Pilih Investasi dengan Reksadana Saham? Ketahui Dulu 7 Hal Ini

4 menit
Reksadana saham bisa kamu pilih buat investasi tapi ketahui dulu tujuh hal ini, (Ilustrasi/Shutterstock)

Reksadana saham menjadi salah satu instrumen investasi yang kini banyak dilirik orang. Pasalnya, jenis reksadana yang satu ini bisa memberikan kamu return yang besar tapi tinggi juga risiko yang harus kamu tanggung.

Meski begitu, risiko reksadana saham gak sebesar dengan investasi saham secara langsung. Kenapa? Pasalnya, danamu akan dikelola oleh manajer investasi yang memang sudah ahli dibidangnya.

Hal itu tentu saja berbeda dengan investasi saham langsung, di mana kamu harus mengelola dana sendiri. Jadi, kalau kamu para pemula dan belum tahu benar bagaimana cara investasi saham langsung, mending jangan nekat terjun ke jenis investasi itu. Ya, kalau kamu gak mau duitmu ludes karena bangkrut sih.

Ya, balik lagi, high return-high risk. Kalau kamu ingin mendapatkan keuntungan yang besar, harus siap dengan kerugian yang besar pula.

Karena itu, banyak para ahli investasi yang menyarankan para pemula buat terjun ke reksadana saham terlebih dahulu. Intinya sebenarnya sama aja yaitu investasi di bidang saham. Yang membedakan hanya pengelolaan dananya aja.

Tapi kamu gak perlu khawatir, karena reksadana saham merupakan jenis reksadana yang dapat memberikan keuntungan dibanding reksadana lainnya.

Nah, buat kamu yang tertarik ingin terjun ke reksadana saham. Ketahui dulu yuk beberapa hal ini biar investasi kamu semakin menguntungkan dan tentu saja semakin yakin untuk meraup duit dari reksadana. Apa aja itu? Berikut tujuh hal yang udah dirangkum oleh MoneySmart.id.

1. Pengelola dana

Reksadana saham kamu bakal dikelola oleh manajer yang punya keahlian, (Ilustrasi/Shutterstock).

Seperti yang udah dijelaskan di atas, kalau dana investasi kamu akan dikelola oleh manajer investasi yang memang ahli dibidangnya.

Jadi, kamu tinggal duduk anteng dan menunggu uangmu beranak pinak deh. Kamu gak perlu tuh sebentar-sebentar mengecek pergerakan saham layaknya investasi saham langsung.

2. Tingkat risiko

Reksadana saham juga memiliki risiko yang cukup tinggi lho, (Ilustrasi/Shutterstock).

Tingkat risiko reksadana saham juga lebih rendah dibanding dengan investasi saham langsung. Kenapa? Balik lagi, pasalnya danamu bakal dikelola oleh manajer investasi yang memang sudah berpengalaman dalam mengelola investasi. Jadi, kamu gak perlu khawatir, terutama kalau kamu adalah investor pemula.

3. Return

Reksadana saham memiliki nilai return yang tinggi tapi juga memiliki risiko, (Ilustrasi/Shutterstock).

Dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya, saham merupakan reksadana yang dapat memberikan return tinggi, karena itu risikonya pun juga besar pula.

Selain itu, karena dana kamu dikelola oleh manajer investasi, maka kamu akan dikenakan fee untuk agen pengelola tersebut.

Gak hanya itu aja, kamu juga biasanya akan dikenakan potongan setiap akan melakukan penarikan dana. Hal itu tentu berbeda dengan investasi saham langsung yang karena dikelola sendiri atau tidak ada campur tangan pihak ketiga, maka keuntungannya bisa kamu nikmati sendiri.

4. Minimum investasi

Reksadana saham ternyata ada minimumnya lho saat memulai, (Ilustrasi/Shutterstock).

Siapa bilang kalau investasi itu cuma untuk mereka yang berduit? Kini udah banyak banget lho instrumen investasi yang hanya memerlukan bujet kecil salah satunya adalah reksadana saham.

Kamu bahkan bisa mulai investasi dengan hanya mengeluarkan uang minimal Rp 100 ribu. Bahkan kini ada beberapa sekuritas yang menawarkan minimum investasi sebesar Rp 50 ribu lho. Jadi, udah gak ada alasan untuk gak terjun ke investasi yang satu ini kan?

5. Pajak

Reksadana saham salah satu bentuk investasi yang gak bakal kena pajak, (Ilustrasi/Shutterstock).

Seperti yang dilansir dari situs resmi Bareksa, reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang gak dikenakan pajak. Akan tetapi, kamu tetap harus melaporkan keuntungan reksadanamu ke dalam laporan SPT Tahunan.

6. Proses pencairan dana

Reksadana saham membutuhkan waktu buat pencarian sekitar lima hari kerja, (Ilustrasi/Shutterstock).

Buat proses pencairan dana, biasanya akan memakan waktu sekitar lima hari kerja. Pasalnya, kamu menggunakan agen pengelola atau manajer investasi untuk mengelola danamu.

7. Keleluasaan memilih saham

Reksadana saham memudahkan kamu dalam memilih saham, (Ilustrasi/Shutterstock).

Karena dana kamu dikelola oleh manajer investasi, maka kamu tidak memiliki kuasa untuk memilih ingin investasi di saham apa aja. Jadi, bisa dibilang kalau semua keputusan itu ada di tangan manajer investasi.

Berbeda dengan investasi saham langsung, di mana kamu bisa bebas memilih ingin menginvestasikan danamu di saham mana aja. Meski begitu, percaya aja karena manajer investasi tahu kok produk saham apa aja yang dapat memberikan kamu keuntungan besar.

Nah, itu dia beberapa hal yang perlu kamu ketahui terlebih dahulu jika ingin terjun ke investasi reksadana saham. Jadi, instrumen investasi yang satu ini juga sangat cocok untuk kamu yang gak mau pusing mikirin risiko dan mengambil keputusan kapan harus jual atau beli.

Selain itu, reksadana saham juga akan membuatmu lebih mudah dalam mengatur perencanaan keuangan. So, udah gak ragu lagi kan untuk mengalokasikan uangmu untuk terjun ke investasi reksadana saham? (Editor: Mahardian Prawira).

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!