4 Risiko Ini Intai Pengguna Pinjaman Uang Online yang Tak Terdaftar OJK

4 menit

Zaman sekarang mau pinjam uang udah gak seribet dulu. Dengan bertebarannya aplikasi pinjaman uang online, dengan modal KTP aja seseorang udah bisa mendapat pinjaman. Prosesnya juga terbilang cepat. Rata-rata, cuma butuh waktu satu minggu sampai dana bisa cair. Bahkan, gak sedikit pinjaman online yang mencairkan dana dalam hitungan jam.

Padahal, jika mengajukan pinjaman di bank, kamu harus melengkapi beberapa syarat dokumen seperti KTP, slip gaji, NPWP, catatan kartu kredit, hingga fotokopi buku tabungan. Lalu, untuk prosesnya sendiri bisa memakan waktu hingga dua minggu. Alhasil, makin banyak masyarakat yang melirik berbagai penyedia jasa pinjam uang online.

Tapi, dengan sejumlah kemudahan yang ditawarkan layanan pinjaman uang online, ada risiko tinggi yang harus siap ditanggung oleh peminjam.

Salah satunya adalah jeratan bunga yang tinggi. Pada lembaga resmi seperti bank hingga koperasi, rata-rata bunga pinjaman tanpa agunan mulai dari 1-3 persen per bulan. Sementara pada pinjaman uang online, bunganya sekitar 1 persen per hari atau 30 persen per bulan. Beda banget kan besaran bunganya?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga resmi pengawas industri jasa keuangan menetapkan sejumlah kebijakan agar financial technology (fintech) company, termasuk penyedia pinjaman online gak bertindak sewenang-wenang dan tetap aman. Hanya fintech yang sesuai dengan aturan OJK saja yang mendapatkan hak beroperasi.

Tapi, namanya demi memenuhi kebutuhan mendesak, banyak orang yang cenderung nekat meminjam di penyedia pinjaman online yang gak terdaftar di OJK. Prinsipnya, yang penting cepat dapat pinjaman. Soal bunga, walaupun besar sekalipun, urusan belakangan.

Nah, kalau udah begitu ya siap-siap aja menghadapi konsekuensi yang tentu saja tidak mengenakkan. Mereka yang “kekeuh” gunakan layanan pinjaman yang tidak masuk daftar OJK, harus siap terkena 5 risikonya berikut ini.

1. Terjerat rentenir online

Buat meminjam di bank, persyaratan yang harus diperlukan memang banyak. Tapi, aturan tersebut bukan tanpa alasan. Justru, secara gak langsung, aturan tersebut bisa menjadi proteksi untuk diri kita sendiri sebagai peminjam.

Bank perlu menganalisa sekaligus memastikan apakah kita sebagai debitur mampu membayar atau sebaliknya, berpotensi gagal bayar di tengah jalan. Jika ternyata kita belum memenuhi kualifikasi sebagai debitur, mungkin memang sangat berisiko untuk meminjam uang dengan nominal tertentu dengan kondisi keuangan saat ini.

Sementara, kalau kamu meminjam duit modal KTP seperti yang ditawarkan banyak layanan pinjaman uang online, kemungkinan besar, pengajuan pinjamanmu cair dengan mudah. Tapi, jika ternyata kamu gak bisa mencicil di tengah jalan, ya siap-siap aja terbeban bunga utang semakin membengkak.

2. Laporan pembayaran utang tidak transparan

Jika tidak teliti, bukan gak mungkin peminjam tertipu hitung-hitungan “rentenir” online ini. Saat proses penawaran, berbagai janji manis diberikan. Mulai dari tawaran bunga rendah, sampai jaminan pinjaman cair dalam waktu beberapa jam.

Setelah korban masuk jebakan, kamu mungkin akan dimintai nominal cicilan tanpa adanya transparansi perhitungan utangmu. Para debitur yang “malas” ribet, biasanya ogah ambil pusing. Mereka beranggapan, yang penting bayar cicilan. Padahal, tanpa disadari, mereka bisa mengalami kerugian besar.

3. Penyalahgunaan data pribadi

Gak seperti bank yang menjamin kerahasiaan data para nasabahnya, gak ada jaminan keamanan dari penyedia pinjaman online yang tak terdaftar OJK. Salah satu data yang rentan disalahgunakan adalah kontak darurat atau emergency contact.

Biasanya, kontak darurat ini yang akan “diteror” ketika debitur menunggak bayar utang. Data pribadi juga bisa dijual atau digunakan untuk keperluan yang melanggar hukum.  

4.Terjebak investasi bodong

Selain sebagai pemberi pinjaman uang, layanan pinjaman online  juga memungkinkan nasabah menjadi investor yang berperan sebagai pemberi pinjaman. Tapi, jangan sekali-kali mengambil risiko dengan jadi investor di layanan yang tidak terdaftar OJK.

Bukan cuma gak mendapat untung, dana yang diinvestasikan bisa lenyap tak bersisa. Jika sudah begitu, kamu gak bisa meminta pertanggungjawaban dari OJK. Apes deh!

Nah, udah tahu belum, baru-baru ini OJK membatalkan tanda bukti terdaftar bagi lima penyelenggara layanan pinjaman online? Berikut ini lima penyelenggara layanan tersebut.

  1. PT Relasi Perdana Indonesia (Relasi)
  2. PT Tunaiku Fintech Indonesia (Tunaiku)
  3. PT Dynamic Credit Asia (Dynamic Credit)
  4. PT Progo Puncak Group (Pinjamwinwin)
  5. PT Karapoto Teknologi Finansial (Karapoto)

Alasan pembatalan tanda terdaftar masing-masing perusahaan di atas berbeda-beda. Namun, secara umum, OJK menyatakan, dengan dibatalkannya tanda terdaftar tersebut, kelimanya harus menghentikan seluruh kegiatan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi, menyelesaikan hak dan kewajiban pengguna, dan dilarang mencantumkan logo OJK serta pernyataan terdaftar dan diawasi oleh OJK dalam setiap kegiatannya.

Dari kelimanya, baru PT Tunaiku Fintech Indonesia (Tunaiku) yang memberikan tanggapan mengenai hal ini. Layanan pinjaman yang ternyata merupakan produk pinjaman PT Amar Bank itu memberikan klarifikasi yang bisa disimak pada artikel di tautan ini.

Untuk memperkecil risiko rugi, peminjam wajib memastikan penyedia pinjaman online telah terdaftar di OJK. OJK juga melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan fintech yang terdaftar tetap menjalankan regulasi yang ada.

Nah, buat memastikan jasa pinjaman uang online yang ingin kamu gunakan aman atau gak, cari tahu apakah perusahaan tersebut terdaftar di OJK atau tidak, langsung di situs resminya.

Ulfa Sekar
Ulfa Sekar

Pernah menjadi anak IT dan bercita-cita menjadi seorang programmer. Lalu berakhir menjadi seorang penulis dan menikmatinya. Semoga tulisan saya bisa berguna buatmu.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan