Penderita Diabetes Bisa Puasa Ramadan Kok, Asalkan Perhatikan 6 Hal Ini

4 menit
Penderita diabetes bisa puasa Ramadan dengan memerhatikan enam hal (Shutterstock)

Puasa Ramadan wajib dijalani umat muslim di seluruh dunia, termasuk bagi mereka yang memiliki penyakit seperti diabetes.

Bagi  penderita diabetes menjalani puasa  ramadan tentu bukanlah hal yang mudah. Pasalnya,  mengatur pola konsumsi ketat selama 30 hari perlu upaya dan tekad kuat. Begitu juga dengan kerabat dan keluarga, mereka harus mendukung agar puasanya berjalan lancar.

Penyakit diabetes selalu menghantui masyarakat yang kurang peduli dengan gaya hidup sehat. Mereka baru sadar mahalnya kesehatan ketika sudah berobat ke rumah sakit.

Menurut data yang dicatat International Diabetes Forum tahun 2018 akhir terdapat 425 juta jiwa orang di dunia yang terdampak penyakit satu ini atau sekitar 5 persen lebih populasi dunia.

Gak aneh mangkanya kenapa diabetes menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia.

Termasuk, di Indonesia. Maka dari itu sangat penting bagi penderita diabetes terutama yang beragama muslim memerhatikan asupan yang masuk ke tubuh jelang Idul Fitri.

Yuk, ketahui enam tips puasa Ramadan bagi penderita diabetes berikut ini:

1. Rutin konsultasi ke dokter

Puasa Ramadan
Rutin konsultasi ke dokter saat puasa Ramadan (Shutterstock)

Sebelum memulai puasa Ramadan, sebaiknya konsultasikan kondisi kesehatan penderita diabetes ke klinik atau rumah sakit agar dokter bisa mendiagnosis apakah tubuh kamu siap atau tidak untuk berpuasa. Begitu seperti dikutip dari Shopback.

Tidak hanya sebelum memasuki bulan Ramadan, kalau bisa rutin melakukan dalam seminggu sekali lebih baik untuk memantau kondisi kadar gula dalam tubuh.

Tanyakan juga jenis makanan seperti apa yang cocok dikonsumsi selama berbuka puasa hingga waktu sahur.

Baca juga: 20 Menu Buka Puasa dan Sahur yang Menggoyang Lidah di Bulan Ramadan

2. Minum air mineral yang cukup

Puasa Ramadan
Rutin minum air putih saat puasa Ramadan (Shutterstock)

Bukan hanya untuk penderita diabetes, mengonsumsi air mineral yang cukup juga perlu dipenuhi oleh siapa saja yang tengah berpuasa. Tujuannya, menggantikan cairan yang hilang selama puasa Ramadan.

Tapi, bagi yang terkena diabetes tips satu ini menjadi sebuah urgensi. Pasalnya, mampu menetralisir kandungan gula berlebih yang dicerna tubuh.

Gunakan metode 2-4-2 untuk bisa memenuhi kebutuhan air putih harian kamu. Dua gelas ketika berbuka puasa, empat gelas di malam hari, dan dua gelas ketika waktu sahur. Dengan begitu, badan kamu akan mendapatkan 1,5 liter air per harinya.

3. Hindari gorengan

Puasa Ramadan
Menghindari makan gorengan saat puasa Ramadan (Shutterstock)

Nah, ini mungkin bisa jadi tantangan terberat ketika puasa Ramadan karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia membatalkan puasa makan gorengan. Alasannya, karena murah dan banyak yang jual.

Yang penting diketahui adalah dalam 100 gram sebuah gorengan. Contohnya, bakwan mengandung sekitar 5 gram lemak jenuh dan 228 kalori. Angka tersebut  terlihat tak seberapa, tapi kalau mulut sudah mengunyah sekali, umumnya sulit untuk berhenti.

Kebiasaan seperti itu sebetulnya yang membuat gorengan patut diwaspadai penderita diabetes.

4. Kurangi konsumsi gula berlebih

Puasa Ramadan
Kurangi konsumsi gula berlebih saat puasa Ramadan (Shutterstock)

Hal yang paling mendasar bagi penderita diabetes ketika puasa Ramadan adalah mengurangi konsumsi gula. Pasalnya, kandungan gula yang tinggi akan membuat tingkat gula darah meningkat.

Kalau sudah begitu, biasanya risiko penyakit diabetes akan semakin besar mengancam kesehatan penderitanya.

Agak sulit memang mengontrol hal ini secara presisi. Atau jika merasa kesulitan ganti penggunaan gula dengan bahan alami lainnya seperti dari buah.

5. Jangan telat berbuka dan terlalu cepat sahur

Puasa Ramadan
Jangan telat berbuka dan percepat sahur saat puasa Ramadan (Shutterstock)

Bagi mereka yang memiliki penyakit diabetes, sebaiknya jangan sampai telat berbuka puasa karena tubuhnya lebih rentan terhadap perut yang kosong. Sediakan waktu sebentar aja untuk paling gak minum air putih guna membatalkan puasa.

Ketika sahur juga hampir sama jangan terlalu cepat mengonsumsi makanan. Sebab, kondisi itu akan memperlama waktu puasanya.

Usahakan makan sekitar 30 menit sebelum imsak supaya durasi puasa lebih pendek dicerna tubuh.

6. Perbanyak makan sayur dan buah

Puasa Ramadan
Perbanyak makan buah dan sayur saat puasa Ramadan (Shutterstock)

Di bandingkan mengonsumsi makanan enak tapi berlemak jahat, ada baiknya penderita diabetes diberi menu makanan sayur serta buah selama puasa Ramadan. Nutrisi dan gizi yang ada pada makanan tersebut terbukti ampuh memenuhi kebutuhan vitamin.

Beberapa sayur yang bisa disajikan adalah bayam, brokoli atau selada. Sedangkan untuk buahnya bisa mengonsumsi pisang, semangka dan kiwi.

Kalau pengin ada sedikti variasi kamu bisa juga memasukan buah atau sayur ke dalam oatmeal. Rasanya bisa jadi lebih enak dan sehat.

Itulah enam tips puasa Ramadan bagi penderita diabetes. Jadi, gak ada alasan bagi siapapun bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar. Selamat berpuasa semuanya! (Editor: Chaerunnisa)

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!