Pilot Perempuan Pertama, Putri Kerajaan Dobrak Diskriminasi di Dubai

3 menit
Bangsawan
Putri bangsawan Sheikha Mozah Al Maktoum jadi pilot wanita pertama Dubai (Vogue)

Putri salah seorang bangsawan Dubai, Sheikha Mozah Al Maktoum, mengejar impiannya menjadi seorang pilot. Dia pun kini menjadi pilot pertama dari garis keturununan Kerajaan Dubai di Uni Emirat Arab.

Sheikha Mozah berhasil lulus melewati APP First Officer Programme yang diselenggarakan oleh CAE Oxford Aviation Academy pada tahun 2016.

Mozah kemudian mengikuti penugasan penerbangan sebagai seorang pilot untuk maskapai Emirates Airlines, selang setahun lulus.

Langkah Mozah menggapai cita-citanya duduk di kokpit pesawat sangat inspiratif. Pasalnya, negara Uni Emirat Arab dikenal sebagai negara yang cukup diskriminatif ketika berbicara gender.

Karena itu, banyak keluarga kerajaan ikut bangga atas pencapaian Mozah sukses menjadi pilot pertama dari keluarga bangsawan.

Bagaimana tidak, sebagian besar putri kerajaan Arab lebih memilih terjun di dunia mode ketimbang melakukan pekerjaan ekstrem seperti yang dilakukan Mozah.

Masa kecil mengantarkannya jadi pilot

Bangsawan
Masa kecil mengantarkan putri bangsawan Sheikha Mozah Al Maktoum jadi pilot (Instagram/@mozahmm)

Mozah mengungkapkan, pilot telah menjadi cita-citanya sejak kecil. Pasalnya, kenangan masa kecil saat duduk di dalam kokpit pesawat membuat dia sangat berambisi mengendalikan kemudi.

“Aku dulu suka duduk di bagian kokpit selama momen take off dan landing. Aku sangat suka berada di sana dan melontarkan berbagai pertanyaan kepada pilot. Aku tidak pernah merasa takut (duduk di kokpit),” kata Mozah seperti dilansir dari Vogue.

Baca juga: Wow, Gaji dan Tunjangan Pilot Sampai Ratusan Juta! Tertarik?

Tak aji mumpung memakai gelar bangsawan

Bangsawan
Sheikha Mozah Al Maktoum tak aji mumpung memanfaatkan gelar bangsawan (Instagram/@mozahmm)

Keukeuh menjadi pilot, Mozah pun langsung mendaftarkan diri untuk kursus mengemudikan helikopter dan skydiving.

Meski ingin menggapai cita-citanya itu, Mozah tidak memanfaatkan latar belakangnya sebagai keturunan bangsawan. Dia pun tetap melewati jalur umum, seperti yang dilakukan semua orang.

“Menjadi bagian dari keluarga kerajaan tidak membuat perjalanan saya lebih mudah. Saya harus melalui hal-hal yang sama yang harus dilakukan semua orang, tidak ada perbedaan,” ungkapnya.

Mozah telah melakukan sekitar 200 jam pelatihan penerbangan di Oxford. Lalu di Emirates menyelesaikan 118 sektor, yaitu penerbangan dari titik A ke titik B, untuk menyelesaikan pelatihan.

Ingin jadi role model

Bangsawan
Putri bangsawan Sheikha Mozah Al Maktoum ingin jadi role model (Instagram/@mozahmm)

Meski awalnya sang bunda sempat khawatir dengan pilihannya menjadi pilot, Mozah sangat beruntung memiliki keluarga yang mendukung langkah dia mewujudkan cita-citanya.

“Bukan hal yang biasa bagi wanita di keluarga saya untuk bekerja, tetapi saya senang menjadi bagian dari kelompok wanita yang mengejar karier mereka dengan penuh semangat. Saya bangga menjadi bagian perempuan di tempat kerja,” imbuhnya.

Di akhir wawancara, Mozah juga berharap bisa jadi role model bagi para wanita dan membuktikan di mana ada kemauan, pasti ada jalan.

“Saya telah bekerja keras untuk sampai ke tempat saya sekarang dan saya berharap menjadi panutan bagi wanita lain, dan perwujudan dari apa yang bisa dicapai oleh kerja keras,” imbuhnya.

“Saya berharap pertumbuhan pemberdayaan ini akan terus berlanjut dan saya berharap menjadi bagian dari rantai perubahan positif yang akan datang,” lanjut dara hitam manis ini.

Itulah Sheikha Mozah Al Maktoum, putri salah seorang bangsawan Dubai yang menjadi pilot perempuan pertama. Semoga langkahnya menginspirasimu!

Chaerunnisa
Chaerunnisa

Senang menulis dan belajar banyak hal. Semoga karya saya selalu bisa dinikmati dan bermanfaat bagi semua.