Hari Gini Masih Bawa Uang Cash? Nih Uang Elektronik Generasi Digital

4 menit

Banyak kalangan muda yang telah beralih dari uang tunai menjadi non tunai. Selain alasan kepraktisan, menggunakan uang elektronik saat bertransaksi dinilai lebih cepat dibanding uang tunai.

Terbukti, laporan Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi menggunakan uang elektronik sampai kuartal I-2018 tumbuh hingga 361 persen secara tahunan. Adapun transaksinya mencapai sekitar Rp 4 triliun.

Kamu sendiri udah “masuk genk” cashless society belum? Kalau belum, coba kenalan lebih dekat dengan berbagai uang non tunai di Indonesia berikut ini.

Bentuk-bentuk uang elektronik

uang elektronik
(Image: pexels)
  1. Penyedia layanan:
    1. Bank: Flazz, Sakuku, e-Money, Brizzi, e-Cash
    2. Provider Telekomunikasi: T-Cash, XL Tunai, Dompetku
    3. Lainnya: Gopay, Doku Wallet, True Money, Uangku, Paytren
  2. Bentuk:
    1. Kartu fisik (chip): e-Money, Flazz, Sakuku, dll
    2. Basis server (e-wallet): Gopay, Grabpay, Ovo, dll

Kartu fisik vs Basis server

uang elektronik
(Image: topiktrend)

Kedua bentuk uang non tunai ini punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Misalnya, uang non tunai berbentuk kartu fisik, kayak kartu e-money, waktu penggunaannya terbilang cepat. Cukup di-tap (pembayaraan KRL/transjakarta), transaksi selesai kurang dari tiga detik.

Selain itu, karena gak perlu pin atau password, kartu ini bisa dengan mudah dipindahtangankan atau digunakan oleh siapa aja. Sayangnya, jika kartu hilang, saldo di dalamnya pun lenyap.

Beda lagi dengan uang non tunai berbasis server. Kamu cuma perlu smartphone buat melakukan transaksi. Jika ponsel hilang, saldomu gak akan lenyap seketika. Cuma, kalau sinyal ponsel lagi lelet, yah siap-siaplah menunggu lebih lama.

Uang elektronik paling populer

uang elektronik
(Image: Tribunnews)

Berdasarkan hasil survey JakPat dalam Startup Report 2017 DailySocial, nih daftar uang elektronik yang paling populer di Indonesia.

1. Go-Pay

Fitur Go-Pay membawa Gojek berevolusi jadi financial technology alias fintech. Sebagai alat pembayaran, Go-Pay bahkan telah dapat digunakan sebagai e-cash terpisah dari ekosistem Gojek.

Go-Pay udah bisa digunakan untuk belanja online di beberapa e-commerce, beli pulsa, hingga bayar tagihan listrik sampai BPJS. Tahun 2018, kabarnya Go-Pay bahkan bisa digunakan untuk transaksi offline.

Kelebihan lain dari Go-Pay adalah cara top up-nya yang mudah dan beragam. Dari mesin ATM, melalui driver Go-Jek, hingga melalui kasir Alfamart.

2. E-Money Mandiri

Mandiri e-Money berbentuk kartu fisik dengan basis chip. Calon pengguna bisa membeli kartu perdana di kantor Cabang Bank Mandiri atau merchant retail offline seperti Indomaret, Alfamart, Halte transjakarta, Stasiun KRL, dan sebagainya.

Kartu ini sering digunakan buat pembayaran transportasi kayak KRL, Transjakarta, sampai bayar tol. Selain itu, kartu ini juga bisa dipakai untuk bayar parkir, belanja di toko ritel (Indomaret dan Alfa Group), hingga pembayaran di wahana hiburan atau restoran berlogo e-money.

Isi ulang dapat dilakukan di mandiri ATM bertanda e-money, melalui aplikasi e-money, ataupun berbagai merchant yang bekerjasama.

Sayangnya, e-money cukup mahal dibanding uang non tunai lain. Satu kartu dihargai Rp 20-30 ribu belum termasuk saldo. Selain itu, jika kartu rusak atau hilang, ucapkan selamat tinggal kepada sisa uangmu.

3. T-Cash

T-Cash adalah layanan uang non tunai dari Telkomsel. Oleh sebab itu, cuma pengguna Telkomsel yang bisa menikmati layanan ini.

T-Cash dapat digunakan untuk pembayaran di sejumlah merchant tertentu, beli pulsa, belanja online, sampai kirim uang tanpa rekening bank. Buat top up saldo, caranya gak jauh beda dengan uang non tunai lainnya, yaitu melalui GraPARI, Indomaret, Alfamart, dan transfer bank.

4. BCA FLazz

Sebelas dua belas dengan e-money Mandiri, BCA Flazz juga merupakan uang non tunai keluaran bank. Sebagai pelopor uang non tunai, merchant BCA Flazz tersebar di mana-mana. Lebih dari 57 ribu outlet merchant yang bisa gunakan kartu ini.

Fitur BCA Flazz juga mirip dengan Mandiri e-money. Namun, isi saldo BCA Flazz lebih sulit dibanding Mandiri e-money. Sebab, BCA Flazz belum memiliki aplikasi di smartphone buat isi saldo.

5. Line Pay (LINE)

Udah pernah coba transaksi pakai Line Pay? Line Pay sendiri telah ada cukup lama, tepatnya sejak 2014 lalu. Line Pay merupakan hasil kerja sama Line Indonesia dengan Mandiri.

Mulanya, Line Pay ditujukan untuk pembelian melalui platform Line Store, kayak pembelian sticker lucu, credit di Line Games, dan sebagainya. Namun kini Line Pay udah bisa digunakan buat belanja di berbagai online maupun offline store di Indonesia. Mau transfer duit ke gebetan juga bisa.

Untuk isi ulang maupun ambil tunai saldo Line Pay dapat dilakukan di ATM Mandiri, Indomaret, dan Alfamart.

6. OVO

Inilah salah satu uang non tunai yang lagi gencar-gencarnya tebar promo. Salah satu keunggulan OVO dibanding uang non tunai lainnya adalah adanya sistem poin sebagai loyalty rewards yang diperoleh pengguna OVO tiap bertransaksi.

Berbasiskan aplikasi, dengan OVO kamu bisa memonitor dan mengelola pengeluaranmu. Selain itu, top up saldo OVO Cash sangat mudah, bisa melalui berbagai bank maupun merchant yang bekerja sama.

Nah, dari sekian banyak uang non tunai, mana yang paling sering kamu pakai nih?

uang elektronik
(Image: pexels)

Dengan sejumlah keuntungan yang ada, sayang banget kalau keberadaan uang non tunai ini gak dimanfaatkan dengan optimal. Ditambah lagi, tiap uang non tunai punya berbagai promo yang bisa bikin pengeluaran lebih irit.

Udah gak zaman bawa dompet tebal-tebal. Cukup pakai uang elektronik pilihanmu. Yuk, jadi bagian cashless society!

Ulfa Sekar
Ulfa Sekar

Pernah menjadi anak IT dan bercita-cita menjadi seorang programmer. Lalu berakhir menjadi seorang penulis dan menikmatinya. Semoga tulisan saya bisa berguna buatmu.