Risiko Rendah dan Menguntungkan, Coba Reksadana Pasar Uang yang Cocok untuk Pemula

3 menit
Reksadana (Shutterstock).

Reksadana pasar uang merupakan salah satu instrumen investasi yang kini banyak dilirik orang. Pasalnya, investasi yang satu ini rendah risiko tapi tetap menguntungkan.

Ya, hari gini siapa sih yang gak mau investasi yang kasih return besar dengan risiko rendah. Nah, reksadana pasar uang ini mayoritasnya itu berupa aset seperti deposito maupun surat berharga dengan jatuh tempo di bawah satu tahun.

Sama seperti reksadana lainnya, dana yang kamu alokasikan akan dikelola oleh manajer investasi yang memang sudah ahli dibidangnya. Jadi, kamu gak perlu takut uangmu hilang.

Dengan reksadana, kamu juga gak perlu sebentar-sebentar mengecek seperti layaknya investasi saham langsung. Kamu hanya perlu santai di rumah dan menunggu uangmu beranak pinak.

Sayangnya, masih banyak orang yang enggan terjun ke investasi dengan alasan takut bangkrut karena gak paham bagaimana cara bermainnya.

Padahal sejak kecil, kamu juga pasti udah diajarkan untuk menabung. Ya, tujuannya untuk menghindari gaya hidup konsumtif yang erat kaitannya dengan kebiasaan menghambur-hamburkan uang untuk membeli sesuatu yang tidak bermanfaat.

Nah, seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, kini kamu sudah bisa menabung lewat investasi. Keuntungan yang akan kamu dapatkan bahkan bisa berlipat-lipat dari sekedar menabung biasa di celengan dan juga bank.

Kok bisa? Ya, jelas bisa dong, karena investasi itu bukan hanya sekadar menyimpan uang tapi akan membuat uangmu semakin beranak pinak.

Akan tetapi, sebelum investasi, kamu perlu mengetahui dulu nih apa saja keuntungan dan risiko dari seluruh produk investasi terutama buat kamu yang baru mau terjun investasi.

Tentu saja harus mencari instrumen investasi yang aman, salah satunya ya investasi reksadana pasar uang.

Mengapa reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang sangat cocok untuk kamu yang baru mengenal investasi.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, reksadana pasar uang sangat cocok untuk kamu yang baru mengenal investasi dan gak mau memilih yang risikonya tinggi tapi tetap dapat memberikan keuntungan besar dengan modal yang juga kecil.

Gak perlu khawatir salah mengelolanya, karena produk ini diatur oleh para manajer investasi profesional dalam sebuah portofolio efek.

Itulah mengapa risiko reksadana pasar uang relatif rendah seperti halnya deposito. Walau begitu, hasil yang diperoleh bisa melebihi deposito karena aset lain yang terdapat dalam portofolio turut berkontribusi terhadap keuntunganmu.

Saat ini, bunga tabungan hanya sekitar 1 persen per tahun, sedangkan deposito berkisar 4-5 persen per tahun. Nah, reksadana pasar uang bisa mencapai hingga 8 persen per tahun. Lebih besar bukan?

Cara memilih reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang (Shutterstock).

Setelah tertarik ingin berinvestasi di reksadana pasar uang, kamu juga perlu memilih produk reksadana mana saja yang terbaik dan menghasilkan return di atas rata-rata. Nah, kamu bisa mengeceknya langsung di Bareksa.

Kamu bisa melihat dari hasil return yang diperoleh dari produk reksadana pasar uang, baik per tiga bulan maupun satu tahun.

Gak cuma itu aja, kamu juga bisa mengecek berapa minimum modal yang harus kamu keluarkan untuk mulai terjun ke instrumen investasi yang satu ini.

Setelah kamu sudah menentukan, kamu tinggal menghubungi produk reksadana dan biasanya mereka yang akan mendatangi kamu.

Reksadana pasar uang vs Deposito

Deposito (Shutterstock).

Investasi reksadana pasar uang sebenarnya bisa lebih fleksibel. Jadi, saat deposito anjlok, reksadana pasar uang masih bisa mengalihkan ke obligasi atau surat utang. Kalau obligasi juga jeblok, dana investasi bisa dialokasikan ke deposito kalau suka bunga lagi moncer.

Jadi tenang aja, manajer investasi yang bakal mengurus penempatan dana investasi kamu. Meski begitu, bukan berarti kita gak boleh ikut campur dalam pengelolaan dana tersebut.

Sebagai pemilik dana, kita bisa berkonsultasi dengan manajer investasi soal tren di pasar uang yang lagi menanjak. Apalagi bila kita tahu banyak soal tren investasi.

Namun bila kita awam, sebaiknya memang mempercayakan semuanya ke manajer investasi sembari melakukan pemantauan. Toh, kita bebas menarik uang kapan saja dan gak dikenai pajak ataupun penalti. Nah, kalau narik dana deposito sebelum jatuh tempo, baru kamu akan dikenakan biaya penalti.

Nah, itu dia alasan mengapa kamu harus memilih reksadana pasar uang untuk investasi. Dengan memilih jenis investasi yang satu itu, kamu bisa berinvestasi sekaligus menabung. Gunanya untuk mempersiapkan keuangan di masa depan dengan tepat dan aman. Udah gak ragu lagi kan untuk mulai terjun ke investasi? (Editor: Winda Destiana Putri).

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan