Sadari Risiko-risiko Ini Sejak Awal agar Terhindar dari Kerugian Berinvestasi

3 menit
Sadari Risiko-risiko Ini Sejak Awal agar Terhindar dari Kerugian Berinvestasi, (Ilustrasi/Shutterstock).

Investasi pada dasarnya emang memberi keuntungan. Malahan keuntungan yang dihasilkan lebih tinggi ketimbang menyimpan uang dalam tabungan. Namun, di balik untungnya berinvestasi, ada beberapa risiko investasi yang sering kali kurang disadari banyak investor.

Investasi ada risikonya? Yap, betul banget. Apa pun pilihan investasi yang kamu ambil pasti ada plus dan minusnya, gak mungkin gak.

Risiko-risiko investasi ini patut diwaspadai kalau gak pengin rugi. Emangnya kamu yang sedang berinvestasi kepengin investasi membuahkan kerugian? Gak, kan? Karena itu, kamu kudu menyadari risiko-risiko apa aja yang bisa aja terjadi saat kamu berinvestasi.

Dikutip dari GetSmarterAboutMoney, berikut ini adalah risiko-risiko investasi yang harus diwaspadai kalau pengin dapat untung maksimal.

Baca juga: Uang Rp 20 Juta Buat Liburan ke Dubai? Mending Alihkan ke 4 Investasi Ini Biar Makin Tajir

1. Risiko pasar

Risiko investasi ini bisa menerpa banyak instrumen investasi. Nah, maka dari itu kamu mesti mengetahuinya, (Ilustrasi/Shutterstock).

Risiko investasi ini bisa menerpa banyak instrumen investasi. Mulai dari deposito, obligasi, saham, hingga reksa dana. Makanya risiko harus kamu ketahui dan pahami agar gak rugi besar nantinya.

Ada beberapa risiko yang digolongkan sebagai risiko pasar, yaitu:

  • Risiko ekuitas, risiko ini biasanya terjadi pada saham dan juga reksa dana. Risiko ini timbul karena adanya penurunan harga pasar saham.
  • Risiko tingkat bunga, risiko ini umumnya terjadi pada surat utang atau obligasi. Risiko ini muncul karena perubahan suku bunga. Misalnya aja suku bunga acuan naik, nilai pasar obligasi menjadi turun.
  • Risiko mata uang, risiko ini bisa terjadi karena kamu berinvestasi dengan mata uang dalam negeri ataupun luar negeri. Pergerakan mata uang yang menguat ataupun melemah memengaruhi nilai investasi yang kamu lakukan.

Baca juga: Sebelum Investasi Deposito, Cari Tahu Dulu Keuntungan dan Kekurangannya Ini

2. Risiko likuiditas

Perhatikan hal ini juga agar investasi kamu gak rugi-rugi amat ya, (Ilustrasi/Shutterstock).

Risiko investasi ini mengakibatkan kamu gak bisa menjual investasi kamu semisal jual saham dengan harga wajar dalam waktu cepat. Kalau pun mau menjual, kamu harus menjual di harga yang paling rendah agar cepat menghasilkan uang.

Tentu aja menjual di harga yang rendah bikin kamu rugi dalam berinvestasi. Bahkan, sialnya nih saham yang kamu beli bisa gak ada nilainya sama sekali.

Baca juga: Gaji Masih UMR Bisa Kaya Raya dengan Ikuti 7 Tips Investasi Saham Ini

3. Risiko konsentrasi

Cobalah buat konsentrasi dalam berinvestasi dan fokus dengan pegangan kamu, (Ilustrasi/Shutterstock).

Risiko investasi ini dimaksudkan karena kamu berinvestasi pada satu pilihan instrumen aja. Idealnya nih kamu sebaiknya berinvestasi pada beberapa pilihan instrumen investasi.

Misalnya aja kamu berinvestasi saham. Kamu sebaiknya jangan menempatkan dana di satu saham aja. Tempatkan juga dana kamu di saham-saham lainnya. Dengan begitu, kerugian di saham satu bisa tertutupi keuntungan di saham lainnya.

Selain itu, investasikan dana kamu ke pilihan instrumen selain saham. Katakanlah kamu gak cuma investasi di saham, tetapi juga investasi di deposito, Surat Berharga Negara, ataupun emas.

4. Risiko kredit

Risiko ini rentan terjadi pada surat utang swasta atau obligasi, (Ilustrasi/Shutterstock).

Kamu juga perlu mewaspadai risiko investasi yang satu ini. Risiko ini rentan terjadi pada surat utang swasta atau obligasi.

Risiko kredit yang dimaksud di sini adalah risiko yang dialami perusahaan yang mengambil kredit atau pinjaman buat tujuan pengembangan usahanya. Salah satu sumber pinjaman perusahaan adalah obligasi.

Memiliki obligasi itu emang menguntungkan. Sebab besaran return instrumen investasi ini lebih besar dari deposito.

Namun, di balik keuntungannya tersebut, obligasi berisiko karena bisa aja si perusahaan gak membayar return yang disebut dengan kupon obligasi. Gak cuma itu uang yang kamu pakai buat beli obligasi juga gak balik lho.

5. Risiko inflasi

Risiko investasi yang satu ini bisa terjadi kalau kamu memilih berinvestasi di obligasi, (Ilustrasi/Shutterstock).

Risiko investasi yang satu ini bisa terjadi kalau kamu memilih berinvestasi di obligasi. Lain halnya dengan berinvestasi di saham. Risiko inflasi kurang begitu berdampak negatif.

Malahan harga saham ada kecenderungan naik kalau inflasi naik. Sebab perusahaan-perusahaan bakal menaikkan harga produk mereka menyesuaikan dengan besaran inflasi.

Itu tadi beberapa risiko investasi yang kudu kamu ketahui dan pahami kalau gak pengin investasi berbuah kerugian.

Dengan menyadari sejak awal adanya risiko-risiko di atas, kamu bisa mengambil keputusan dengan tepat dalam berinvestasi agar hasilkan keuntungan seperti yang kamu harapkan. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!