Rekening Habis Terus? 7 Quote Sakti Ini Bikin Kamu Bakal Rajin Nabung!

4 menit
mengelola keuangan
Ilustrasi gadis dan tabungannya. (Shutterstock)

Setiap orang, apalagi pekerja, kayaknya wajib deh punya kemampuan mengelola keuangan dengan bijak. Kalau gak bisa kelola dengan baik, gaji yang dihasilkan dari bekerja sebulan penuh bakal menguap sia-sia. 

Sering kita melihat di media sosial, ada pekerja yang mengeluh gajinya sudah habis, padahal belum akhir bulan. Hal itu merupakan salah satu bukti kalau masih banyak orang yang merasakan sulitnya mengelola uang. 

Biasanya, ini berhubungan dengan gaya hidup. Gaji setiap bulan bakal segitu-gitu aja, tapi gaya hidupnya terus meningkat seiring perkembangan zaman. Cicil ini cicil itu, pantes saja baru gajian duit langsung abis buat cicilan. Kalau duit terus abis-abisan, kapan nabungnya? 

Nah seandainya kamu masih sayang dan peduli sama masa depanmu, berikut ini ada kata-kata bijak tentang mengelola keuangan. Harapannya sih, kamu bakal tergerak buat mulai nabung dan konsisten melakukannya.

Baca juga: Pantes Susah Kaya! Ini 4 Biang Kerok yang Jadi Kendala Mengatur Keuangan

1. Menabung untuk masa depan keturunanmu kelak 

mengelola keuangan
Inget anak cucu kamu kelak. (Shutterstock)

“Bukan tentang berapa banyak uang kamu simpan, tetapi berapa banyak kamu menyimpannya, dan untuk berapa generasi kamu menyimpannya.” – Robert Kiyosaki.

Harta benda, termasuk uang, gak bakal kamu bawa mati. Namun uang bisa diturunkan ke anak cucu kamu. Kalau kamu memang peduli dengan masa depan, terutama masa depan keturunanmu kelak, menabunglah dari sekarang. 

Mengelola keuangan bukan cuma untuk saat ini, tapi juga untuk nanti. Utamakan menabung daripada keinginan-keinginan sesaat untuk diri sendiri. 

Kalau pos tabungan per bulannya sudah kamu isi, baru deh boleh beli apa yang kamu inginkan. 

Baca juga: Sulit Menabung? Ikuti 4 Cara Ini Agar Sukses Mengatur Keuangan di Masa Muda

2. Pergunakan uang sesuai kebutuhan 

mengelola keuangan
Jangan boros-boros. (Pixabay)

“Ketahuilah apa yang kamu miliki dan ketahui mengapa kamu memilikinya.” – Peter Lynch.

Ketika ingin membeli sesuatu, pertanyakan dulu apakah kamu punya alasan yang kuat untuk memilikinya. Beli jangan cuma sekadar pengin saja, tapi juga memiliki daya guna dan manfaat dalam jangka waktu panjang. 

Jadi uang yang kamu pergunakan gak bakal terbuang sia-sia hanya untuk memenuhi keinginan doang. 

Misalnya, kamu mau membeli PS4 tapi juga butuh ponsel baru untuk menunjang kerja. Daripada beli PS4, mending beli ponsel yang memang penting buat kamu. 

Baca juga: Dijamin Bisa Mapan Kalau Dicoba, Ini 6 Wejangan Miliarder Soal Mengatur Keuangan

3. Pengin kaya? Ya nabung! 

mengelola keuangan
Ilustrasi menabung atau investasi. (Shutterstock)

“Jika kamu pengin kaya, simpan apa yang kamu dapatkan. Orang bodoh bisa dapat uang, tapi butuh orang bijak untuk menyimpannya dan mempergunakannya untuk keuntungan sendiri.” – Brigham Young. 

Semua orang bisa mendapatkan uang, termasuk orang yang gak bekerja pun bisa dapat uang. Dengan meminta-minta misalnya. Jadi, mendapatkan uang itu bukanlah sebuah keistimewaan.

Yang istimewa adalah mereka yang bisa mengelola keuangan dengan bijak, menyisihkan pendapatan untuk menabung demi masa depan. 

Kalau hal ini konsisten kamu lakukan, kekayaan akan menghampirimu kelak. 

4. Butuh kegigihan untuk bisa kaya raya 

mengelola keuangan
Harus pantang menyerah ya. (Shutterstock)

“Uang tumbuh di pohon kegigihan.” – Pepatah Jepang 

Untuk bisa mendapatkan uang yang banyak, maka kamu butuh kegigihan. Gak cuma gigih dalam bekerja, tapi juga gigih dalam menabung. Tabunglah secara konsisten agar kamu bisa memetiknya dengan mudah di masa yang akan datang. 

5. Nabung ternyata gak cuma bikin kita kaya 

mengelola keuangan
Apa keuntungan menabung? (Pixabay)

“Kebiasaan menabung itu merupakan pendidikan, memupuk setiap kebajikan, mengajarkan tentang pengorbanan diri, menumbuhkan rasa keteraturan, melatih untuk melihat masa depan dan memperluas pikiran.” – T.T Munger 

Dari tadi kayaknya isinya nabung-nabung terus? Ya, karena memang salah satu kunci mengelola keuangan adalah dengan menabung. Ternyata menabung gak cuma bikin pundi-pundi menebal, tapi juga memberikan efek psikologis yang baik. 

6. Pergunakan uang untuk gaya hidup yang sederhana

mengelola keuangan
Seimbangkan pemasukan dengan gaya hidup. (Shutterstock)

“Orang kaya cuma punya TV kecil dan perpustakaan yang besar, sementara orang miskin punya TV besar dan perpustakaan kecil.” – Zig Ziglar.

Inilah beda mental orang kaya dan miskin dalam mengelola keuangan. Kalau orang kaya lebih senang menghabiskan uangnya untuk memperkaya diri dengan ilmu, sementara orang bermental miskin justru lebih senang menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan pribadi yang bersifat sesaat.

Kalau kamu mau kaya, tingkatkan kapasitas diri dengan ilmu, dan cobalah untuk menerapkan gaya hidup sederhana. 

7.  Foya-foya di masa muda, bisa bikin sengsara di hari tua

mengelola keuangan
Gak usah foya-foya kalau mau tersenyum di usia tua. (Shutterstock)

“Kamu bisa muda tanpa uang, tapi kamu gak bisa tua tanpa uang.” – Tennessee Williams

Nah kata-kata bijak yang satu ini perlu banget kamu ingat baik-baik dan camkan terus. Kamu bisa hidup muda tanpa uang, tapi kamu gak bakalan bisa hidup di masa tua tanpa uang. 

Pesannya adalah, mengelola keuangan dari muda adalah pilihan yang paling bijak. Misalnya tidak foya-foya, tidak menghamburkannya untuk hal-hal yang gak perlu, tapi manfaatkan untuk investasi jangka panjang, menabung saham atau tabungan hari tua. 

Karena, nanti ketika hari tua tiba, kamu gak bakalan bisa hidup tanpa uang. Sementara saat tua, kamu sudah tidak produktif lagi untuk bekerja. Jadi persiapkan keuangan masa depanmu sedini mungkin. 

Itulah 7 kata-kata mutiara untuk mengelola keuangan lebih bijak lagi. Pesan utamanya, menabung merupakan hal yang paling penting untuk kamu lakukan saat ini. Meski terbilang susah, tapi mau gak mau itu harus dilakukan. Karena tidak ada lagi yang bisa menjamin hari tua kamu kelak selain tabungan dan investasimu. (Editor: Ruben Setiawan)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.