Mengenal Sosok Saldi Isra, Hakim MK dengan Kekayaan Rp 6 M dan Cuma Punya Satu Mobil

4 menit
Saldi Isra adalah Hakim MK yang menangani kasus sengketa Pilpres 2019 (Wikipedia/https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/)
Saldi Isra adalah Hakim MK yang menangani kasus sengketa Pilpres 2019 (Wikipedia/https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/)

Salah satu Hakim Mahkamah Konstitusi yang akan menangani kasus gugatan hasil Pilpres yang diajukan oleh Prabowo-Sandiaga adalah Saldi Isra. Saldi diangkat menjadi Hakim MK pada tahun 2017 silam.

Saldi merupakan hakim dari kalangan intelektual yang dipilih langsung oleh Presiden Jokowi. Ia menggantikan hakim Patrialis Akbar yang saat itu ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi karena kasus suap.

Pria kelahiran tahun 1968 ini gak cuma dikenal sebagai akademisi, tapi ia juga seorang aktivis yang kerap menerbitkan tulisan-tulisan tentang korupsi di Indonesia. Oleh karenanya, ia dikenal sebagai tokoh muda yang vokal melawan tindakan korupsi. Seperti apa track record Saldi Isra di dunia akademik dan berapa kekayaannya?

Pendidikan yang mentereng

Saldi Isra
Saldi lulusan Universitas Andalas Sumatera Barat (Instagram).

Seperti yang telah diketahui, Saldi Isra merupakan hakim dari kalangan intelektual yang ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo. Ia memiliki jejak pendidikan yang mentereng di bidang hukum khususnya.

Pria kelahiran Sumatera Barat itu mengenyam pendidikan di Universitas Andalas dengan mengambil gelar sarjana Ilmu Hukum dan lulus tahun 1995 dengan predikat Summa Cum Laude IPK 3,86.

Saldi juga diketahui telah mengenyam pendidikan master di Universitas Malaya, Malaysia dan lulus pada tahun 2001 dengan gelar Master of Public Administration. Sementara gelar Doktor di bidang hukumnya didapat pada tahun 2009 dari Universitas Gadjah Mada dengan predikat Cum Laude.  

Meski mentereng, ternyata ia dulu selalu mengimpikan masuk Institut Teknologi Bandung (ITB). Maklum saja karena ia sebenarnya lulusan IPA bukan IPS. Dilihat dari laman resmi Mahkamah Konstitusi, Saldi telah gagal masuk ke ITB sebanyak tiga kali, sebelum akhirnya terjerumus ke jurusan Hukum.

Baca juga: Disebut Sederhana, Hakim MK Suhartoyo yang Punya Harley dan Harta Rp 8 Miliar

Guru besar Universitas Andalas

Saldi Isra
Saldi merupakan Guru Besar Universitas Andalas, Sumatera Barat (Instagram).

Sejak lulus sarjana pada tahun 1995, Saldi Isra langsung diangkat sebagai dosen di Universitas Bung Hatta. Tapi di tahun yang sama, ia dipinang untuk mengabdi kepada almamaternya Universitas Andalas. Sejak saat itu hingga dilantik menjadi Hakim MK saldi mengabdi sebagai dosen tetap Fakultas Hukum.

Sambil mengabdi, Saldi juga menyelesaikan studinya di Malaysia dan UGM. Setahun setelah ia lulus pendidikan doktornya tepatnya di tahun 2010, Saldi dikukuhkan menjadi Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Andalas. Gelar Profesor pun resmi melekat di depan namanya. ’

Komisaris utama PT Semen Padang

Saldi Isra
Saldi juga merupakan komisaris utama di PT Semen Padang (Instagram).

Gak cuma karier akademisnya saja, Prof. Saldi Isra ternyata juga pernah menjabat posisi penting di perusahaan PT Semen Padang. Dikutip dari Bisnis.com, di tahun 2016, para pemegang saham PT Semen Padang melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa menetapkan Saldi Isra sebagai komisaris utama menggantikan Lenten TNI (Purn) Djamari Chaniago.

Tapi di tahun 2017, Saldi terpaksa mengundurkan diri dari jabatan itu karena hendak dilantik sebagai Hakim Konstitusi. Karena salah satu syarat menjadi Hakim MK adalah tidak boleh rangkap jabatan di manapun, demi menjaga independensi penegakkan hukum.

Baca juga: Dulu Guru Honorer, Ini Cerita Anwar Usman Sang Ketua MK Berharta Rp 4 M

Menyabet beragam penghargaan anti korupsi

Saldi Isra
Menyabet beragam penghargaan anti korupsi (Instagram).

Saldi Isra merupakan seorang akademisi yang juga aktif di dalam kegiatan anti-korupsi. Berkat konsistensinya dan sumbangsihnya dalam penyadaran masyarakat terhadap perilaku korupsi ia pun telah menyabet beragam penghargaan bergengsi.

Setidaknya ada tiga penghargaan yang pernah ia raih, pertama Bung Hatta Anti-Corruption Award, Tokoh Muda Inspiratif Kompas, dan Megawati Soekarnoputri Award sebagai Pahlawan Muda Bidang Pemberantasan Korupsi.

Hartanya mencapai Rp 6 miliaran, tapi mobilnya sederhana

Saldi Isra
Toyota Yaris tahun 2016 (Shutterstock).

Saldi Isra telah melaporkan harta kekayaannya pada akhir 2017 silam. Dari data LHKPN KPK, di situ tercantum Hakim MK satu ini memiliki kekayaan yang mencapai Rp 6.630.043.910. Harta tersebut berbentuk aset tanah dan bangunan, kendaraan, serta kas.

Saldi memiliki tanah dan bangunan seluas 403 m2/350 m2 di Padang senilai Rp 640.000.000. Kemudian tanah dan bangunan seluas 787 m2/600 m2 di Padang juga senilai Rp 1.450.000.000. Dan terakhir ada tanah selus 2452 m2 di Solok dengan nilai Rp 700.000.000. Total aset tanah dan bangunan yang dimilikinya senilai Rp 2.790.000.000.

Meski hartanya mencapai miliaran rupiah, ternyata ia gak doyan mengoleksi mobil-mobil mewah layaknya pejabat lainnya. Buktinya saja, ia cuma punya satu mobil Toyota Yaris tahun 2016 yang senilai Rp 240.000.000.

Saldi Isra juga memiliki harta berbentuk kas dan setara kas senilai Rp 2.710.043.910, surat berharga senilai Rp 700.000.000, dan benda bergerak lainnya senilai Rp 190.000.000. (Editor: Winda Destiana Putri).

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.