Banner ImageBanner Image

Sebelum Mulai Investasi Simak Tips Investasi Pemula Ala Ryan Filbert Ini

3 menit
tips investasi pemula
Artikel ini dipersembahkan oleh mitra produk investasi kami Bareksa.com

Bareksa Logo

 

Investasi memang sudah makin dilirik banyak orang, karena instrumennya yang beragam dan modalnya yang semakin terjangkau semua kalangan. Tahu dong peribahasa tak kenal maka tak sayang? Sepertinya peribahasa tersebut kalau digunakan untuk orang awam yang belum kenal produk-produk investasi pas banget ya.

 

Orang-orang ini biasanya enggan untuk menanamkan uangnya di investasi, ya karena belum mengenal itu tadi. Padahal, investasi merupakan salah satu alat untuk merencanakan keuangan di masa depan.

 

Seorang praktisi dan inspirator investasi Indonesia yang bernama Ryan Filbert mengatakan bahwa investasi perlu dilakukan untuk merencanakan dana yang akan digunakan di masa depan. Ia kemudian memberi contoh untuk biaya pendidikan, liburan, biaya menikah hingga pensiun.

 

Menurut Ryan, salah satu instrumen investasi di pasar modal yang paling aman bagi masyarakat awam adalah reksa dana.

 

[Baca: Investasi Reksa Dana Sama Mudah dan Amannya dengan Nabung di Bank]

 

Dalam acara talkshow berjudul ‘Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana’ yang diselenggarakan Rabu, 27 Januari 2016 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Ryan menjelaskan bahwa langkah seorang investor untuk investasi di reksa dana cukup mudah.

 

Hanya menyiapkan dana dan biarkan manajer investasi yang mengelolanya. Ryan menambahkan, reksa dana adalah alat perencanaan uang di masa depan. Acara tersebut adalah rangkaian Pesta Reksa Dana 2016.

 

Dia menjelaskan dana yang kita miliki sekarang belum tentu cukup untuk kebutuhan di masa depan. Apalagi kalau hanya mengandalkan tabungan di bank saja. Nilai uang bisa berkurang relatif terhadap harga barang karena ada inflasi. Oleh sebab itu, investasi wajib dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dana di masa depan.

 

Ryan, memiliki pengalaman 12 tahun di dunia investasi ini. Dia memiliki beberapa tips yang dapat diterapkan oleh para investor awam. Dia mengatakan kebanyakan investor gak mengetahui hal mendasar dalam investasi sehingga gak mendapatkan imbal hasil atau return yang optimal.

 

Banyak orang yang salah memilih instrumen. Produk investasi yang dipilih gak sesuai dengan rencana kebutuhan dan jangka investasinya.

 

[Baca: Reksa Dana Pasar Uang Cocok untuk Dana Darurat Reksa Dana Saham Jangka Panjang]

 

Itulah kenapa menurut Ryan, investor harus menetapkan tujuan berinvestasi, misalnya untuk pensiun, pendidikan anak atau berlibur. Nah, dari situ, investor bisa menetapkan jangka waktunya yang juga menentukan produk investasi yang dipilih.

 

Bila kebutuhan merupakan kategori jangka panjang, semisal 5 – 10 tahun lagi, investor bisa menggunakan reksa dana saham. Akan tetapi, bila ingin menggunakan dana itu dalam waktu dekat, misalnya satu hingga tiga tahun, investor disarankan membeli reksa dana pasar uang.

 

Tips investasi pemula tambahan dari Ryan, jika investor belum benar-benar memahami kondisi pasar modal, disarankan juga untuk masuk secara berkala untuk meminimalkan risiko. Jangan masuk besar di depan atau strategi lump sum karena kita gak tahu kondisi di masa depan.

 

Ryan, penerbit sejumlah buku best seller juga memberi ilustrasi kondisi saat pasar saham anjlok pada pertengahan 2008. Bila seorang investor secara berkala investasi di reksa dana saham sejak awal 2008 sebesar Rp 1 juta per bulan, dua tahun kemudian nilai investasinya menjadi Rp 36,48 juta atau mencatat return sebesar 49,9 persen.

 

tips investasi pemula

 

 

Coba bandingkan hasil itu dengan investasi yang dilakukan secara lump sum sebesar Rp 25 juta pada awal 2008. Hasilnya, pada dua tahun kemudian nilai investasinya hanya menjadi Rp 25,022 juta atau bertumbuh sebesar 0,9 persen saja.

 

tips investasi pemula

 

 

Hal tersebut bisa saja terjadi jika menggunakan strategi pertama, yaitu di mana ada kalanya investor membeli unit reksa dana dengan harga yang lebih murah. Strategi pertama ini disebut dengan dollar cost averaging. Intinya, risiko seorang investor menjadi lebih kecil dengan strategi ini karena nilai investasinya secara rata-rata ada yang murah dan ada yang mahal.

 

[Baca: Pahami Jenis-jenis Transaksi Reksa Dana Sebelum Berinvestasi]

 

 

Di samping itu, strategi yang juga disarankan oleh Ryan adalah melakukan diversifikasi portfolio. Artinya, investor jangan menaruh semua dana di satu produk saja, tetapi juga di beberapa produk lain sehingga risikonya terbagi.

 

 

 

Image Credit:

  • http://media.bareksa.com/resources/image/2016/01/12586/id_14538927781.png
  • http://media.bareksa.com/resources/image/2016/01/12586/id_14538927782.png

 

MoneySmart
MoneySmart

MoneySmart adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Taiwan