Jokowi Kepilih Lagi, Realisasi Investasi Indonesia Dalam 3 Bulan Tembus Rp 205,7 Triliun

3 menit
Realisasi Investasi di Indonesia (Shutterstock)
Realisasi Investasi di Indonesia (Shutterstock)

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kembali menyampaikan data realisasi investasi periode Kuartal III (Juli-September) tahun 2019 yang mencapai Rp 205,7 triliun. Angka ini meningkat sebesar 18,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

Capaian investasi periode ini berhasil menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 212.581 orang. Selama triwulan III tahun 2019 realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 100,7 triliun (naik 18,9 persen) dan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 105 triliun (naik 17,8 persen) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

Penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 212.581 orang, terdiri dari 109.475 orang pada proyek PMDN dan 103.106 orang pada proyek PMA.

“Pemilihan Umum pada April 2019 lalu yang terlaksana dengan damai menunjukkan sinyal positif dan berdampak pada nilai realisasi Triwulan III tahun 2019. Datanya yang meningkat sekitar 2,6 persen dibandingkan Triwulan II tahun 2019 lalu.

Hal ini mengindikasikan kegiatan investasi kembali menggeliat. Sehingga target realisasi investasi tahun 2019 besar kemungkinannya akan tercapai pada Triwulan IV ini,” jelas Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di kantor BKPM, Jakarta.

Adapun Singapura merupakan negara asal PMA terbesar dari 5 negara di triwulan III tahun 2019 dengan investasi sebanyak 1,9 miliar dollar AS atau naik sebesar 27,1 persen.  Kemudian diikuti oleh Belanda sebesar US$ 1,4 miliar (naik 12,9 persen).

Republik Rakyat Tiongkok sebesar US$ 1 miliar (naik 14,3 persen), Jepang sebesar US$ 0,9 miliar(naik 12,9 persen), dan Hong Kong RRT sebesar US$ 0,4 miliar (naik 5,7 persen).

BKPM Akan Lebih Efisien

“Selanjutnya BKPM akan bekerja secara lebih efisien, sebagaimana arahan Bapak Presiden Jokowi. Melalui koordinasi dan kolaborasi yg lebih intens dengan Kementerian/Lembaga terkait, serta Pemerintah Daerah.

Baik dalam pelayanan perizinan maupun untuk memfasilitasi penyelesaian permasalahan yang dihadapi investor dalam merealisasikan investasinya”, lanjutnya.

Selama periode Kuartal III tahun 2019, realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 112,1 trilliun. Naik 14,4 persen dari Kuartal III tahun 2018 (sebesar Rp 98,0 trilliun).

Sedangkan realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp 93,6 trilliun atau meningkat 23,5 persen dari Kuartal III tahun 2018 (sebesar Rp 75,8 trilliun).

Lokasi proyek terbesar (lima besar), yaitu: DKI Jakarta (Rp 41,1 triliun, 20 persen); Jawa Barat (Rp 33,4 triliun, 16,2 persen); Jawa Timur (Rp 14,8 triliun, 7,2 persen). Sementara Riau (Rp 13,1 triliun, 6,4 persen), dan Jawa Tengah (Rp 11,1 triliun, 5,4 persen).

“Hal yang menarik adalah adanya peningkatan realisasi invetasi yang lebih tinggi di luar Pulau Jawa. Pemerintah bertekad untuk terus mempercepat peningkatan kegiatan investasi dan ekonomi lainnya di luar Pulau Jawa. Ini untuk menunjukkan pembangunan nasional yang tersebar sampai ke luar Pulau Jawa,” jelas Plt. Deputi Bidang Pengendalian

Peningkatan Investasi Luar Jawa

Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani. Peningkatan realisasi investasi di luar Pulau Jawa ini tidak lepas dari kian masifnya pembangunan infrastruktur di Luar Pulau Jawa.

“Program pemerintah yang membangun infrastruktur secara Indonesia sentris mulai menarik perhatian investor. Selain karena investasi berbasis sumber daya alam merupakan primadona di luar Jawa,” kembali ditegaskan Bahlil.

Bahlil optimistis, ke depan investasi diluar Jawa akan semakin kompetitif seiring dengan upaya pemerintah membangun dan mengembangkan beberapa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan destinasi Bali Baru.

Nilai investasi luar Jawa yg tinggi saat ini merupakan cerminan salah satu fokus dari 5 (lima) arah kebijakan penanaman modal di periode II Jokowi, yaitu penyebaran investasi berkualitas.

Dengan berkembangnya infrastruktur di daerah, maka titik-titik pertumbuhan ekonomi akan tersebar dan mendorong geliat pemerataan kesejahteraan rakyat.

“Penyebaran investasi yang merata tentunya berimbas positif pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan perekonomian daerah” ujar Bahlil.

Fokus lainnya arah kebijakan penanaman modal antara lain perbaikan peringkat kemudahan berusaha (doing business). Lalu eksekusi realisasi investasi besar; mendorong investasi besar untuk bermitra dengan UMKM; dan promosi investasi terfokus berdasarkan sektor dan negara.

Secara kumulatif realisasi investasi Januari-September 2019 mencapai Rp 601,3 triliun (target real investasi tahun 2019 Rp 792 triliun, tercapai 75,9 persen). Terdiri atas realisasi PMDN sebesar Rp 283,5 triliun (naik 17,3 persen) dan realisasi PMA sebesar Rp 317,8 triliun (naik 8,2 persen) dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

 

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.