Raup Uang dari Investasi Reksadana? Ketahui Dulu 4 Jenis dan Cara Kerjanya di Sini

4 menit
Investasi reksadana online
Jenis reksadana yang bakal membuatmu untung (Shutterstock).

Gak sedikit orang yang memilih untuk meraup uang dari reksadana. Sayangnya, ada beberapa jenis reksadana yang kerap membuat mereka bingung, reksadana apa yang tepat untuknya.

Ya, reksadana memang menjadi salah satu instrumen investasi yang kini banyak dilirik orang. Pasalnya, investasi yang satu ini terbilang minim risiko tapi bisa memberikan return yang besar.

Bahkan dengan modal ratusan ribu, kamu bisa mendapatkan keuntungan hingga jutaan rupiah lho. Tapi, intinya adalah sabar. Karena investasi itu jangka panjang. Jadi, keuntungannya baru bisa kamu rasakan itu setelah beberapa tahun atau puluhan tahun mendatang.

Hal itulah mengapa, para anak muda disarankan untuk terjun ke investasi sejak dini karena investasi bisa menjamin masa tua kamu.

Sayangnya, banyak orang yang masih berpikiran kalau investasi itu hanya diperuntukkan buat mereka yang berduit. Padahal pemikiran itu salah banget lho.

Kini bahkan kamu udah bisa terjun ke investasi hanya dengan bermodalkan uang Rp 100 ribu. Salah satunya ya lewat reksadana.

Selain itu, investasi reksadana memang ditujukan buat kamu yang masih awam di dunia investasi. Jadi, kamu para pemula yang ingin mulai investasi, cocok banget memilih reksadana.

Tapi sebelum terjun ke investasi reksadana. Ada beberapa jenis reksadana yang perlu kamu ketahui serta bagaimana sih cara kerjanya.

Gak usah berlama-lama, langsung aja yuk simak di bawah ini:

Baca juga: Gugup? Sebaiknya Siapkan 7 Hal Ini di Hari Pertama Kamu Bekerja

1. Reksadana pendapatan tetap

jenis-investasi
investasi reksadana (keuangan101)

Reksadana pendapatan tetap merupakan jenis reksadana yang mayoritas dananya akan dialokasikan ke obligasi milik pemerintah dan juga swasta. Nah, sisa dananya itu kemudian akan dialihkan ke instrumen pasar uang, jadi pergerakannya relatif lebih stabil.

Selain itu, reksadana pendapatan tetap saat ini terbilang jenis investasikan yang sangat menjanjikan, terutama saat suku bunga deposito menurun.

Pasalnya, bunga yang dapat diperoleh bisa mencapai di atas 10 persen dalam waktu setahun. Risikonya juga terbilang cukup kecil.

Hal itulah yang membuat orang kini banyak beralih memilih untuk mengalokasikan uangnya ke reksadana pendapatan tetap dibanding deposito.

Selain itu, kamu juga bisa menarik uangmu kapan aja, beda dengan deposito yang baru bisa ditarik jika sudah jatuh tempo. Kalau sebelum jatuh tempo, kamu harus siap kena penalti.

2. Reksadana campuran

jenis-investasi
Investasi reksadana (caramudahinvestasi)

Reksadana campuran adalah jenis reksadana yang dananya akan dibagi ke beberapa sektor yaitu di saham, obligasi dan sisanya di pasar uang.

Selain reksadana saham, reksadana campuran termasuk salah satu instrumen investasi yang banyak dilirik orang karena dapat memberikan return yang tinggi.

Meski begitu, risikonya terbilang menengah alias lebih rendah ketimbang saham tapi lebih tinggi daripada reksadana pendapatan tetap.

Nah, reksadana campuran itu sangat cocok buat para investor yang ingin meraup untung dari pasar saham tapi gak mau kehilangan momentum di pasar obligasi. Selain itu, reksadana campuran juga bisa mengalihkan risiko kerugianmu saat pasar saham sedang melemah.

Jenis reksadana yang satu ini pas banget buat kamu yang ingin investasi dalam jangka waktu menengah yaitu tiga sampai lima tahun.

Baca juga: Cara Mudah Membangun Karier yang Gemilang Berdasarkan Tipe Kepribadian

3. Reksadana pasar uang

investasi emas
Kira-kira lebih murah beli emas atau reksadana pasar uang ya? (Kompasiana)

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang mayoritas uangnya akan dialokasikan ke deposito dan surat berharga dengan jatuh tempo di bawah satu tahun.

Itulah mengapa, risiko reksadana pasar uang terbilang lebih kecil dibanding reksadana yang lainnya. Lalu, gimana dengan return-nya?

Gak perlu khawatir, memang gak sebesar pendapatan tetap atau saham. Tapi tetap masih besar dibanding deposito yang kini bunganya terus tergerus.

Berbeda dengan deposito yang minimal investasinya sebesar Rp 5 juta dan gak bisa seenaknya dicairkan sebelum jatuh tempo. Kalau reksadana pasar uang, kamu udah bisa terjun investasi dengan modal Rp 100 ribu aja. Uangnya juga bisa kamu cairkan kapan pun kamu mau.

4. Reksadana saham

Beli saham dan reksadana
Beli saham dan reksadana (Shutterstock).

Reksadana saham merupakan jenis reksadana yang dananya akan dialokasikan ke saham. Meski begitu, risiko reksadana saham tentu lebih rendah dibanding dengan investasi saham langsung.

Jadi, jenis reksadana ini sangat tepat buat kamu yang masih ragu untuk investasi langsung di saham. Tapi soal return kamu gak perlu khawatir, karena reksadana saham dikenal dengan jenis investasi yang ngasih untung gede, meski begitu risikonya pun juga besar.

Baca juga: Pengin Cari Uang Tambahan dari Penggemar KPop, Bisa Lakukan 5 Hal Ini

Nah, yang jadi salah satu risiko terbesar adalah fluktuasi harga saham yang sekalinya turun bisa mencapai puluhan persen hanya dalam hitungan hari. Tapi sekalinya untung, uangmu bisa menjadi banyak bahkan berlipat-lipat ganda.

Nah, itu dia empat jenis reksadana yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhanmu. Untuk cara kerja semua reksadana itu sama. Jadi, uang yang kamu alokasikan akan dikelola oleh manajer investasi yang memang sudah ahli dibidangnya.

Kamu hanya perlu duduk manis di rumah dan menunggu uangmu terus berkembang biak. Enak banget kan? (Editor: Winda Destiana Putri).

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Taiwan