Jangan Sembarangan Pinjam Duit Online, Ada 1087 Fintech P2P Ilegal Berkeliaran

1 menit
Fintech P2P Lending Makin Marak (Shutterstock)
Fintech P2P Lending Makin Marak (Shutterstock)

Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 140 fintech peer to peer lending (P2P Lending) tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari OJK.

“Berdasarkan pemeriksaan pada website dan aplikasi pada Google Playstore, Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 140 entitas P2P Lending tanpa izin. Hal ini tidak sesuai POJK Nomor 77/POJK.01/2016 yang berpotensi merugikan masyarakat,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing di Jakarta. 

Sampai saat ini, jumlah Fintech P2P Lending tidak berizin yang ditemukan Satgas Waspada Investasi pada tahun 2018 sebanyak 404 entitas. Sedangkan pada tahun 2019 sebanyak 683 entitas. 

Sehingga secara total saat ini yang telah ditangani sebanyak 1087 entitas sebagaimana terlampir. 

“Meskipun Satgas Waspada Investasi sudah banyak menutup kegiatan P2P Lending tanpa izin OJK, namun tetap saja banyak aplikasi baru yang muncul pada website dan Google Playstore. Sehingga masyarakat diminta untuk tidak mengakses atau menggunakan aplikasi P2P Lending yang tidak berizin.

Apabila ingin meminjam secara online, maka masyarakat harus melihat daftar aplikasi Fintech P2P Lending yang telah terdaftar di OJK pada website www.ojk.go.id,” kata Tongam.

Tongam mengatakan, dari temuan ini Satgas akan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memblokir website dan aplikasi Fintech P2P Lending ilegal tersebut.

Selain itu, untuk memutus akses keuangan dari Fintech P2P Lending ilegal Satgas sudah meminta kepada perbankan untuk menolak pembukaan rekening tanpa rekomendasi OJK. Mereka juga harus melakukan konfirmasi kepada OJK untuk rekening existing yang diduga digunakan untuk kegiatan Fintech P2P Lending ilegal.

Satgas juga sudah meminta Bank Indonesia untuk melarang fintech payment system memfasilitasi Fintech P2P Lending ilegal. 

Mereka harus menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

 

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.