akhirnya menyebabkan mereka gak lolos tes. 

Tidak ada tips pasti untuk bisa membuatmu lolos ujian yang satu ini, tapi paling tidak kamu bisa mengikuti saran ini agar bisa mengerjakan dengan tenang, santai, tanpa grogi, yaitu dengan melatih diri sendiri dengan soal-soal.

Di toko buku sudah banyak contoh soal-soal psikotes yang bisa kamu beli. Latihlah diri kamu dengan mengisi soal-soal tersebut yang harganya paling gak sampai ratusan ribu kok

Manfaatnya adalah, kamu jadi terbiasa berpikir dan melatih tingkat konsentrasimu. Jadi saat tiba tes yang sesungguhnya, kamu bisa menjawabnya dengan tenang dan santai. (Editor: Chaerunnisa)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!