Harganya Lagi Murah, Ini 6 Saham Astra dan Anak Usahanya yang Bisa Dibeli

3 menit
astra international
Gedung Astra Tower di Jakarta. (Shutterstock)

Familiar dong sama perusahaan besar bernama Astra International yang kerap disapa sebagai raksasa otomotif. Belum lama ini, saham Astra anjlok karena rencana kebijakan Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang ingin membatasi usia kendaraan di Jakarta.

Asal kamu tahu, perusahaan yang didirikan oleh Tjia Kian Liong alias William Soeryadjaja, Tjia Kian Kie, dan Lim Peng Hong, di tahun 1950 ini pada awalnya hanyalah importir produk konsumer. Lambat laun, mereka mulai mengimpor truk dan punya banyak anak usaha. Sekarang, Astra pulalah salah satu perusahaan yang menyuntik dana ke Gojek.

Bisa dibilang di tahun 2019 ini, kinerja Astra dan anak-anak usahanya memang kurang baik. Hal itu kerap membuat harga saham dari perusahaan yang fundamentalnya bagus ini jadi terkoreksi.

Penasaran sama saham-saham yang berada di bawah Astra International? Yuk simak ulasannya di bawah sini.

Baca juga: Memulai Karier di Astra, 3 Orang Ini Jadi Orang Terkaya di Indonesia

1. PT Astra International, Tbk (ASII)

astra international
Toyota, salah satu brand di bawah Astra International. (Instagram/@toyotaid)

Yang pertama adalah perusahaan induknya yang paling sering diperdagangkan di bursa efek, dan masuk ke dalam indeks LQ 45. Bisa dibilang, ASII adalah perusahaan yang mendominasi pasar otomotif di Tanah Air.

Sebanyak 50,11 persen saham ASII dipegang oleh Jardine Cycle & Carriage ltd (JCCL Group), sedangkan 49,89 persen diperuntukan bagi publik. Asal kamu tahu, salah satu anggota Dewan Direksi JCCL Group itu juga ada urang Bandungnya lho. Dia adalah Dr Marty Natalegawa, mantan Menlu RI. 

Baca juga: 34 Perusahaan Indonesia Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, Salah Satunya Bukalapak!

2. PT United Tractors, Tbk (UNTR)

astra international
United Tractors. (Instagram/@unitedtractorsofficial)

Gak hanya ASII, William Soeryadjaja juga mendirikan UNTR. Perusahaan yang didirikan tahun 1972 ini adalah distributor peralatan berat terbesar dan terkemuka di Indonesia.

Baik ASII maupun UNTR kerap dikoleksi oleh asing lho. Fundamental perusahaan ini juga sangat bagus. Saat ini, UNTR juga sedang murah-murahnya lho.

Intinya, PT Astra International Tbk, menguasai 59,5 persen saham UNTR. Publik diberi jatah 40,5 persen.

Baca juga: Ini Deretan Saham Perusahaan yang Didirikan Oleh Pengusaha Asal Jawa Barat

3. PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)

astra international
Astra Otoparts. (Instagram/@winteq_astra)

Kalau yang ini adalah anak perusahaannya Astra juga, namun fokus usahanya adalah menjual spare parts atau suku cadang untuk kendaraan roda empat maupun roda dua.

Yang jelas, PT Astra International Tbk menguasai 80 persen saham AUTO, sedangkan yang 20 persen sisanya adalah jatahnya masyarakat.

4. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

astra international
Astra Agro Lestari. (Instagram/@astraagrolestari)

Perusahaan ini adalah produsen minyak sawit mentah (CPO) yang merupakan bagian dari Astra International juga. Tapi kejatuhan harga CPO di tahun 2019 membuat  kinerja AALI jadi gak terlalu memuaskan.

Sebanyak 79,68 persen saham AALI dipegang oleh ASII. Sementara itu, publik diberikan jatah sebesar 20,32 persen.

5. PT Astra Graphia Tbk (ASGR)

astra international
Astra Graphia. (Instagram/@astragraphiadocsol)

Perusahaan ini juga merupakan perusahaan multinasional. Mereka menjual sekaligus memiliki layanan purna jual Fuji Xerox yang didirikan tahun 1975. 

Yang jelas, ASII memegang 76,87 persen saham ASGR. Sementara itu 23,13 persen dipegang oleh publik.

6. PT Bank Permata Tbk (BNLI)

astra international
Bank Permata. (Instagram/@permatabank)

Nah di sektor finansial, Astra juga punya bank yang namanya Bank Permata. Pasti kamu tahu dong sama bank yang satu ini.

Dalam komposisi kepemilikan sahamnya, 44,56 persen dipegang oleh Standard Chartered Bank. ASII sendiri menguasai 44,56 saham BNLI. Sementara itu 10,88 persen untuk publik.

Itulah deretan saham perusahaan milik grup Astra International yang bisa kamu beli. Sebelum membeli, lakukan dulu analisa dan riset ya. 

Kira-kira apakah performa mereka bakal naik di tahun-tahun berikutnya, atau malah sebaliknya? Soalnya, dengar-dengar bakalan ada perluasan kebijakan ganjil genap nih di Jakarta. Apakah hal ini bisa mengerek saham-saham Astra karena kemungkinan banyak orang yang beli mobil baru? Kita tunggu aja. (Editor: Ruben Setiawan)

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.