Belum Lepas Saham Bir Anker, Pemprov DKI Bakal Kantongi Dividen Rp 100 Miliar

3 menit
bir anker
Bir Anker. (Instagram)

PT Delta Djakarta, Tbk. yang menjadi produsen bir Anker bakal bagi-bagi dividen alias laba saham kepada para pemegang saham. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST, nilai dividen yang bakal dibagikan sebesar Rp 382,7 miliar.

Dengan nilai dividen yang begitu besar, para pemegang saham Delta Djakarta bakal menerima Rp 478 per lembar saham. Dividen dari saham bir Anker ini sedianya dibagikan pada tanggal 19 Juli 2019.

Siapa pun yang memiliki lembaran saham Delta Djakarta yang berkode DLTA sebelum tanggal 19 Juli berhak menerima dividen tersebut. Menariknya nih Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berwacana melepas kepemilikannya ternyata masih pegang saham DLTA lho.

Penasaran berapa total dividen yang diterima Pemprov DKI dari kepemilikan saham bir Anker ini? Cari tahu yuk dalam ulasan berikut ini.

Baca juga: Naikkan Penghasilan Sendiri, Berapa Gaji Gubernur Anies Setelah Teken Keputusan?

Pegang 210 juta lembar lebih, Pemprov DKI dapat dividen lebih dari Rp 100 miliar

bir anker
Penghargaan yang pernah diterima Anker. (deltajkt.co.id)

Dulu Gubernur Anies sempat berencana mau melepas saham DLTA yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta. Malahan rencananya jauh sebelum ia dan Sandiaga Uno terpilih.

Alasannya pelepasan saham bir Anker ini sih dikarenakan gak sesuai dengan visi dan misi mereka. Terus saat kepilih nanti, Gubernur Anies dan Wagub Sandi kepengin Pemprov DKI terima dividen dari investasi yang halal.

Namun, hingga saat Delta Djakarta mengumumkan pembagian dividen, belum ada tanda-tanda Pemprov DKI Jakarta menjual seluruh saham bir Anker. Malahan informasi pelepasannya pun belum disampaikan ke Direktur Delta Djakarta Ronny Titiheruw seperti yang diberitakan CNBC.

Asal tahu aja nih, kepemilikan Pemprov DKI Jakarta atas saham bir Anker lumayan besar lho. Wajar aja Pemprov DKI bisa punya saham DLTA. Soalnya perusahaan yang awalnya bernama NV De Oranje Brouwerij dinasionalisasi lalu diserahkan ke Pemprov DKI.

Kepemilikan Pemprov DKI atas saham bir Anker ini menyusut sejak Delta Djakarta dicatatkan namanya di Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan go public. Kini Pemprov DKI cuma memiliki sebanyak 210.200.700 lembar saham seperti yang dilaporkan IDX.

Jumlah lembar saham bir Anker yang dimiliki Pemprov DKI kalau dipersentasekan sebesar 26,25 persen. Sementara porsi kepemilikan paling besar dipegang San Miguel Malaysia Pte sebanyak 467.061.150 atau sekitar 58,33 persen.

Dengan memiliki saham sebanyak itu, Pemprov DKI Jakarta berhak atas dividen sebesar Rp 100.475.934.600. Wow, banyak juga ya?

Keuntungan dari saham bir Anker ini bisa aja sih gak diterima Pemprov DKI Jakarta asalkan sahamnya udah dijual semuanya sebelum tanggal 19 Juli. Tinggal ditunggu aja, apakah Pemprov DKI bakal melepasnya atau tetap memilikinya.

Rencana Pemprov DKI Jakarta buat melepas saham Delta Djakarta terganjal penolakan dari Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Menurut Pak Ketua, Pemprov DKI gak dirugikan atas kepemilikan saham bir Anker. Edi juga meminta Gubernur Anies buat berpikir ulang dan sampaikan alasan penolakan yang logis.

Baca juga: Ini Lho 4 Sahamnya Perusahaan Orang Berdarah Batak, Yuk! Mari Dibeli

Tercatat di bursa sejak tahun 1984, gimana performa saham DLTA?

bir anker
Pergerakan nilai saham DLTA. (google)

Melihat pendapatan atau revenue yang dihasilkannya, saham Delta Djakarta cukup menarik. Peningkatan revenue perusahaan bir ini sih gak melulu terjadi. Namun, selalu ada aja profit yang dicetak dari revenue tersebut.

Sebagai gambaran, revenue yang dicetak Delta Djakarta tahun 2017 sebesar Rp 777 miliar. Sementara pada 2018, revenue yang dihasilkan sebesar Rp 893 miliar. Profitnya juga naik. Tahun 2017 cetak profit Rp 279 miliar. Di tahun 2018, profitnya naik menjadi Rp 338 miliar.

Sayangnya, saham DLTA yang diperdagangkan kurang begitu likuid. Dengan kata lain, beli di harga murah susah, jual di harga mahal susah. Makanya pikir-pikir dulu beli saham ini kalau cuma kepengin trading, kecuali kalau pengin investasi jangka panjang ya.

Dari analisis teknikalnya dengan menggunakan indikator moving average, pergerakan saham DLTA cukup oke. Sebab dalam 100 hari hingga 200 hari ke depan, saham ini layak buat dimiliki karena pergerakan harganya cenderung naik atau uptrend.

Sebagai informasi, harga saham Delta Djakarta saat IPO sebesar Rp 2.950 per lembar. Kini harganya udah tembus Rp 7.300-an. Walaupun begitu, saham DLTA dengan kapitalisasi pasarnya yang sebesar Rp 5,86 triliun belum dikategorikan saham blue chip lho. (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!