Di Balik Kemegahan Kostum 3.500 Penari Asian Games Rancangan Rinaldy Yunardi

3 menit
Rinaldy Yunardi (Instagram)
Rinaldy Yunardi (Instagram)

Pembukaan Asian Games 2018 yang berlangsung sukses, megah sekaligus membanggakan dan mengundang haru masih terus jadi topik hangat pembicaraan hingga saat ini. Selain memuji para Creative Director, sosok Rinaldy Yunardi yang ada di balik penampilan pengisi acara pembukaan perhelatan olahraga terbesar se-Asia ini juga turut menjadi perbincangan.

Aksi 3.500 anak bangsa yang menari di ajang Asian Games sukses memberikan penampilan terbaik. Gak hanya itu, kostum yang mereka kenakan pun turut mencuri perhatian. Kental unsur tradisional, busana para penari tampil unik dalam napas modern.

Lantas, siapakah perancang di balik kostum menakjubkan tersebut?

Adalah Rinaldy Yunardi, desainer fashion art Indonesia yang karyanya sering dipakai sederet selebriti top Hollywood. Mulai dari Beyonce, Madonna, Nicki Minaj, Katy Perry, dan lainnya, telah memakai karya perancang kelahiran Medan, 13 Desember 1970.

Sebagai perancang aksesori yang memiliki ciri desain abstrak dan kontemporer dengan efek elegan dan indah, Rinaldy menginterpretasikan busana yang sarat filosofi budaya dan konsep utama yang diusung Asian Games 2018.

Bagi Rinaldy, hadir dengan desain lebih sederhana, tidak mengurangi kesan sophisticated dan mewah pada koleksi sekunder berwujud kalung, anting, gelang, dan topi. Keunggulan kreativitas tampil melalui struktur yang kuat, teknik rumit, serta komposisi warna dan paduan bahan yang berani, berbeda dengan koleksi utama yang lebih gemerlap.

Gak hanya aksesori, pria yang akrab disapa Yungyung itu juga mengembangkan ketertarikannya pada desain lampu hias dan cermin dinding untuk melengkapi dekorasi ruang.

Moneysmart seperti dikutip dari Okezone, menghimpun kisah inspiratif Yungyung hingga sukses menjadi desainer aksesori Tanah Air yang telah mendunia.

Darah seni mengalir sejak kecil

Lahir di tengah keluarga pengusaha tas, tampaknya darah seni Rinaldy Yunardi sudah mengalir deras. Ibu Rinaldy yang asli Aceh sempat mengajar kursus membuat bunga dari kertas crep. Bungsu dari tiga bersaudara ini sepertinya tidak asing dengan prakarya dan keterampilan yang membutuhkan kreativitas.

Berkarier sebagai perancang aksesori, diawali Rinaldy dengan membuat tiara-tiara pengantin sebagai karya debutnya. Hal ini kurang lebih karena dirinya saat itu berteman dekat dengan perancang Sebastian Gunawan, Didi Budiarjo, dan Widi. Sekitar 1997-1998 dua diantara ketiga temannya inilah yang mendorong Rinaldy untuk cenderung lebih fokus ke arah aksesori fashion lewat karya-karya seperti tas arkilik, sirkam emas, dan lain-lain. Sebagai murid yang banyak belajar dari dua sosok temannya tersebut, tentu Yungyung menuruti bimbingan dari kedua gurunya ini.

Profesi yang Rinaldy Yunardi jalankan ini sebetulnya memiliki sebutan profesionalnya, jika selama ini kalangan awam dan media kerap menyebut profesi ini adalah desainer aksesori. Rinaldy menyebutkan bahwa profesi ini disebut desainer fashion art accessories, mengapa? Karena karyanya adalah karya seni dengan menyertakan sentuhan hati yang cenderung mengarah ke fashion daripada jewellery.

Karyanya dipakai artis Hollywood

Untuk menghasilkan karyanya, Rinaldy Yunardi mendapatkan bahan baku melalui proses hunting bahan mentah dan setengah mentah di dalam dan luar negeri. Jika sedang berkunjung ke luar negeri, Yungyung mewajibkan dirinya untuk berbelanja di pasar-pasar lokal tradisional setempat. Soal mencari bahan baku, Rinaldy tidak menerapkan ritme yang kaku. Ia membiasakan dirinya untuk open minded bisa menggunakan segala macam bahan dan tidak mengkotak-kotakan diri hanya menggunaka jenis bahan tertentu.

Rinaldy termasuk pribadi yang spontan, saat melihat bahan baku yang lucu dan unik ia bisa langsung seketika membelinya walau belum memiliki gambaran yang jelas tentang desain aksesoris yang ingin dibuat. Rinaldy tidak memungkiri bahwa sebagian besar bahan baku dari luar negeri masih berkualitas lebih dibanding bahan baku domestik. Walau sebetulnya Indonesia memiliki banyak sekali bahan-bahan yang bagus, namun akan terbentur pada masalah pengolahan.

Berbisnis di bidang aksesori fashion, Rinaldy Yunardi menargetkan pasarnya untuk kalangan middle up. Di mana biasanya aksesori hasil buah tangannya ini digunakan oleh orang-orang berusia 20 tahunan. Ia sendiri dalam menghadirkan karya-karyanya tidak pernah membatasi soal batas umur, karena berkaca pada dirinya sendiri yang tidak suka dibatasi saat berkarya dan berimajinasi.

Chaerunnisa
Chaerunnisa

Senang menulis dan belajar banyak hal. Semoga karya saya selalu bisa dinikmati dan bermanfaat bagi semua.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!