Dijamin Tanpa Riba, Ini Keunggulan Saham Syariah Dibanding Saham Konvensional

6 menit
saham syariah
Investasi saham syariah. (Shutterstock)

Masih banyak orang yang enggan berinvestasi saham karena khawatir prinsipnya bertentangan dengan prinsip agama. Padahal, faktanya nih ada saham-saham yang terdaftar sebagai saham syariah lho.

Dengan kata lain, produk investasi pun ternyata udah ada yang didesain sesuai prinsip-prinsip syariah. Ditambah lagi, pilihan-pilihan saham yang merupakan saham syariah pun gak sedikit jumlahnya.

Jadi, apakah masih ragu menginvestasikan uangmu dalam saham lalu memilih emas sebagai pilihan? Asal tahu aja nih, investasi saham itu lebih baik ketimbang emas. Bukan semata-mata return saham yang besar, melainkan berinvestasi saham itu bisa menggerakan ekonomi.

Kenapa bisa begitu? Sebab kita membantu para pengusaha yang butuh modal buat mengembangkan usahanya.

Pastinya, pengusaha bakal merekrut lebih banyak tenaga kerja agar rencana pengembangan usahanya berjalan. Otomatis, jumlah orang yang berpenghasilan bertambah dan tingkat konsumsi rumah tangga yang jadi penggerak ekonomi pun naik.

Hitung-hitung nih, dengan berinvestasi saham kamu turut berkontribusi dalam memajukan dunia usaha dalam negeri lho. Mantap, bukan?

Balik lagi ke investasi saham syariah. Memang gimana caranya dan apa aja pilihan-pilihannya? Sebelum masuk ke bahasan tersebut, ada baiknya kita perjelas dulu apa itu investasi saham jenis ini dan gimana hukumnya. Yuk, disimak.

Baca juga: Buat Pemula, Ini Panduan Investasi Saham dari Ahlinya

Apa itu saham syariah dan gimana hukum saham syariah di Indonesia?

saham syariah
Apa pengertiannya? (Pexels)

Agar makin paham, kamu harus tahu benar-benar nih. Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), saham syariah adalah efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di Pasar Modal.

Prinsip-prinsip syariah yang dimaksud di sini telah disepakati OJK bersama MUI. Dari kesepakatan tersebut, lahirlah Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP-208/BL/2012 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah.

Berikut ini adalah kriteria-kriteria saham syariah atau efek syariah menurut kesepakatan tersebut.

1. Emiten dilarang melakukan kegiatan usaha yang gak sesuai prinsip syariah, seperti:

  • Perjudian dan permainan yang tergolong judi.
  • Perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa.
  • Perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu.
  • Jasa keuangan bank berbasis bunga.
  • Jasa keuangan perusahaan pembiayaan berbasis bunga.
  • Jasa keuangan asuransi konvensional.
  • Produksi barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi).
  • Produksi barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram lighairihi) menurut Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).
  • Produksi barang atau jasa yang merusak moral dan/atau bersifat mudarat.
  • Melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah).

2. Emiten atau perusahaan harus memenuhi rasio-rasio keuangan, antara lain:

  • Total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45 persen.
  • Total pendapatan bunga dan pendapatan gak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain gak lebih dari 10 persen.

Baca juga: Apakah Saham yang Syariah Lebih Aman untuk Investasi? Ini Kata Ahli!

Ini lho keunggulan-keunggulan berinvestasi saham syariah

saham syariah
Apa keunggulannya? (Pexels)

Namanya berinvestasi, pastinya ada keunggulan yang bakal diterima. Ada beberapa keunggulan yang bakal dinikmati dengan berinvestasi saham syariah.

1. Bisa melakukan investasi yang sesuai ajaran agama

Seperti yang dijelaskan di atas, saham-saham yang tercatat sebagai saham syariah telah dijamin kehalalannya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Makanya gak usah ragu lagi ya buat berinvestasi saham.

2. Ada saham-saham yang likuid dan masuk indeks LQ45

Rupanya ada beberapa saham LQ45 yang dikategorikan sebagai saham syariah lho. Itu berarti saham-saham tersebut termasuk likuid alias aktif diperdagangkan. Dengan begitu, kamu mudah membelinya dan mudah juga menjualnya tanpa perlu menunggu lama.

3. Ada juga saham-saham blue chip yang minim risiko penurunan harga yang dalam

Gak cuma likuid aja, ada saham-saham yang dikategorikan saham syariah ternyata termasuk saham dengan kapitalisasi pasar yang besar alias tergolong blue chip. Saham blue chip dikenal sebagai saham yang minim risiko penurunan harga yang dalam. Bisa dibilang lebih aman.

4. Bisa memperoleh keuntungan lewat capital gain ataupun pembagian dividen

Kamu pun juga bisa menikmati keuntungan seperti para investor saham lainnya, baik lewat capital gain maupun pembagian dividen. Kalau saham yang kamu miliki bertumbuh dan capai target harga, kamu bisa menjualnya buat dapat keuntungan atau capital gain.

Sementara kalau saham syariah yang dimiliki tiap tahunnya bagi keuntungan ke investornya, kamu bakal menerima dividen. Buat yang satu ini, milikilah saham-saham yang bagi dividen besar dan rutin tiap tahunnya.

Baca juga: Mengenal Saham yang Syariah di Indonesia, Apa Itu dan Bagaimana Cara Investasinya?

Begini cara-cara investasi saham syariah

saham syariah
Caranya bagaimana? (Pexels)

Lalu, gimana cara-cara investasi saham syariah? Buat langkah-langkahnya sendiri, gak berbeda jauh kok dengan berinvestasi saham pada umumnya. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan ketika mau berinvestasi.

1. Wajib punya rekening efek atau rekening saham yang bisa dibuka di perusahaan sekuritas

Tentu aja, namaya berinvestasi saham itu perlu memiliki rekening efek atau rekening saham buat menyalurkan dana investasi. Pembuatan rekening efek ini cuma bisa dilakukan di perusahaan-perusahaan sekuritas.

Berikut ini adalah beberapa perusahaan sekuritas yang buka pendaftaran online.

Setelah melakukan registrasi, kamu nanti bakal diberikan akun Rekening Dana Nasabah (RDN), Single Investor Identification (SID), dan Sub Rekening Efek (SRE). RDN yang kamu terima gak cuma buat investasi saham, tapi juga buat investasi reksa dana, obligasi, dan ETF.

2. Ketahui daftar saham syariah dengan mengecek indeks saham syariah

Setelah memiliki akun yang terdaftar, kamu udah bisa nih melakukan deposit awal buat berinvestasi saham syariah. Di sini kamu perlu tahu saham-saham apa yang pengin dibeli.

Gimana cara mengetahuinya? Gampang. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyediakan informasi indeks saham jenis ini. Lewat indeks tersebut, kamu bisa mengetahui apa aja saham-saham syariah yang dapat dimiliki.

Berikut ini adalah indeks-indeks saham syariah.

  1. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

Indeks ini diperkenalkan pada 12 Mei 2011. Seluruh saham yang tercatat di ISSI juga masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan OJK. Dalam daftar tersebut, ada 406 saham yang masuk indeks.

  1. Jakarta Islamic Index (JII)

Sementara indeks ini diperkenalkan pada 3 Juli 2000. Saham-saham yang masuk JII merupakan 30 saham yang terbilang likuid.

  1. Jakarta Islamic Index 70 (JII70 Index)

Indeks ini diperkenalkan BEI pada 17 Mei 2018. Jumlah saham yang terdapat di indeks ini mencapai 70 saham dan merupakan saham yang paling likuid di BEI.

3. Beli saham dengan melihat fundamental dan dianalisis secara teknikal

Berinvestasi saham yang benar dilakukan dengan melihat fundamental saham tersebut kemudian menganalisisnya secara teknikal. Buat melihat fundamental, kamu bisa cek di menu Ringkasan Performa Perusahaan Tercatat website IDX.

Pastikan saham tersebut tergolong saham yang punya kapitalisasi pasar atau market capitalization yang besar. Sebab saham yang punya kapitalisasi pasar yang besar merupakan saham yang gak mudah digoyang harganya semisal saham blue chip.

Setelah itu, lakukan analisis teknikal dengan mengecek pergerakan harga saham tersebut di chart. Kamu bisa memanfaatkan chart yang disediakan RTI Infokom ataupun Investing.com.

4. Perdalam pengetahuan tentang saham dengan membaca buku, ikut Sekolah Pasar Modal, dan baca berita-berita finansial

Sambil berinvestasi, kamu juga bisa memperkaya pengetahuanmu dengan membaca banyak buku. Mulai dari buku The Intelligent Investor dan Security Analysis karya Benjamin Graham, Common Stocks and Uncommon Profits karya Philip Fisher, hingga Business Adventures: Twelve Classic Tales from the World of Wall Street karya John Brooks.

Kamu juga bisa ikut Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI). Jangan lupa buat memperbarui informasimu dengan membaca website-website finansial.

Baca juga: Investasi Syariah, Ini 5 Pilihan Produknya yang Disetujui MUI

Daftar saham syariah yang direkomendasikan buat dibeli

Terus ada gak saham-saham syariah yang direkomendasikan buat dibeli? Nah, Moneysmart udah himpun saham-saham apa aja nih yang cocok diinvestasikan.

Saham-saham berikut ini dinilai berdasarkan pergerakan harga 5 tahun terakhir, pendapatan atau revenue tiap tahun, profit tiap tahun, dan kapitalisasi pasarnya.

1. Unilever Indonesia (UNVR)

saham syariah
Grafik saham Unilever. (Google)

Dari segi harga per lembar, saham Unilever Indonesia (UNVR) emang sangat mahal. Saham ini per lembarnya Rp 45 ribuan.

Namun, harganya yang mahal tersebut mencerminkan kalau saham ini begitu berharga sebab banyak orang yang berminat memilikinya. Pergerakan harga sahamnya pun cenderung naik. Ingat, makin tinggi permintaan, makin mahal harganya.

Setiap tahunnya revenue yang dihasilkan UNVR terus naik. Begitu juga dengan profitnya dari tahun ke tahun. Sementara kapitalisasi pasarnya udah tembus Rp 346 triliun. Udah termasuk kategori blue chip (saham berkapitalisasi pasar lebih dari Rp 10 triliun).

2. Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)

saham syariah
Grafik saham Indofood CBP Sukses Makmur. (Google)

Saham perusahaan yang dikenal dengan produk mi instannya ini dijual dengan harga Rp 9.000 per lembarnya. Saham ini direkomendasikan karena revenue dan profitnya yang tiap tahun terus naik.

Dari sisi kapitalisasi pasar, saham ICBP terbilang blue chip. Sebab saham ini memiliki kapitalisasi pasar yang mencapai Rp 107,29 triliun.

3. Telekomunikasi Indonesia (TLKM)

saham syariah
Grafik saham Telkom. (Google)

Berikutnya adalah saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM). Saham ini dijual dengan harga Rp 3.800-an per lembarnya. Tiap tahunnya revenue dan profit yang dicetak saham ini terus meningkat.

Kalau kapitalisasi pasarnya sendiri, saham TLKM udah termasuk blue chip. Sebab saham ini memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp 383 triliun.

Nah, itu tadi informasi-informasi seputar saham syariah yang perlu kamu ketahui. Mulai dari apa itu saham jenis ini, hukum saham syariah, keuntungan-keuntungannya, cara investasinya, hingga daftar saham pilihannya. Semoga informasi di atas bermanfaat ya! (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan