Al Safar Dituduh Iluminati, Ini Masjid Lainnya Rancangan Ridwan Kamil

5 menit
Ridwan Kamil merancang masjid yang unik dan memiliki desain memukai (Instagram/@m.ridwankamil)

Ridwan Kamil dikenal sebagai arsitek bertangan dingin yang mendesain banyak bangunan, termasuk masjid. Namun, salah satu karya Gubernur Jawa Barat tersebut, yaitu Masjid Al Safar kini tengah menjadi perbincangan.

Itu terjadi setelah akun Twitter @surgabidadari3 memuat video yang mempersoalkan desain Masjid Al Safar tersebut karena dianggap membentuk bangunan segitiga seperti lambang iluminati.

Mantan Wali Kota Bandung tersebut menjelaskan, konsep bangunan masjid yang berada di Rest Area KM 88 B Tol Purwakarta Bandung Cileunyi (Purbaleunyi) itu adalah eksperimentasi teori lipat Folding Architecture.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu juga memastikan hal tersebut dalam dialog ‘Silaturahim dan Diskusi Umum Bersama Membangun Umat’ dengan Ketua MUI Jawa Barat, Rachmat Syafe’i, dan Ustaz Rahmat Baequni di Masjid Pusdai Kota Bandung.

“Karena proyeknya mangkrak oleh Jasa Marga, pada saat saya datang sudah begitu, saya tanya kenapa ada lingkaran? ‘Itu kreasi dari kontraktornya’ oh gitu,” ujar Kang Emil kepada ribuan jamaah yang hadir, Senin 10 Juni 2019.

“Kalau di gambar saya mah enggak ada, saya menceritakan apa adanya,” sambungnya memastikan lingkaran yang dianggap sebagai implementasi simbol iluminati di Masjid Al Safar sudah ada sebelum dia mendesain tempat ibadah umat muslim itu.

Ridwan Kamil
Ridwan Kamil merancang Masjid Al Safar yang jadi kontroversial karena diduga simbol iluminati (Shutterstock)

Sekadar diketahui, dengan luas area mencapai 6.000 meter persegi, Masjid Al Safar mampu menampung hingga 1.200 jamaah.

Setelah desain arsitektur modern Masjid Al Safar menuai kontrroversi, kini masjid di Indonesia lainnya rancangan Ridwan Kamil yang unik dan memiliki desain memukau turut disorot.

Masjid apa saja? Berikut, tujuh di antaranya:

Masjid Merapi

Ridwan Kamil
Masjid Merapi rancangan Ridwan Kamil (digitaloceanspaces.com)

Sebelum Masjid Al Safar, arsitek lulusan Institut Teknologi Bandung dan University California, Berkeley itu sudah lebih dulu terlibat proses pembangunan beberapa masjid. Salah satunya, Masjid Merapi.

Masjid yang terletak di Dusun Kopeng Desa Kepuhardjo di lereng selatan Merapi itu merupakan salah satu proyek corporate social responsibility (CSR) Baitul Maal Muamalat.

Seperti halnya Masjid Al Safar, karya lain dari suami Atalia Praratya itu juga memiliki desain unik. Masjid Merapi dibangun dari susunan batako yang ternyata salah satu bahannya merupakan abu letusan Gunung Merapi yang menyelimuti desa.

Lewat karya ini, ayah dua anak itu berpesan jika musibah bisa menjadi berkah dan jangan pernah berhenti berimajinasi dengan sesuatu yang ada.

Baca juga: Tobat sebagai Dukun, Ki Joko Bodo Ubah Rumah Rp 25 M Jadi Masjid! Begini Penampakannya

Masjid Raya Summarecon Al Azhar Bekasi

Masjid Raya Summarecon Al Azhar Bekasi rancangan Ridwan Kamil (digitaloceanspaces.com)

Masjid tanpa kubah ini punya gaya arsitektur sederhana, tapi terkesan mewah. Salah satu penanda bangunan sebuah masjid yaitu menara tinggi dengan kubah berbentuk seperti bawang.

Ddesain tanpa jendela, masjid satu ini memiliki banyak lubang ventilasi dan di masing-masing bloknya terdapat tulisan “Laa Ilaha Illallah”.

Dengan luas 1320 m2, masjid ini mampu menampung jamaah hingga 1.500 orang karena didesain bertingkat.

Masjid Al Irsyad

Ridwan Kamil
Masjid Al Irsyad rancangan Ridwan Kamil (digitaloceanspaces.com)

Masjid yang dibangun pada tahun 2009 ini terletak di Padalarang, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia diresmikan pada 27 Agustus 2010 silam.

Dengan luas 1871 m2, masjid ini mampu menampung 1500 orang jamaah. Masjid dengan arsitektur yang memukau ini banyak meraih penghargaan internasional. Karena didesain mirip bangunan Ka’bah, masjid ini tidak memiliki kubah.

Dinding masjid terbuat dari bata yang disusun dengan pola membentuk lubang ventilasi diantara bata solid dan jika dilihat dari kejauhan lubang tersebut membentuk kalimat syahadat.

Desain interiornya pun cukup unik dengan area depan mimbar yang terbuka dan terdapat kolam dihiasi bola besi dengan lafadz “Allah” menambah suasana ketenangan dalam beribadah di dalam masjid ini.

Masjid Terapung Gedebage Bandung

Ridwan kamil
Masjid Terapung Gedebage rancangan Ridwan Kamil (digitaloceanspaces.com)

Masjid terapung Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat merupakan desain Ridwan Kamil. Masjid yang diberi nama Masjid Al Jabbar tersebut dibangun mengapung di atas danau pengendali banjir.

Masjid yang dikelilingi danau buatan tersebut merupakan gagasan Ahmad Heryawan saat masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

Saat itu, Ahmad Heryawan meminta bantuan Kang Emil membuat rancangan masjid terapung di lahan seluas 26 hektar tersebut.

Masjid 99 Kubah Makassar

ridwan kamil
Masjid 99 kubah rancangan Ridwan Kamil (digitaloceanspaces.com)

Masjid 99 Kubah Makassar yang merupakan ikon baru di Sulawesi Selatan juga termasuk yang diarsiteki Kang Emil.

Dibangun di kawasan Centre Point of Indonesi (CoI), masjid yang akan segera difungsikan itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 176 miliar.

Masjid tersebut memiliki karakteristik unik dengan bangunan kubah sebanyak 99. Luas bangunannya 72 X 45 meter dan dapat menampung 15.075 jamaah.

Masjid Raya Sumbar

ridwan kamil
Masjid Raya Sumbar rancangan Ridwan Kamil (Facebook/@pagekatakita)

Kang Emil juga turut membangun Masjid Raya Sumatera Barat di Kota Padang. Pasalnya, masjid itu diarsiteki oleh Urbane Indonesia, kantor konsultan arsitektur asal Bandung yang didirikan Kang Emil.

Pria 47 tahun itu mengatakan, bentuk masjid ini terinspirasi dari kain yang terbentang pada kisah empat suku Quraisy Makah bertikai dalam menentukan orang yang berhak meletakkan batu Hajar Aswad di pojok Kabah kembali, setelah Kakbah selesai direnovasi.

Masjid Raya Asmaul Husna Serpong

ridwan kamil
Masjid raya Asmaul Husna Serpong rancangan Ridwan Kamil (urbaneindonesia)

Masjid Raya Asmaul Husna yang berlokasi di belakang Summarecon Mall Serpong, Tangerang Selatan juga hasil tangan dingin Ridwan Kamil.

Masjid yang diresmikan pada 6 Desember 2013 itu memiliki bentuk yang unik. Di tembok luar terdapat 99 tulisan asmaul husna yang didominasi warna hijau.

Masjid ini berukuran sekiranya 3.000 meter persegi dan memiliki tiga lantai. Lantai dasar difungsikan untuk toilet dan tempat mengambil wudhu, sedangkan lantai dua dan tiga ruangan untuk salat.

Selain tujuh masjid-masjid itu, masih ada karya sang gubernur gaul tersebut. Salah satunya, Masjid Terapung Bogor yang akan dibangun di atas Setu Gede, Bogor Barat.

Tak hanya mendesain masjid di Tanah Air saja, Kang Emil juga berkontribusi dalam pembangunan Masjid Sevilla di Spanyol dan Masjid Gaza di Palestina.

Itulah delapan masjid berdesain unik dan memukau rancangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

 

Chaerunnisa
Chaerunnisa

Senang menulis dan belajar banyak hal. Semoga karya saya selalu bisa dinikmati dan bermanfaat bagi semua.